Liburan Tania Part 3

Sebelumnya liburan tania part 2. Tania mengenali anjing tersebut, dan berpikir apakah anjing itu masih hidup, karena dia sudah melihatnya mati bersimbah darah didalam kamar disamping tempat tidurnya. Anjing tersebut kemudian membalikan badan mulai berjalan menjauh. Tania yang masih berdiri kaku kemudian tersentak setelah anjing tersebut berhenti dan menggonggong seolah memanggilnya dan seolah meminta mengikutinya.

Dengan terpincang-pincang tania berjalan mengikuti anjing tersebut. Kakinya yang keseleo terasa sakit sekali ditambah telapak kakinya yang juga terluka karena tidak memakai alas kaki. Beberapa lama tania berjalan sampai menjelang pagi hari akhirnya dia sampai juga dipinggir hutan tepi jalan raya dan anjing tersebut masih terlihat dan berjalan berbelok kearah kanan yang kemudian diikuti tania.

Tania yang berjalan tertatih-tatih menoleh kebelakang mengecek apakah penjahat itu mengejarnya, dan saat menoleh kedepan anjing tersebut sudah menghilang diiringi oleh lembayung merah yang mulai terlihat di ufuk timur. Tania berguman mengucapkan terima kasih pada bayangan anjing yang sudah menghilang tersebut dan dia terus berjalan berharap ada pengendara yang lewat dan bisa dimintai pertolongan.

Sekitar seratus meter berjalan, tania dikejutkan oleh sesosok bayangan yang berlari mengejar dibelakangnya. Dia mengenali bayangan itu sebagai sosok si penjahat. Segera saja tania berusaha berlari lebih cepat dengan menyeret kakinya yang keseleo, dia berusaha keras berlari sekencang mungkin menjauh dari penjahat itu. Tetapi malang penjahat itu berhasil mengejarnya dan dengan kasar menarik rambutnya yang membuatnya terjatuh dipinggir jalan.

Kepalanya terasa pusing karena menghantam sebuah dahan pohon yang sepertinya patah. Penjahat itu menyeringai marah yang kemudian menampar pipi tania dengan kerasnya sampai pengelihatannya terasa berkunang-kunang. Penjahat itu kemudian mencekik lehernya, tania berusaha berontak dan mencakar salah satu bola mata penjahat itu. Terdengar suara erangan keras dari mulut penjahat itu sambil memegang matanya.

Tania kemudian segera mengambil dahan pohon yang patah yang kebetulan berujung runcing itu dan menusukannya kearah perut si penjahat. Tusukan tania meleset dahan kayu itu menusuk paha kiri si penjahat yang kembali mengerang kencang sambil berdiri kemudian berusaha mencabut kayu yang menancap tersebut. Memanfaatkan situasi itu tania kembali berlari menjauh dari si penjahat, cukup jauh dia berlari meninggalkan penjahat itu yang masih terdengar mengerang kesakitan.

Tania menoleh kebelakang dan di lihatnya si penjahat berjalan terpincang-pincang sama seperti dirinya. Tania terus berjalan dan mempercepat langkahnya sampai tiba-tiba matanya berkunang-kunang setelah sebuah tinju mendarat dihidungnya dan sebelum terjatuh samar-samar dia melihat teman si penjahat sudah berdiri didepannya dengan mengepalkan tangannya yang baru saja digunakan untuk meninjunya. Darah segar keluar dari hidung tania yang saat ini sudah tidak berdaya.

loading...

Kedua penjahat dan temannya itu kemudian menyeret tubuh tania kearah tepi jalan yang pada saat bersamaan dari arah tikungan jalan muncul sebuah mobil putih melaju mendekati mereka. Kedua orang, penjahat dan temannya itu berhenti bersamaan dengan berhentinya mobil tersebut agak jauh dari posisi kedua penjahat itu berdiri. Kemudian keluar seorang perempuan memakai jaket hitam yang bertanya sambil berteriak menanyakan adakah yang bisa dia bantu.

Kedua penjahat tersebut menyeringai dan mengatakan kalau mereka tidak ingin mendapat bantuan dari siapapun dan semuanya baik-baik saja. Tania yang samar-samar melihat kedatangan orang tersebut dan mendengar suara orang itu bertanya, kemudian mencoba mengangkat tangannya meminta pertolongan. Bersambung ke liburan tania part 4.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts