Lorong Angker

Ini adalah cerita pertama yang aku posting di KCH. Perkenalkan nama aku Oliv. Mulai saja ya cerita aku. Kejadian ini terjadi pada saat aku kelas 3 SMA sekitar tahun 2014 lalu. Saat itu sepupu dan keponakanku dari Medan pulang ke kota asalnya dalam rangka liburan. Tentu saja kami sekeluarga sangat antusias menanti kedatangan mereka.

Keponakan aku waktu itu kira-kira berumur 3 tahun. Malam pertama, semuanya biasa-biasa saja tapi keesokan harinya tiba-tiba keponakan aku yang namanya Aji ngomong ke nenek “nenek, itu apa?” sambil nunjuk ke arah luar jendela. Setelah aku tanya-tanya ternyata Aji lihat seorang kakek berdiri di jendela. Tapi kami sekeluarga nggak merasa takut, karena kata neneknya Aji (tante aku) bilang kalau itu adalah kakeknya Aji yang pengen ngelihat cucunya.

Terus, malam ke 3 ini nih yang bikin aku heran, takut bahkan sampai sakit berhari-hari. Waktu itu, kalau nggak salah malam jumat. Mamahnya Aji nyuruh aku temani Aji ke Indo*mar*t buat jajan. Akhirnya, karena nggak enak, aku setuju-setuju saja buat di suruh temani Aji buat jajan. Akhirnya, karena takut jalan hanya berdua dengan anak kecil, aku ngajak kakak sepupu aku yang lain.

Saat itu, jiwa sok pemberani kami tiba-tiba muncul dan memilih lewat di sebuah lorong yang lebarnya hanya sekitar 1 setengah meter untuk sampai di jalan raya dan waktu itu nggak ada penerangan sama sekali alias gelap banget. Aku nggak tahu kenapa waktu itu aku sok berani pengen lewat di lorong kecil tersebut. Padahal sudah banyak tetangga yang sering lihat penampakan di lorong kecil itu.

Waktu perjalanan pergi, nggak ada apa-apa, walaupun perasaan aku saat itu dag-dig-dug kayak lagi lihat gebetan jalan sama orang lain “abaikan”. Karena tubuh Aji yang gede banget walaupun baru berumur 3 tahun, akhirnya kami suruh dia buat jalan saja. Nah, nggak tahu kenapa waktu kami keluar dari ind*mar*t sepupu aku cerita soal hantu-hantu gitu, niatnya pengen nakutin aku.

Perasaan aku sudah nggak enak banget waktu itu, apalagi harus lewat di lorong kecil itu lagi. Sesampainya di lorong, aku sudah was-was baca doa yang aku hafal dan tiba-tiba si Aji nunjuk ke arah atas terus ngomong “kak Oliv, itu yang di atas apa?” sumpah kaki aku waktu itu langsung lemas. Aku dan sepupu aku ikut lihat sesuatu yang di tunjuk Aji dan Astagfirullah kami melihat cewek dengan rambut kusut acak-acakan pakai baju putih melayang di atas kami.

loading...

Sepupu aku langsung lari meninggalkan kami berdua (aku dan aji). Aku nggak bisa gerak waktu itu, makanya nggak bisa langsung lari. Aku menutup mata sambil pegangin Aji yang hanya diam takut dia kenapa-napa dan akhirnya aku bisa gerak dan menggendong Aji sambil berlari dan teriak-teriak “astagfirullah. Astagfirullah tolong mama tolong”.

Aku terus berlari sambil menggendong Aji sampai di rumah. Saat sampai di rumah aku ngos-ngosan dan katanya langsung pingsan. Setelah itu aku sadar dan sudah ada di atas tempat tidurnya nenek. Aku cerita kalau kami lihat miss kunti. Dan, yang lebih parahnya lagi aku bisa menggendong Aji yang beratnya berat banget sambil lari.

Jadi, pada keesokan harinya, badan aku semuanya terasa sakit dan harus ijin nggak masuk sekolah sampai 2 hari. Sejak saat itu, aku nggak pernah mau lewat di lorong angker tersebut. Maaf kalau tulisannya masih sangat-sangat berantakan.

KCH

Oliviachan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Oliviachan has write 2.657 posts