Malam Pertama Part 2

Hai hai semuanya para reader KCH, kembali lagi di cerita Yain, jika ada yang belum sempat membacanya, biar jelas, kalian baca dulu cerita yang sebelumnya. Ini kelanjutan dari cerita “malam pertama“. Apa kalian masih penasaran? Tak usah basa basi kita langsung saja *gowes-gowes blekedes tak hewes hewes sak sek sak sek hokya hokya kecerita. Dari ekspresinya mama saat itu aku yakin mama yang punya kelebihan mata batin tahu apa yang terjadi tadi malam.

Aku terus merayu dan mendesak mama untuk menceritakan apa yang terjadi semalam. Aku memang sengaja tidak mau mencari tahu asal suara suara itu, karena aku takut. Lalu mama menjawab, bahwa yang mengetok pintu adalah kakek berjenggot putih dan berpakaian serba putih seperti kyai, dan yang jatuh didepan televisi itu, pocong! Dan yang berbunyi pok-pok itu, makhluk yang wujudnya kepala melayang beserta organ tubuhnya.

Dan ada siluman kuda yang lewat tadi malam. Mama sempat kecewa saat aku tidak melihat keluar untuk mengetahui asal suara pok-pok itu, karena ternyata suara pok-pok itu suara manusia kutukan karena salah mengucap mantra saat pesugihan, katanya. Dan pok-pok suka dengan darah segar sehingga dia dapat menghisap darah pada malam hari saat orang sedang tidur nyenyak, biasanya korbannya akan mendapati lingkaran hitam lebam di bagian tubuhnya yang diyakini itu bekas hisapan darah oleh pok-pok.

Mama menyarankan agar aku mengucapkan salam “assalamualaikum” jika mendengar suara pok-pok karena dengan begitu, manusia yang jadi pok-pok akan jatuh sakit lalu meninggal, mama kecewa karena selama ini dia mengincar ingin menangkap pok-pok tapi tidak pernah berhasil. Malam harinya, sebelum mama dan papa hendak berangkat ke rumah calon bupati, adikku tidak ikut untuk menemaniku, mama duduk bersila dilantai kamar tengah, memegang sapu lidi sambil membaca doa lalu sapu itu digenggam dari ujung sapu sampai ke ujungnya sambil meniupnya.

Lalu kedua tangan mama diayun dari atas kebawah sampai menyentuh lantai sambil membaca doa-doa dan meniup kesegala arah. Ini dilakukannya untuk membuat pagar gaib disekitar rumah, agar tidak ada gaib yang mengganggu lagi. Setelah itu, mama memberikan sapu lidi padaku untuk berjaga-jaga jika ada pengganggu. Mama berpesan “nanti malam kalau ada yang ganggu lagi, kamu kibas-kibaskan sapu-sapu ini kesegala arah ya”.

“Iya ma”, aku menjawab. Dan ketika mama berdiri, mama teriak “*aw” sambil menendang-nendang seperti ada sesuatu yang menempel dikakinya, ketika dilihat astagfirullah! Kelabang atau kaki seribu atau biasa disebut lipan kalau didaerahku, menggigit kaki mama, lipan itu sangat besar, baru kali itu aku melihat lipan sebesar itu, sebesar 2 jari tangan dewasa yang disatukan, panjangnya kurang lebih 15 cm.

loading...

Aneh, dari mana asalnya lipan itu, aku dan adikku tidak mengetahui dari mana asal lipan itu. Mama mengatakan bahwa lipan itu jelmaan jin yang ingin menyerang. Seketika lipan itu pergi menghilang entah kemana, tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa karena kaki mama yang bengkak langsung di olesi bawang putih sehingga sakitnya tidak terlalu lama dan racunnya tidak menyebar.

Jadi, selama aku punya sapu lidi ajaib dirumah. Sudah tidak ada makhluk iseng yang menggangguku, bahkan sapu itu selalu berada diatas kasurku supaya kalau terdengar suara aneh dimalam hari, atau gangguan lain aku langsung mengibaskan sapu itu ke segala arah. Tapi anehnya, semenjak ada sapu lidi itu dirumah tidak pernah lagi ada pengganggu, apalagi rumah sudah dipagar gaib.

Dan sekarang, aku sekeluarga sudah tidak tinggal dirumah itu lagi. Sekian ceritaku. Maaf ya bagi teman-teman yang sudah menunggu aku untuk memposting ceritaku lagi, karena setiap ingin mengetik cerita selalu saja ada halangan yang tak masuk akal. *Hehe. Terima kasih.
FB: Yain Bidadari Angkot

Yain Bidadari Angkot

Fitri Yain Anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yain wa : 081280410615 makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri Yain Anrola has write 33 posts