Main Petak Umpet Lucu Tapi Horor Part 3

Cerita sebelumnya main petak umpet lucu tapi horor part 2. Setelah sampai di markas jaga.
Eka: “eh, dwi tu belum kena,tadi namanya belum di panggil!” (protesnya pada penjaga markas).
Aku: “…..?!” (terdiam sambil nyengir).
Desta: “dor, dwi!” (Sambil memegang markasnya)

setelah menunggu peserta dan penjaga lainnya berkumpul lagi, tiba-tiba david, anas, nasikin datang. David bermuka pucat karena ketakutan. Lalu.
Nasikin: “eh s*alan lho vid, turun duluan gak ngajak-ngajak!” (protesnya pada david).
Anas: “iya lho vid, mana turun pas ada yang jaga pula, lagian ngapain sih lho turun, padahal enak posisimu di atas paling primpen (sembunyi)”. (Protes anas lagi pada david).

lalu si ahmad datang, sambil tertawa puas.
Ahmad: “kapok salahnya turun, jadi pada kena semua kan? *Haha”.
Ternyata david, anas dan nasikin bersembunyi naik pohon mangga, sehingga paling akhir di temukan. Lalu tiba-tiba david menjawab.
David: “heh, siapa juga yang mau ngerjain kalian dan ninggalin kalian, saya turun duluan karena di atas saya, ada yang ikutan duduk di ranting!” (sambil menjelaskan dengan nada kesal).

Nasikin: “iya, lagian kenapa lho gak bilang-bilang kalau yang di atasmu si miss kunti! Pas aku lihat, wah *duanc*k nih david malah ninggalin” (menggerutu sambil menyenggol badan david).
Anas: “waduh, berarti kalian turun karena ada mba kunti?” (tanya anas yang gak tau, karena dia manjat kebagian ranting paling bawah).
Ahmad: “*haha, kapok, makanya gak usah petekelan (manjat), niatnya pada mau ngerjain aku manggil-manggil namaku, eh ternyata di jahilin balik kan. Kapok!” (sambil tertawa senang, menjahili mereka).

Anas, david, nasikin hanya cengar-cengir merasa bersalah nyesel. Kami yang awalnya takut, jadi terbawa ingin tertawa. Akhirnya petak umpet di lanjutkan.Kali ini yang berjaga entah siapa, aku lupa. Dan yang saya tahu ada salah 1 cewek, tapi karena para laki kasihan jadi di ganti dengan cowok. Gara-gara cerita tadi, akhirnya para cewek tidak mau bersembunyi jauh-jauh lagi, karena waktu sudah larut malam. Akhirnya kami bersembunyi di kandang kerbau belakang rumah david, tapi tiba-tiba.

Nurudin: “heh. Yo kita tukeran baju, biar di sangkain mereka aku kamu, dan kamu aku” (sambil membuka kancing baju).
Nasikin: “ayo, kemarin aku juga ngerjain desta, pakai tukeran baju dan berhasil” (sambil ikutan melepas baju dengan senang).
Alim: “weh coy, ada cewek-cewek nih. Heh cewek, sana pindah tempat, nanti kalau ramai-ramai ketahuan!” (sambil melambaikan tangan tanda mengusir).
Hana: “ih pada gak malu ya. Buka baju di hadapan cewek yuk pindah saja yuk. Tuh ada yang datang!” (sambil lari menuju arah lain).

loading...

Akhirnya kami pun ikut pergi, sambil tertawa melihat tingkah anak laki-laki yang jahil.
Fitri: “eh jangan jauh-jauh lagi ah, apa kalian tidak ingat cerita david tadi?” (sambil berhenti dari lari).
Sontak kami kaget, karena di ingatkan. Lalu berhenti semua di tengah-tengah pekarangan kosong yang gelap.
Wati: “ah sudahan yuk, aku pingin pulang, sudah malam. Nanti aku di cariin orang tuaku” (sambil memegang tangan saroh tanpa lepas).

Tapi kami tahu, bahwa wati sudah ketakutan karena dia penakut, lalu.
Fitri: “iya, lagian besok sekolah, aku belum belajar” (alih fitri menghilangkan rasa takut).
Hana: “ya sudah yuk!” (yang lain pun setuju).
Eka: “heh. Cah, tunggu, antarina saya pulang dulu sih” (dengan wajah memelas, maklum arah rumahnya belakang rumah mbah minem, depan jalan di hadapan kami berdiri).

Akhirnya karena kasihan. Kami mengantarnya pulang sambil mengejeknya, *hehe. Di area markas, kami pun bilang pada penjaga dan para peserta yang sudah kena, bahwa kami akan menyerah dan pamit pulang. Tapi ternyata david sudah undur diri duluan sambil duduk termenung di teras rumahnya. Akhirnya kami menghampirinya, dan kebetulan ada ibunya julaiha yang rumahnya bersebelahan dengan david. Karena penasaran ia pun bertanya. Setelah diceritakan.akhirnya kami semua di marahin.

Ibunya julaiha: “sudah di bilangin jangan mainan petak umpet malam-malam, karena ngundang setan. Masih aja pada *ngeyel, sana bubar-bubar pada pulang tidur!” (sambil ngomel-ngomel dan mengusir anak-anak).
Akhirnya kami yang merasa bersalah langsung pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya, bagi yang belum kapok ngajakin bermain petak umpet lagi. Tapi kami para cewek tidak mau, karena takut ketemu sesuatu dan takut di marah babe (seperti aku) *hehe. Sekian.
Note: hanya untuk menghibur, itu sebabnya tidak seram dan di buat drama.