Malam Minggu Kelabu

Malam minggu sudah semestinya merupakan malam yang menyenangkan buat banyak orang. Tapi malam minggu itu sangat tidak menyenangkan buatku sehingga aku menyebutnya malam minggu kelabu. Aku hanya memegang remot tv sambil menyandarkan kepalaku di sofa. Bulu sofa yang menempel membuatku merasa nyaman dan enggan sedikitpun bergerak. Sedari pagi aku sendirian dirumah, Ayah Ibu serta Adik sudah pergi dari pagi untuk mengunjungi nenek di kampung.

Ibu sempat bilang kalo dia hanya pergi satu hari saja dan tidak akan menginap, tapi sampai jam segini keluargaku belum juga pulang. Aku juga sempat untuk mengajak pacarku untuk bermalam di rumahku. Namun dia bilang, dia akan datang jika urusan di kantor sudah selesai. Aku sempat kesal karena di penghujung minggu seperti ini pacarku masih saja sibuk dengan urusan kantornya. Dan itu semua membuatku harus sendirian di rumah.

Aku masih terkulai malas di depan sofa, hari itu aku juga lagi halangan jadi itu yang membuatku malas beranjak. Kondisi rumah saat itu sangat sepi, Aku membetulkan posisi duduk dimana posisi duduk sekarang bersandar dengan dua kaki di lipat dan tanganku memainkan remot tv lalu aku terperanjat.

Karena tiba-tiba saja seperti ada sentuhan halus di pundak. Aku pikir itu hanya laba-laba atau binatang semacamnya namun tiba-tiba kejadian itu terulang lagi. Rasa takutku mulai datang, aku hanya duduk terdiam dan badanku tidak bisa digerakan. Bulu kuduk mulai berdiri seketika itu, beberapa kali aku menelan ludah.

loading...

Aku berusaha untuk tetap tenang dan mengontrol rasa takut karena aku tidak mau sugesti berlebihan dan ujung mataku menangkap sebuah bayangan ganjil dan bayangan tersebut terpantul jelas di layar kaca besar didepanku. Dengan rasa takut dan penasaran, perlahan aku melihat ke sisi kananku. Sesosok makhluk dengan kain putih yang melilit seluruh badannya dan juga muka lebam gosong. Dia tepat duduk disamping kursiku, makhluk dengan kepala kain terikat itu ada dibelakangku.

Perasaan takut sudah tidak terkendali, ini disebut dengan kejadian yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Aku tau nama makhluk itu, aku tau rupa makhluk itu dan aku tahu makhluk itu apa. Dengan suara terdengar seperti seseorang yang mendengkur. Aku perlahan menatap ke arah televisi bersikap seolah aku tidak melihat makhluk itu dan aku segera memejamkan mataku.

Mulutku komat-kamit membaca doa yang aku hapal. Aku membuka mataku perlahan mencoba memastikan makhluk itu sudah hilang dari sampingku. Dan tidak lama pacarku datang, aku langsung memeluk irwan dan menceritakan kejadian tadi. “Aku takut,” irwan hanya diam mendengarku dan menyuruhku untuk tidur kemudian dia mengikutiku tidur dengan tangan melingkar di perutku.

Dia memeluk sangat erat, kemudian sedikit demi sedikit rasa takut pun hilang. “Kriing… kring.” tiba-tiba suara handphone berbunyi. Irwan sempat bangun dari tidurnya dan melepaskan tangannya, dan ketika aku lihat nama di layar handphone. Disitu bertuliskan Ibu, aku mengangkat handphone.

“Halo Dev, Ibu kayaknya belum bisa pulang malam minggu sekarang dan baru bisa pulang besok pada minggu pagi. karena keluarga lagi banyak berdatangan, tadi juga irwan telepon ibu. katanya kamu tidak bisa di telepon ya? terus dia bilang baru bersiap mau ke rumah.” Aku terperanjat dengan pernyataan ibu. Jadi kalo irwan masih menuju ke rumah, lalu yang berbaring di atas tempat tidur ini siapa.

Share This: