Main Sumputan di Malam Jumat

Hai namaku nawa, ok jadi seminggu yang lalu aku sedang pergi kerumah nenek dan kakek ku. Dari pagi sampai sore tak terasa lalu ayahku menelfon untuk mengambilkan tas coklat. Saat aku mau mengambilnya aku pikir ada orang di ruang tamu, dan saat aku ke atas aku kaget bukan kepalang karena ternyata setelah aku menghitung orang di atas ternyata ada semua.

Aku kaget sekali jadi yang tadi di bawah cuma aku, sudahlah aku berpikir itu kucingku. Saat malam aku dan yang lain lagi bermain sumputan di kamar kakak sepupuku. Aku bersembunyi di lemari, aku sudah tau mereka bersembunyi di mana. Ada yang sembunyi di balik tirai, ada yang di bawah meja, lalu kami mengulangnya lagi. Aku bersembunyi di dekat bawah kasur.

Didekat kepalaku ada tirai, lalu tiba-tiba ada yang menyenggol kepalaku. Saat itu aku menghentikan permainan, “eh tunggu dulu gusti kan sudah gak ikutan lagi jadi 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 loh diantara kalian ada yang sembunyi di balik tirai gak?” Mereka semua menggelengkan kepala. Lalu siapa dong yang tadi menyenggol kepalaku? Lalu tiba-tiba mati lampu.

loading...

Mereka semua pada ketakutan, tenang coba kita semua berhitung satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan loh kan kita semua ada tujuh kok, siapa yang tadi ngomong delapan. Hah jangan-jangan, kami semua lari ketakutan dan ingin keluar tapi tiba-tiba pintu terkunci. Kami menangis ketakutan tapi tiba-tiba hidup lampu dan pintu terbuka. Kami pun terjatuh dan bibi ku bertanya “kenapa kalian?”.

“Tadi kami lagi main sumputan lalu tiba-tiba mati lampu” tiba-tiba bibi ku bingung dan kaget tapi tadi di luar gak mati lampu nawa. Hah kami kaget lalu bibi ku bilang makanya jangan main sumputan ini kan malam jumat. Semenjak itu aku tidak berani main sumputan pada malam hari, apa lagi malam jumat.

Share This: