Makhluk Astral Penunggu Rumah Temanku

Perkenalkan nama saya rezie, panggil saja zie. Ini bukan pengalaman yang pertama melihat sosok makhluk astral yang di kenal makhluk gaib. Di malam itu tepatnya tahun 2010 bulan 5 tanggal 13 di hari itu bertepatan dengan hari kamis malam jumat. Saya seorang diri pulang dari keseharian saya berjualan di Tegalega pada jam 12 malam tepatnya saya berjalan ingin pulang ke rumah dan tidak sengaja saya bertemu dengan teman saya di gang yang masih jauh dari rumah saya.

loading...

Lalu temanku itu menyapa saya dan bertanya kepada saya “zie sehabis dari mana kok pulangnya selarut ini?” kata teman saya, Lalu saya menjawab “saya baru pulang dari aktivitas berjualan saya” jawabku. Lalu teman saya mengajak saya untuk bermalam di rumahnya dan tanpa pikir panjang saya langsung bermalam saja di rumah teman saya yang dekat tempat gang tadi.

Di saat saya menginjakan kaki ke halaman teras rumahnya, saya langsung mempunyai firasat yang buruk dan bulu kuduk saya mulai merinding. Tapi gak apalah, mungkin tidak akan terjadi apa-apa. Dan saya mulai masuk ke rumah teman saya lalu di saat itu memang tidak ada orang tuanya teman saya. Karena pada saat itu kata teman saya, orang tuanya lagi pergi untuk beberapa hari untuk mengunjungi rumah neneknya, yang tidak lain adalah orang tua dari orang tuanya teman saya.

Menit demi menit saya berbicang-bincang tentang hal dunia gaib di ruang tengah sambil nonton acara di Trans 7 yang saat malam itu acaranya (masih) dunia lain. Yah program uji nyali gitu, setelah acara selesai kami berdua jadi ketakutan karena nonton acara itu. Dan jam pun bergulir sudah menunjukan jam 1.30 kurang lebih. Saya dan teman saya di buat gelisah karena tadi sudah nonton acara televisi yang begitu seram di tambah ngobrol tentang dunia gaib.

Pikiran kami semakin menjadi aneh-aneh waktu itu dan kejadian janggal pun di mulai. Dari mulai terdengar suara-suara yang aneh di kamar mandi seperti ada orang yang sedang mencuci piring dan gelas, suaranya begitu nyaring terdengar. Suara gelas dan gelas lainnya saling beradu, kami berdua semakin ketakutan dan tak ada di antara kami yang berani memeriksa suara itu. Kami mencoba untuk menghiraukan suara itu tapi malah semakin terdengar keras.

Lalu kami berdua mencoba menarik selimut tinggi-tinggi sampai menutupi muka kami yang sedang ketakutan. Saya sampai enggak bisa nafas karena selimut yang menutupi saya itu, dan saya coba untuk menghela nafas sambil membuka selimut itu. Ternyata semakin terbukti saya melihat sesosok miss kun melayang dari arah kamar mandi ke ruang tengah yang kami berdua sedang berada dan menuju kamar.

Saya yang ketakutan mencoba untuk ngasih tau teman saya bahwa saya melihat sesosok itu sambil mencubit cubit tangan teman saya. “Euy, euy penx eta aya kunti” (penx itu ada kunti) sambil menarik kembali selimut saya dan teman saya tidak mau membuka selimut satu jengkal pun dari mukanya. Malam semakin hening dan tidak ada suara dari jangkrik ataupun suara lainnya. Malam itu saya dan teman saya semakin gelisah di buatnya dan terdengar lagi suara cekikikan tertawa dari sang miss kunti tadi yang saya lihat dan berubah lagi nadanya menjadi suara tangisan.

Kami mencoba berdoa sebisa kami dan membaca ayat suci Al Quran sebisa kami. Dan apa yang terjadi kami malah di tertawakan oleh miss kunti itu. Kami semakin berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkan kami dari miss kunti itu. Terjadilah keajaiban Allah SWT, ketika kami berdoa sesaat kemudian terdengar suara hansip yang sedang bepatroli di luar dan memukul tiang listrik.

Aku dan temanku bergegas keluar untuk melarikan diri dari rumah itu dan dengan nekat kami menerobos pintu rumah untuk keluar. Lalu alhamdulilah saya dan teman saya bisa keluar dari rumah itu dan kami segera menyapa pak hansip itu yang sedang berpatroli. Kami memberitahukan kejadian tersebut kepada hansip itu, lalu bapak hansip itu mencoba memeriksa ke rumah temanku itu. Tapi tidak melihat dan tidak mendengar apa-apa mungkin karena kejadian itu telah usai.

Dan kata pak hansip, “jang teu aya nanaon da, tos weh sok geura kalelebeut deui gera taridur deui moal ngagangu nu karitu mah, ku mang geus di babacaan moal aya nu ngaganggu deui” (Tidak ada apa-apa, sudah saja pada masuk dan tidur lagi tidak akan mengganggu yang begituan, saya sudah baca doa tidak akan ada yang ganggu lagi) tutur pak hansip.

Lalu saya dan teman saya bilang bahwa kami tidak mau lagi tidur di rumah itu di karenakan takut, lalu si bapak hansip itu mengajak kami tidur di pos ronda dan rumah teman saya itu di kunci lalu segera di tinggalkan. Hati senang bercampur riang karena tidak ada kejadian yang aneh lagi, kami pun jalan ke pos ronda dan tidur di dalam pos ronda itu sambil di temani para hansip yang sedang ngeronda.

Esok harinya kami terbangun dan di antar pulang oleh pak hansip itu ke rumah teman saya dan teman saya memanggil kakaknya yang sudah berpasangan dengan istri dan anaknya untuk tidur di rumahnya dan saya pun pulang ke rumah dengan masih kepikiran kejadian semalam. Konon katanya menurut tetangga dan hansip. Memang rumah itu sudah ada penunggunya dan kalau ada orang baru yang memasuki rumah itu termasuk saya pribadi itu untuk perkenalan, tutur para tetangga dan hansip itu.