Main Jelangkung Pemanggil Setan

Saat itu aku masih kelas 5 SD sekarang aku sudah 18 tahun. Kejadian saat aku masih 10 tahun itu masih terngiang-ngiang di kepalaku bahkan saat aku ingat kisah masa kecilku ini aku bisa merinding sendiri. Ceritanya begini, waktu itu aku masih berumur 10 tahun, biasalah anak kecil pasti suka bermain bersama teman-teman begitu juga denganku.

loading...

Saat itu aku dan teman teman memilih untuk bermain jelangkung, saat itu aku mengira bahwa jelangkung itu bukan mainan yang seram tapi mainan yang seru. Tomi teman laki-laki mengajakku bermain jelangkung begitu juga dengan Tina, Ani, dan Arya mereka semua setuju, maka mulailah kami semua melakukan ritual boneka jelangkung sudah siap dan kami pun membaca mantra.

“Jelangkung jelangse disini ada pesta, pestanya pesta kecil, datang tak diundang pulang tak diantar”. Setelah itu tanpa aku ketahui Arya dan Tomi secara bersamaan langsung kesurupan, aku, anis dan tina spontan langsung kaget karena posisi kami ada di belakang rumah. Kami tak tau harus berbuat apa, setelah itu menyusul Anis dan Tina, kali ini aku benar-benar menyerah.

Akhirnya aku beranikan untuk menyadarkan mereka berempat dan akhirnya tanpa aku ketahui ada tangan yang berkuku panjang menyentuh pundakku. Spontan aku kaget, lalu menengok ke belakang dan aku melihat wajah wanita penuh darah. Lingkar matanya hitam dan wajahnya pucat pasi, aku bingung harus berbuat apa, bibirku tak bisa berkata apa-apa. Teman-temanku semua seperti menghilang pandangan mataku kabur dan aku.

Tanpa kusadari aku sudah terbangun dalam kamarku, disana ada ibu, ayah dan teman-temanku. Dan ternyata ibu bilang padaku bahwa tadi aku pingsan di teras rumah dan teman-temanku berada di tempat yang berbeda. Tomi di dapur, Arya di kamar mandi, Anis di ruang tamu sedangkan Tina di teras bersamaku. Aku bingung padahal kami tadi bermain di belakang rumah tapi sekarang kami di dalam rumahku dan di tempat yang berbeda pula.

Aku yakin ada yang tidak beres, setelah beberapa hari aku dan teman-teman memberanikan diri untuk ke belakang rumah dan jelangkungnya tidak ada. Aku pun bertanya-tanya dalam hatiku siapa yang mengambilnya, padahal ayah juga tidak tau bahwa teman-teman kesurupan secara massal dibelakang rumah karena main jelangkung.

KCH

Eni rahmawati

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Eni rahmawati has write 2,694 posts