Lucunya Cerita Medi

Sore itu aku dan sahabat-sahabat karibku semasa SD sedang janjian akan berangkat mengaji lebih awal. Masih terlalu dini jika harus di bilang mengaji, karena jadwal ngaji usai maghrib. Dan kami malah pergi jam 4 sore (maklum mau main-main dulu). Karena belum pada kumpul, akhirnya kami mendatangi salah 1 sahabat bernama maysaroh.

Di rumah saroh ada seorang nenek yang sering kami panggil mbah kaput (sekarang almarhumah). Mbah kaput sedang duduk di bangku letter L rumah saroh, dan kami menghampirinya, yang kami suka dari mbah kaput adalah orangnya kalau ngomong nyablak/ceplas-ceplos tapi banyak humor, apalagi logat bahasanya kadang membuat kami tertawa (maaf entah dia dari suku jawa daerah mana).

Singkat cerita, kami di ajak ngobrol sama mbah kaput. Awalnya di interogasi karena tumben jam 4 sore sudah ngelayap mau berangkat ngaji. Akhirnya kami jawab seadanya sambil cengengesan, tentu saja takut di ocehin sama mbah kaput. Eh ternyata benar, dan kami hanya mendengarnya sambil masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri alias labas/abaikan, *hehe.

Pas sudah selesai ngomel, eh malah ia lanjut berdongeng alias cerita, dan yang aku suka adalah cerita horornya, *hehe. Dulu katanya, ia sering punya pengalaman horor dan salah satunya adalah yang akan ku ceritakan di tulisan 66 ini. Karena cukup membuat kami tertawa geli. Awalnya ceritanya seram-seram, kemudian pas cerita tentang hantu/medi kemamang yang selalu ngehits hingga sekarang kami mulai tertawa.

Karena ketika ia bertemu dengan medi, ia selalu menggunakan jurus pamungkasnya. Mau tahu jurusnya apaan reader? Yuk simak lagi ceritanya, *hehe. Kala itu, mba kapun sedang jalan-jalan ke area persawahan. Entah ngapain itu simbah ke sawah malam-malam. Nah saat itu pas lagi terang bulan, jadi cahayanya kemana-mana apalagi di tempat lapang seperti di sawah. Nah pas lagi asyik jalan-jalan sama tetangga yang lagi ngecek sawahnya, tiba-tiba ada medi datang menghampiri mereka.

Medi itu sering disebut hantu kemamang, sejenis hantu bola api yang terbang di area sawah. Sontak tetangga lari kocar-kacir pulang ke rumahnya. Tetapi tidak bagi mbah kaput, ia mengeluarkan jurus pamungkasnya melawan medi, kemudian ia malah melepas semua pakaianya hingga b*gil. Hah! Kami yang mendengarnya pun hanya bengong dan tertawa.

Lalu mbah kaput malah memarahi kami dan berkata, “hey sontoloyo, kie bocah di ceritani malah pada ngguyuni iyong (hey *sontoloyo ini anak di ceritain malah pada tertawain saya). Lalu salah satu temanku berkata, “mbah memangnya itu medi gak *noel simbah yang lagi tel*nj*ng gitu, *haha”.

“Healah dalah siki maning, justru medi malah wedi ndeleng wong wuda” (*healah *dalah ini lagi, justru hantu malah takut lihat orang tel*nj*ng). Kami malah semakin tertawa dan berkata “ada-ada saja simbah ini, memangnya itu hantu langsung kabur? Malah di sangka orang gila mbah-mbah *haha”.

“Hoo iki bocah di critani malah ngledek baelah, sing ora percaya men di wedeni kawus” (*hoo ini anak di ceritain malah meledek saja, yang tidak percaya biar di hantuin kapok) kata mbah kaput. Kami hanya tertawa lagi, karena saroh sudah keluar rumah, jadi kami berpamitan sama mbah kaput untuk pergi.

Dan saroh malah penasaran karena melihat kami masih tertawa terbahak-bahak. Jadi kami ceritain sambil jalan menuju mushola saja, *hehe maaf ya mbah, *ngapunten kalau ceritanya saya posting. Semoga mbah bahagia di akhirat sana amin, sekian.

loading...
loading...