Liburan yang Aneh

Assalamualaikum sobat KCH, ketemu lagi denganku Bismi Nadia dari Aceh. Ini adalah ceritaku yang ke 26. Oke langsung ke cerita, kejadian ini adalah kejadian paling aneh yang pernah aku alami dalam hidupku. Pada liburan semester di tahun 2016 lalu, aku beserta 3 orang temanku berencana akan berlibur ke rumah pamanku di Banda Aceh. Kami pun berangkat pada jam 09.30 pagi dan sampai pada jam 01.28 siang.

Saat sampai di rumah pamanku, kami pun langsung shalat dzuhur berjamaah, dan yang menjadi imamnya adalah pamanku sendiri. Sehabis shalat, makan siang, dan istirahat sejenak. Kami berempat pun meminta ijin pada pamanku untuk keluar membeli Tapee (makanan khas provinsi Aceh) yang terletak di kota saree. Pamanku pun mengijinkannya, tetapi pamanku berpesan agar cepat pulang sebelum jam 6.

Kami pun mengangguk-angguk tanda mengerti. Tak lama setelah itu kami pun pergi mengendarai motor, aku berboncengan dengan temanku vina, sedangkan sinta berboncengan dengan dewi. Saat di perjalanan menuju kota Saree, ada keanehan yang muncul. Keanehannya adalah cukup lama kami sampai di kota Saree, ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan angka 6 lewat 10 menit.

Aku pun teringat pesan pamanku tadi, aku pun berkata pada devi, “vi kita dimana sich, kok banyak pohon-pohonnya”, tanyaku. Devi pun menjawab, “entahlah mimi, aku tak tahu, lama amat ya sampainya” jawabnya. Tak lama kemudian motor vina mendadak mati, padahal bensinnya sudah kami isi sampai penuh. Kami berempat pun panik setengah mati, apalagi di sekeliling kami adalah hutan.

Perlu kalian ketahui bahwa kota Saree berada di dekat dengan gunung selawah, makanya terdapat hutan-hutannya. Tiba-tiba motor yang di kendarai oleh dewi dan sinta mendadak tidak bisa di nyalakan. Kami pun semakin takut dan bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba vina berteriak sangat kencang dan berlari menuju ke arah hutan. Aku, dewi, dan sinta pun kebingungan apa yang terjadi dengan vina.

Kami pun ikut mengejarnya juga, tak terasa hari pun berubah malam. Ponsel yang ku bawa sama sekali tak ada sinyalnya. Kami pun tak tau harus berbuat apa, sedangkan vina entah kemana larinya. Dewi pun gemetar melihat ke arah semak-semak yang di kelilingi oleh pohon yang besar. Aku dan sinta pun ikut melihat ke arah yang di lihat oleh dewi. Maha Suci Allah, makhluk itu sungguh menyeramkan.

Tak bisa ku jelaskan bagaimana wujudnya kepada kalian. Aku tak bisa berkata apa-apa dan air mataku pun menetes membasahi pipiku, begitu juga dengan dewi dan sinta. Aku pun hanya bisa berdoa dalam hati meminta kepada Allah Sang Maha Pencipta agar makhluk itu menghilang secepatnya. Mataku tak bisa lepas melihat makhluk yang paling menjijikkan sekaligus membuatku takut setengah mati. Entah apa yang terjadi denganku, dewi, dan sinta selanjutnya.

Saat aku tersadar, aku sudah berada di dalam masjid Baiturrahman. Ku lihat juga dewi, vina, dan sinta tersenyum padaku. Ku coba bertanya pada pamanku apa yang terjadi. Tapi pamanku hanya berkata bahwa aku pingsan di tengah hutan. Tapi aku tak percaya apa yang di bilangnya. Ku bertanya pada dewi, sinta, dan vina. Dan mereka menjawab sama seperti pamanku.

Ku bertanya pada vina mengapa kau berlari menuju ke hutan. Vina menjawab bahwa dia tak berteriak ataupun berlari. Mungkin itu adalah mimpiku saja, katanya. Sampai sekarang aku belum melupakan liburan paling aneh yang pernah ku alami. Cukup sekian cerita liburanku yang paling aneh. Wassalamualaikum.
Fb: Bismi jasein

loading...
Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi has write 78 posts