Lita Teman Kecilku

Malam ini aku hanya membuka akun facebookku lewat laptop sambil aku charge, aku menyiapkan makanan ringan dan jus buah untuk menikmatiku main facebook malam ini. Aku membuat status dan menglike foto seseorang dan ikut komentar didalamnya. Berjam-jam aku main facebook tiba-tiba ada masuk pesan, seorang cewek di facebook bernama lita, aku seperti tidak asing dengan nama itu. Foto profilnya cantik dan manis, aku membalas pesan tersebut.

“Hay juga” balasku.
“Kamu sedang apa?” balasnya dipesan.
“Aku sedang buka facebook saja, kamu?”.
“Aku juga”.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku.

“Iya kita pernah bertemu”.
“Tapi aku sepertinya tidak mengenalmu”.
“Mungkin suatu saat kamu akan ingat. Bagaimana kabarmu gugun?”.
“Baik, bagaimana kamu tahu namaku?”.
“Di facebook kan ada gun ðŸ˜, kamu nih”.
“Oh iya ya *hehe aku lupa”.

Kami pun berchattingan akrab, aku merasa kita pernah akrab sebelumnya tapi aku sepertinya tidak ingat dengan gadis ini, entah apa yang membuatku memikirkannya. Lita sungguh asik orangnya diajak chattingan, tapi aku meminta pin BBM-nya dan nomor ponselnya tidak dikasih, dia hanya memintaku chattingan melalui inbox saja. Keesokan paginya aku berangkat kesekolah, aku mencoba menyapa lita dipagi hari.

“Hay” sapaku difacebook. Tapi sepertinya dia tidak aktif sama sekali pagi ini, aku pun berangkat kesekolah. Sesampainya disekolah aku duduk dikursiku sambil memainkan ponselku dan melihat messenger tapi belum ada balasan dari lita, apa mungkin dia sedang sibuk (gumamku). Aku mencoba melihat foto-fotonya, saat aku lihat fotonya dia hanya mempunyai satu foto profil saja, ini yang membuatku penasaran kenapa dia punya hanya 1 foto saja.

Tidak biasa cewek punya 1 foto saja, biasanya sampai ratusan bahkan ribuan foto apa lagi lita cantik dan manis, atau mungkin ini foto palsu, dia membohongiku, tapi aku tidak boleh berburuk sangka dulu terhadapnya nanti malam aku akan coba telepon dia. Malam pun tiba, seperti biasa aku memainkan laptopku dimalam hari dan membuka akun facebookku, aku menunggu balasan lita berjam-jam lamanya hingga pukul jam 11 malam, dia baru balas pesanku kemarin juga seperti itu.

“Hay juga maaf baru balas aku sibuk, bantu ibuku jualan gun. Bagaimana sekolahmu apakah sudah ada pacar? *Hehe” balasnya difacebook.
“Iya baik, tidak apa-apa kok, kamu rajin ya bantu ibumu lita”.
“Dulu kita pernah kan, bantu bersama-sama jualan bersama waktu itu, kamu teriak teriak”.

“Masa sih, kok kamu tahu aku sih, dan kenapa aku tidak tahu tentang dirimu” kataku difacebook.
“Kamu dulunya kecelakaan gun, dan lupa ingatan mungkin ingatanmu masih belum pulih”.
“Apa mungkin? Sepertinya tidak lita, aku baik-baik saja”.
” Oh iya aku boleh minta foto kamu yang saat ini?”tanyaku.
“Boleh”.

Lita pun mengirim fotonya, tapi yang aku lihat bukan dirinya melainkan ibunya yang sedang berjualan dimalam hari dipinggir jalan.

loading...

“Kamu kok tidak ada? Kamu dimana?” tanyaku heran.
“Aku ditempat yang gelap, dingin, banyak ulat dan ditumbuhi pohon kecil. Aku selalu didoakan oleh ibuku, tapi kenapa sekarang kamu tidak pernah datang menengok aku gugun?”.
“Maksud kamu apa sih? Lita ” tanyaku heran.
“Aku sekarang dibelakangmu, gugun” kata lita difacebook.
“Ah kamu jangan bercanda”.
“Coba lihat kebelakang”.
“Mana tidak ada kamu, hanya ada kasur” kataku difacebook.

Tiba-tiba bulu tanganku berdiri dan suasana kamar berubah suram dan leherku terasa berat.

“Aku ada disampingmu gugun”.
“Kamu jangan bercanda ya lita”.

Tiba-tiba lampu kamarku berkedip mati, berkedip mati entah kenapa. Aku mulai takut, aku pun mematikan laptopku dan turun kebawah untuk menonton televisi saja. Tiba-tiba ponselku bergetar, aku melihat ponselku, nomor tidak aku kenal, aku pun mencoba mengangkat telepon.

“Halo siapa ini?” ucapku dibalik telepon.
“*Hihihi kamu jahat gugun, kenapa kamu tidak mengingatku gugun. Tolong ingat aku, tengok aku ditempat yang gelap penuh dengan tanah ditumbuhi pohon kecil” ucap lita ditelepon.
“Kamu ini siapa sih suruh tengok segala? Kamu sakit atau apa?” belum selesai bicara telepon terputus.

Pikirku bagaimana dia tahu nomor ponselku? Sedangkan difacebook saja aku tidak menyebarkanya. Aku mencoba menelEpon kembali nomor lita, tapi aneh nomornya tidak dapat dihubungi. Pikiranku pun kemana-mana, siapa dia sebenarnya kenapa dia ingin aku melihatnya. Aku pun kedalam kamarku dan segera tidur. Saat aku tidur aku bermimpi aku berada ditengah jalan raya, ada mobil yang sudah siap menabrakku. Aku takut sampai tidak bisa menghindar, tiba-tiba seseorang mendorongku dan aku selamat tapi gadis itu terluka parah. Kepalanya berlumuran darah. Aku menghampirinya ternyata lita, aku mulai mendekati dan memangkunya dipahaku.

“Syukur kamu selamat” ucap lita dengan mulut berlumuran darah.
“Kenapa kamu menyelamatkanku lita, kenapa?”ucapku.
“Karena kita sahabat dari kecil, aku tidak akan membuatmu mati” ucap lita.

Aku pun langsung teringat masa lalu, dulu kami adalah teman waktu kecil, kami sering main bersama-sama melakukan hal bersama-sama. Sehingga pada saat aku membeli es dijalan, aku menyeberang untuk membeli, aku tidak melihat jalan karena terburu-buru. Lita yang menyelamatkanku, pada saat lita meninggal, aku selalu berteriak-teriak memanggil namanya, bahkan menyakiti diriku sendiri dan selalu berkurung dikamar. Ibu membawaku ke seorang terapi psikiater agar aku bisa sembuh dan menghilangkan kenanganku bersama lita. Semua foto bersama lita, ibuku yang membuangnya.

“Kamu sudah ingat sekarang gun?” tanya lita.
“*Hikz, hikz, hikz, maafkan aku lita. Aku bodoh seharusnya aku yang mati bukan kamu lita”.
“Tidak apa-apa gun, mungkin itu belum takdirmu. Aku hanya ingin mengingatkan kita ini sahabat, aku kangen denganmu, selama aku meninggal kamu tidak pernah berkunjung ke makamku. Aku butuh doa kamu gugun”.
“*Hikz, hikz, maafkan aku lita. Aku dulu stres dengan kepergianmu, sehingga ibu membawaku ke seorang terapi psikiater. Besok aku akan datang menemuimu dimakam lita, aku janji”.

Tiba-tiba tubuh lita terangkat keatas dengan sendirinya dan pergi keatas langit. Aku pun terbangun, dan saat aku bangun air mataku terjatuh mengingat mimpi semalam. Aku ingat sekarang dia adalah sahabatku sewaktu kecil, berarti yang kemarin adalah arwah lita, dia ingin aku menemuinya dimakam. Aku pun bergegas mandi untuk pergi kemakam, tiba-tiba ada pesan masuk. “Makamku ada dikampungku, kamu tahukan gugun di Jepara” pesan lita.

Aku pun mengambil motor dan pergi ke Jepara, dari Semarang ke Jepara membutuhkan waktu 1 jam. Sesampainya disana aku pergi kerumah ibunya lita. Dia menyambutku dengan hangat bahkan memelukku, aku melihat kamar lita dipenuhi dengan fotoku bersamanya dan air mataku terjatuh mengingat masa lalu yang begitu indah. Aku pun pergi kemakam lita, aku mulai menaburkan bunga dimakam lita dan berdoa.

Malamnya aku menginap dirumah lita dan tidur didalam kamarnya. Saat tidur aku bermimpi bertemu dengan lita teman kecilku. Di dalam mimpi lita begitu cantik, dia menggunakan baju putih dengan senyuman kearahku, dia terlihat begitu manis, dia melambaikan tanganku kepadaku, aku pun tersenyum senang. Tamat.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 43 posts

loading...