Makhluk Halus

Banyak manusia yang kadang kala sering menghiraukan keberadaan makhluk halus. Sebenarnya makhluk halus itu ingin diakui keberadaan nya, bukan untuk mengganggu. Tapi hanya sekedar untuk mengingatkan saja kepada manusia, atau bahkan menyampaikan sebuah pesan. Namaku Iman, umurku sekarang sudah 25 tahun dan kesibukanku adalah bekerja di sebuah kantor swasta yang berada di kota ini. Sebagai karyawan baru, aku banyak sekali diberi tugas.

Setiap hari aku pulang pada malam hari, aku memang sibuk dengan pekerjaan yang menuntutku harus pulang larut hari di bandingkan dengan pegawai kantor lain nya. Sama seperti malam-malam sebelumnya, malam itu aku pulang kantor larut sekali karena lembur. Meskipun saat itu pekerjaanku belum ada yang selesai.

Aku menutup kantor dan segera menuju mobilku yang terparkir di basement. Aku turun menggunakan tangga karena bila sudah malam hari, lift nya sudah tidak beroperasi. Ketika aku berjalan menuruni anak tangga, setiap langkahku bisa terdengar di seluruh penjuru ruangan sampai aku mendengar suara yang lain. Suara sepatu hak tinggi yang juga terdengar mengiringi langkahku berjalan dan di kejauhan aku melihat seorang yang sedang berjalan di depanku.

Dari jauh bisa kulihat, dari cara berpakaian nya dia adalah seorang wanita. Memakai baju warna merah gelap, blender dan kaos. Wanita itu berjalan cukup cepat, sangat terburu-buru. “Ada yang lembur juga berarti” begitu pikirku, dan wanita itu menghilang dari pandanganku ketika dia berbelok di koridor lain. Aku pun menyusulnya, ketika aku tengok terlihat dia berhenti di depan sebuah pintu.

Aku pun basa basi menyapanya “Malam, mau kemana?”. Wanita itu menengok kepadaku, namun wajahnya tidak begitu jelas. Namun dia tidak muda, wanita yang sudah berumur itu hanya tersenyum kepadaku. Lalu merogoh tas nya, sepertinya dia mengambil kunci untuk ruangan itu. Aku pun melewati dan meninggalkan nya, tibalah aku di basement yang dimana mobilku terparkir. Kulihat basement saat itu sudah sepi, hanya tersisa mobilku yang terparkir saat itu.

Kurasakan malam itu sedikit berbeda, terasa sekali bahwa malam itu sangat dingin sekali. Memang saat ini kota Bandung lagi sangat dingin. Aku nyalakan mobilku, lalu aku pun pergi meninggalkan kantor. Mobilku berhenti di pos parkir, namun pos saat itu kosong. Mobilku terhalang portal untuk keluar, aku lihat jam sudah menunjukan pukul 11 lewat. Aku pun keluar dari mobil, “Pak, mau keluar mana parkirnya?” namun tidak ada jawaban.

Di dalam pos satpam yang aku lihat hanya ada tv yang menyala sendiri. Aku memutuskan untuk keluar mencari mereka, sampai langkahku terhenti ketika aku melihat seorang wanita berdiri di dekat mobilku. Dia wanita yang tadi aku lihat di kantor, dia melambai-lambai memanggilku. Aku pun segera mendekati wanita itu, karena sudah berada di depan nya.

Terlihat wajahnya sudah sangat tua, “Kenapa bu?” lalu dia pun menjawab “Ibu mau ikut pulang, boleh?”.

“Boleh bu, kemana?”
“Nanti ibu kasih tau, tidak jauh dari sini”
“Oh, ya. Masuk dulu bu ke mobil, saya cari dulu satpam nya untuk buka portal parkir.”

Entah apa yang ada di dalam pikiranku, tapi aku merasa kasihan dengan nya. Aku pun keluar dan akhirnya menemukan penjaga pos yang sedang nongkrong di warung. Segera dia pun kembali lalu membuka portal untuk ku. Aku pun meninggalkan kantor itu, aku mengendarai mobilku secara perlahan. Selain karena sudah mengantuk, aku pun tidak ingin terburu-buru karena takut tujuan nya ibu itu terlewati. Aku melihatnya, dia terlihat sedang menatap ke arah luar jendela.

“Ibu mau saya antar sampai kemana?” dia tidak menjawab, dan masih menatap ke arah luar jendela. “Ya sudah, nanti kalo sudah mau berhenti kasih tau saja ya” Kataku, aku pergi menuju ke arah dago atas dan di jalan, entah kenapa aku tidak melihat satu pun kendaraan. Hanya ada beberapa dari arah berlawanan itu juga. Tiba-tiba saja, ibu itu menangis. Jujur aku sangat kaget, “Ibu kenapa?” dia menutup wajahnya dan aku tidak bisa apa-apa.

Aku coba menawarkan tissue namun dia menolak, dan ibu itu terus menangis. Aku sedikit terganggu dengan suasana tangisan di dalam mobil. Karena tidak tahu apa-apa, aku berinisiatif langsung mengarahkan mobilku ke arah rumahku. “Bu, saya mau belok ke sini ya. Kalo ibu mau turun bilang aja”, Aku menyusuri jalanan kecil, sampai di depan aku melihat beberapa orang berkumpul.

Sepertinya terjadi sesuatu disana, karena tidak bisa menembus kerumunan orang itu. Aku pun turun, “Bentar ya bu, saya mau lihat dulu” kataku padanya sambil melihat dia masih menangis. Aku keluar dari mobil lalu mendekati kerumunan orang-orang itu. Disana terjadi sebuah kecelakaan, aku melihat sebuah motor yang sudah hancur dengan cucuran darah. Setelah aku bertanya, katanya motor ini ngebut dan terjadilah insiden tersebut.

Mendengarnya saja aku sudah ngeri, jasadnya sudah dibungkus oleh koran. Kata warga, menunggu polisi untuk datang dulu. Namun ada yang membuat aku mengalihkan perhatianku, ketika aku melihat sebuah sepatu yang tergeletak. Sepatu hak tinggi, sepertinya aku pernah melihatnya. Sebuah kenyataan yang belum aku tahu disaat aku membuka penutup koran yang membungkus sebuah jasad. Terlihat sesosok wanita tua memakai baju warna merah gelap dan wajahnya seperti wanita yang sedang ikut di dalam mobilku.

Bulu kuduk langsung berdiri, segera aku melihat ke arah mobilku dan disana tidak ada siapa-siapa. Aku meyakinkan diriku bahwa ini semua bohong tapi sangat nyata sekali. Yang ikut denganku tadi itu ternyata bukan manusia. Besoknya aku pun kembali ke kantor dan ternyata memang benar, ada salah satu karyawan yang meninggal. Karyawan bagian keuangan yang meninggal kemarin akibat kecelakaan, dan baru aku tahu namanya adalah ibu rosi.

Aku tidak menyangka akan terjadi hal seperti semalam, mungkin ibu rosi mengunjungi kantor untuk berpamitan. Benar-benar aku tidak percaya kalo semalam aku melihat ibu rosi yang masih hidup dan mengobrol denganku dan aku juga sudah melihat jasadnya yang sudah tidak bernyawa.

loading...

Share This: