Makanya Jangan Berisik!

Hay semua penghuni KCH. Semua lah pokoknya gak ada yang terkecuali, kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang dialami oleh keponakan saya, yaitu anak dari mbak tertua saya, oke langsung saja. Dulu mbak saya ngontrak didaerah Cepu (sudah pernah saya ceritakan di “angkernya rumah ibu pemilik kontrakan“). Nah kontrakan mbak saya ini letaknya berhadapan dengan rumah mbah mun (pemilik kontrakan) hanya dibatasi jalan kecil, bersebelahan juga dengan kuburan.

Di sebelah mbak saya ada tetangga yang namanya dhe jiyem, jarak antara rumah dan kontrakan mbak saya ini bersebelahan, bahkan temboknya hampir jadi satu, dhe jiyem ini punya anak yang namanya mbak min yang sering diajak bercanda sama keponakan saya ini.

Waktu itu keponakan saya sedang pulang untuk mengambil teh, karena teh diwarung bakso sudah habis. Keponakan saya memasukkan air rebusan teh kedalam teko yang dibawanya sambil teriak-teriak bercanda dengan mbak min anak tetangga sebelah itu berada dirumahnya sendiri, jadi saling panggil gitu lah tanpa menghampiri. Otomatis suara agak mereka keraskan.

Di saat asyiknya bercanda dengan nada tinggi itu keponakan saya dikagetkan dengan suara orang menggumam “*hemh” begitulah kira-kira suaranya. Tapi dengan nada berat dan suaranya terdengar menakutkan, suara itu berasal dari kamar didepan dapur, dibelakang tempat keponakan saya mengambil air teh. Keponakan saya sontak terkejut, karena tidak ada siapa-siapa dirumah, semua orang sedang diwarung bakso waktu itu, termasuk saya, dan pula suara itu adalah suara seorang pria.

Keponakan saya pun langsung ngacir keluar rumah sambil menutup pintu tanpa menjawab lagi kata-kata mbak min. Sesampainya diwarung keponakan saya menceritakannya kepada saya, saya pun tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya “makanya jangan berisik” kata saya sambil meninggalkannya, mungkin penunggu rumah kontrakan itu tidak senang karena keponakan saya teriak-teriak didalam rumah. Untung gak sampai nongol wujudnya, *hehe.

loading...

Oh ya sekedar info ya, kontrakan mbak saya dulu itu juga terkenal angker, banyak yang mengontrak sebelum mbak saya. Tapi tak ada yang bertahan lama, katanya mereka selalu diganggu oleh penghuni kontrakan tersebut, apa lagi kalau yang mengontrak punya anak kecil.

Setiap malam katanya, anaknya selalu menangis tanpa ada alasan yang jelas, tapi Alhamdulillah saat mbak saya yang menempati tak pernah terjadi hal yang aneh-aneh. Mungkin karena digunakan untuk mengaji setiap hari. Sekian dari saya, maaf bukan cerita seram. Wassalam..

Nurul Chayang Ifand

nurul

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

nurul has write 23 posts