Luke, I’m Sorry Part 2

Cerita sebelumnya luke, I’m sorry. Kontan aku langsung menangis, karena aku berada di taman sekitar sekolah bersama kakak angkatku dan teman-temanku. Seketika aku pingsan karena ofc, i cant believe! Barusan ketemu tadi. terus waktu bangun aku sudah di kamarku. Aku tanya kepada yifan (teman satu kamarku).

Aku: “Sudah jam berapa? Aku mau ke tempat Luke”.
Y: “jam kayak gini sudah gak ada kereta dan HSR (high speed rail) lagi. Sudah jam 3 malam lin”.
Aku: “I dont care, aku bisa naik bus kesana. Ada bus kok!”.

Yifan menarikku, dan bilang “kamu tenang dulu, jangan sibuk”. Aku tak perduli dengan besarnya tenagaku aku langsung keluar kamar dengan cuma ambil powerbank, headset, dompet dan ponsel. Aku menelepon taksi dan pergi ke train station dan secepat kilat membeli tiket ke Taipei. Berjarak 2 jam, aku akhirnya tiba di Taipei dan aku menelepon taksi lagi (dengan menelepon 55688 dimana pun anda, taksi dengan cepat bakalan muncul di depan anda).

Aku pun duduk di dalam taksi dan try to call his family, dan masih berada di Taipei Medical University. Sampai di rumah sakit aku melihat mamanya yang masih menangis. Dia di ruang ICU dan aku langsung bertanya ke suster in duty.

Me : “请问一下,加护病房的吕先生状况如何?” (permisi, kondisi kamar ICU pasien atas nama lv bagaimana?).
Suster : (translated) siap hati dan mental.

Aku langsung menangis dan mencari kembali mamanya. Berkisar sehari aku terus mendampinginya, tetapi dia tidak bergerak sedikit pun. Aku masih ingat dengan jelas tanggal 3 maret 2015 jam 11.05 dia seperti bergelonjak dan aku tekan alarm terus dokter masuk dan menyuruh kita keluar. Waktu menunjukan 11.30 dan dokter keluar serta mengatakan “waktu kematian 3 maret pukul 11.28”.

Aku langsung masuk ke ruangan luke dan memeluknya. Mamanya pingsan dan kakaknya menangis. Aku berbisik kepada luke, “kamu berjanji padaku membawaku pergi ke Leofoo Village, kita masih mau melewati ulang tahunku. Kamu pergi dan gak pernah kembali lagi. istrirahat lah yang tenang, aku sayang kamu”.

Jelang beberapa bulan kemudian tepatnya malam natal saat itu, aku di tembak (menyatakan perasaan jatuh cinta) oleh kakak kelas yang namanya charles. Karena luke baru pergi 9 bulan lebih, aku tidak ingin menjalin hubungan. Tetapi karena keluargaku dan teman-temanku mengatakan bahwa cara mengobati semuanya adalah dengan menjalin hubungan baru dan lebih bahagia dari sebelumnya.

Malam itu, aku masih ingat suhu di luar sekitar 13 derajat, dan turun hujan deras. Kamarku terasa sangat dingin dan angin berhembus dengan kencang. Waktu menunjukan bahwa sudah jam 11 malam dan besok pagi aku ada kelas. Setelah aku membersihkan diri, aku tidur di ranjang dan aku melihat luke di atas kepalaku dan tersenyum. Alangkah kagetnya, aku tidak terkejut atau takut.

Aku duduk di tepi ranjangku dan luke mengikutiku. Dia ingin membelai kepalaku tetapi aku hanya merasa angin yang menggelitik kepalaku. Aku tidak tahu mengapa, aku tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Aku ingin memeluknya tetapi aku tidak bisa, aku ingin sekali berbicara dengannya, tetapi aku tak sanggup. Bernafas saja susah, aku memberanikan diri mengatakan, “aku tahu kamu arwah, tetapi jika di kehendaki, jangan pernah meninggalkanku. 可以一直在我身边 别离开我 (Always be here, never leave)”.

Dia hanya tersenyum dan dia pergi. Aku memakai selimut, memeluk bantal sambil menangis dan aku tertidur. Saat itu aku bermimpi, aku ada di sebuah tempat yang sangat terang dan luke berada sekitar 3 meter di hadapanku. Dan mengatakan, “kamu jangan pikirkan aku lagi, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik. Kita sudah berbeda alam. Tuhan juga tidak menghendaki hubungan ini. Kita akhiri saja. 我爱你 杨楔琳(Aku sayang kamu, yang xie lin)”.

Saat aku bangun, aku tetap menangis. Aku merasa bersalah, mengapa aku tidak menghargai orang seperti ini. I’m sorry luke, sekarang aku masih tidak bisa melupakannya, alangkah baiknya jika aku bisa menemukan seseorang yang bisa menggantikan posisi dia. But i still can’t, this story about ghost story but in romance addition. Hope you can enjoy the story i’ve shared to you.

Love,
Leanne Timothy

loading...
KCH

Leanne Timothy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Leanne Timothy has write 2,660 posts