Mall Wahana Misteri Rumah Hantu

Ketakutan mereka adalah keberhasilan bagiku, itu mungkin yang akan kamu rasakan ketika dihubungkan dengan hal misteri apalagi hantu. Namaku Alby, saat ini aku memegang sebuah wahana misteri rumah hantu di sebuah mall. Setelah sukses menggelar acara ini tentunya ada rasa ketagihan untuk membuatnya terus menerus dan disinilah tugasku. Sudah hampir tiga minggu berjalan di mall itu, jujur tidak selalu banyak juga pengunjung yang datang karena mungkin lokasinya yang kurang strategis.

Rumah hantu ini terdiri dari delapan sekat dan lorong yang berliku-liku. Tiap sekat dijaga oleh satu orang yang berpakaian hantu yang siap untuk menakuti pengunjung, aku kenal sekali dengan mereka. Ada satu orang wanita berpakaian putih dan beberapa orang lainnya ada yang menjadi genderuwo, pocong bahkan yang berpakaian serba hitam. Semuanya ada didalam rumah hantu ini, dan sampailah pada hari itu.

Kulihat jam menunjukan 12.00 siang, pada saat itu udara sangat panas. Aku sambil duduk dan mengipaskan leherku, di seberang aku lihat ada satu kamar yang di isi oleh salah seorang pegawai yang memakai baju pocong, dia adalah andi. “Ndi, gak gerah apa pakai baju pocong itu?” ujarku kepadanya. Andi yang memakai baju pocong itu hanya terdiam dan dia malah mengeluarkan suara dengkuran yang cukup keras.

Melihat andi yang sedang tertidur pulas, aku pun turun ke tempat rumah hantu itu. Ketika hendak berjalan, alangkah kagetnya ketika aku. Disana aku melihat juga seorang pegawai memakai baju pocong sedang mengobrol dengan pegawai lainnya. Dan saat aku lihat itu kan andi, terus yang kulihat di kamar itu siapa. Untuk meyakinkan aku kembali lagi ke ruanganku, dan astaga diruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa.

Aku bergegas pergi dan pamit pulang duluan, karena aku merasakan sedikit hal yang membuatku tidak nyaman berada disana. Esok harinya aku mencoba bersikap normal, ketika aku datang hari itu banyak pengunjung yang mengantri dan pengunjung pun masuk ke rumah hantu. Aku pun segera lupa kejadian kemarin, sekitar jam 03.00 sore kami pun break sebentar dan para pegawai hantu kita kumpulkan dalam satu ruangan lalu beristirahat.

Sebelum dibuka lagi aku mulai menghitung para pegawaiku, lalu Andi salah satu pegawaiku berbisik kepadaku. “Alby, coba lihat itu ada yang memakai baju pocong juga”. Aku pun mulai menghitung dan benar saja ada satu orang. Setelah selesai briefing para pegawai hantu kembali ke tempatnya masing-masing. Aku mengikuti satu persatu pegawaiku, setelah semuanya sampai di posisinya masing-masing.

Aku masih mengikuti dua pegawai yang sedang berjalan terus, keduanya memakai baju kuntilanak dengan rambut panjang berwarna hitam dan kedua pegawai itu berjalan terus sampai keluar dari area rumah hantu. Aku terus mengikuti kedua kuntilanak itu sampai mereka berjalan dan masuk ke pintu tangga darurat. Kedua orang itu lewat jalur tangga darurat menuju kebawah, jalannya semakin cepat. Aku mencoba mengejarnya dan mereka berhenti.

Aku pun ikut berhenti, kurang lebih aku berjarak dua meter di atas tangga mereka. Badan kedua sosok kuntilanak itu tidak bergerak sama sekali. Rasa takut pun muncul, jantungpun mulai berdebar. sosok kedua kuntilanak itu sama sekali tidak bergerak, benar-benar seperti patung. Seketika bulu kuduk mulai berdiri, aku perlahan mencoba mundur dan mencoba kembali ke atas lalu tiba-tiba “hihihi”.

Kedua sosok kuntilanak itu berbalik dan mukanya rata. Aku segera membereskan peralatanku dan dengan panik aku pun pamit pulang duluan. Beberapa orang pegawai bertanya kenapa, namun aku tidak menjawab apa-apa. Aku segera ke basement untuk mengendarai mobilku dan segera meninggalkan tempat ini. Saat tiba di basement ketika aku sedang berjalan. Dari parkiran mobilku, lampu basement ini mulai berkedip-kedip dan hampir mati.

Basement ini kini cukup gelap, tapi aku masih bisa melihat cukup jelas mobilku ada didepan sana. Dan tiba-tiba terdengar suara anak kecil berlari kejar-kejaran sambil tertawa. Suaranya terdengar mengelilingiku, aku segera berlari dan masuk kedalam mobilku. Aku menjalankan mobil dan mulai memutar mobilku menuju keluar basement. Karena gelap aku mencoba menyalakan lampu mobil sesaat lampu mobil menyala dan dari arah depan.

loading...

Astaga. Didepanku berdiri sosok wanita yang sedang menggendong kedua anaknya dengan kepala dan muka yang sudah hancur juga berlumuran darah. Aku pun segera menancap gas dan keluar dari basement. akhirnya aku pun bisa keluar dari basement. Aku berhenti sejenak dan menarik nafas, jantungku berdegup kencang. Meskipun hanya sekilas namun aku masih mengingat jelas sosok itu. Setelah itu aku pun penasaran dan mencari tau kenapa, akhirnya misteri pun terkuak.

Konon katanya dulu pernah ada dua wanita yang bunuh diri disini. Yang satu meloncat dari tangga darurat dan yang satu lagi seorang wanita juga yang meloncat dari tingkat tiga lalu jatuh dibasement. Wanita itu bunuh diri bersama kedua anaknya ketika bangunan itu sedang dalam pembangunan. Tidak ada yang tau hal itu namun kebenarannya pun masih tanda tanya. Yang pasti aku percaya karena aku pernah merasakannya sendiri.

Share This: