Malam Minggu yang Mengerikan

Halo, ketemu lagi dengan saya Dewayana. Asal saya dari kota Solo, umur saya 11 (sebelas) tahun. Kali ini saya akan ceritakan pengalaman mengerikan saya saat malam mingguan. Saya ingatkan “Jangan pernah baca ini sendirian” ok langsung saja ke cerita. Hari minggu pun tiba. Saya dan keluarga saya pergi mencari hiburan, sekedar makan-makanlah. Setelah pulang saya cuci muka dan istirahat sambil membaca cerita hantu.

Saat saya membaca, saya merasa tidak enak atau saya merasa ada yang menemani saya. Padahal Ibu, Ayah, dan adik saya pergi membeli susu untuk adik saya. Tapi saya biarkan paling cuma perasaan saya saja, karena membaca cerita hantu. Sehabis membaca saya langsung tidur. Saya bangun lagi pukul 16.00 sore, saya langsung keluar dan bermain dengan teman-teman saya.

loading...

Saat bermain saya kepikiran terus tentang hal tadi, ketika serasa ditemanin sama yang kayak begituan. Teman saya menyentuh saya dan berbicara “Dewa kamu ikut nggak nanti malam mingguan? Ada aku, Dafa, Jagad, Dema (teman-teman saya)”.  Ok aku ikut, kataku.

Malam minggu sudah tiba. Sehabis sholat isya sekitar jam 07.15 saya dan teman saya saling memanggil teman saya yang belum datang. Akhirnya semua teman saya sudah datang. Saya dan teman saya bermain bentengan dan gobak sodor. Akhirnya kita berkumpul dan berbagi cerita hantu. Ceritanya bikin aku merinding dan tidak berani pulang kerumah. Lagi pula rumahku lebih jauh dari teman-temanku. Tapi ya sudah syukuri saja. Kalau tidak pulang aku mau kerumah siapa?.

Kami pulang jam 10.00 malam. Aku berjalan ditengah kesepian. Semua rumah sudah ditutup, dikunci, hanya cahaya lampu yang membuatku agak tidak takut. Rasa takut itu hilang setelah aku melihat ada bapak-bapak yang lagi duduk-duduk di pos ronda. Namun, setelah semakin dekat kulihat, ternyata itu bukan bapak-bapak yang lagi duduk. Melainkan pocong yang sedang berkumpul. Aku langsung berlari secepat mungkin ke rumah.

Namun tidak bisa, kakiku tergelincir. Dan pocong-pocong itu terus mendekat, akhirnya pandanganku terasa gelap. Setelah itu aku ditemukan di pos ronda tempat pocong-pocong tadi berada. Aku diselamatkan oleh bapak-bapak yang lagi meronda disana.

Sesampainya dirumah, aku langsung menceritakan kejadian itu kepada orang tuaku. Dan orang tuaku bilang “memang di pos ronda itu terkenal angker, karena ada beberapa orang yang bunuh diri disitu”. Sejak saat itu, aku sudah tidak berani pulang larut malam. Sekian dari saya, jika kurang seram maaf ya memang kenyataannya begitu. Jika ada kesalahan tulisan maaf juga. Karena, nulisnya pakai android. Sampai jumpa lagi.

KCH

Dewayana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Dewayana has write 2,691 posts