Manis

Kakak ku adalah perennial tercantik di sekolah. Semua kakak kelas, satu angkatan, dan bahkan beberapa adik kelas di SMA nya banyak yang menyukainya. Tetapi dia tetap tidak sombong. Dia tidak pernah merasa dirinya paling cantik, ia malah merasakan hal sebaliknya. Karna itulah ia tak pernah pilih-pilih teman ataupun memandang rendah orang.

loading...

Dan kali ini ada seorang anak murid baru yang gendut, jelek, dan bodoh. Ia hanya tau makan dan tidur saja. Tak sering ia di hukum karena sering makan ataupun tidur di kelas saat jam pelajaran. Kali ini dia duduk sebangku dengan kakak ku. “Namamu itu dhery, ya?” Tanya anak itu dengan menunduk. Kakak ku hanya tersenyum dan mengangguk.

“Iya kalo kamu itu riyna, kan?” Tanya ramah kakak ku. Anak itu hanya mengangguk. “Anak ini cantik, pintar, baik lagi. Kata orang dia juga cewek yang imut dan manis, sedangkan aku? Aku juga ingin jadi manis kayak dia” Pikir si anak gendut itu. Malam ini aku sedang bermain Uno di kamar kakak. “Yee, kakak lihat! Aku menang! Aku ingin cincin kupu-kupu kakak yang bagus itu, dong” Kataku dengan sangat senang.

Kakak ku hanya tersenyum. Aku sangat senang melihat kakak ku senyum. Karna kecantikannya lebih terlihat jika dia senyum. Tiba-tiba saja ia di panggil oleh si gendut itu! Katanya ia ingin di bantu untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Kakak ku, pun meminta izin dengan kakak sulungku. Dan kak megy mengijinkannya. Tapi sampai pagi ini dia juga belum pulang. Kak megy sama sekali tak mengkhawatirkannya.

Tak sepertiku, aku pun pergi ke sekolah dan saat di jalan aku bertemu si gendut itu. “Hay, dek. Aku maniskan sekarang!” Sapa anak itu dengan narsisnya. Aku hanya menggeleng kesal. “Yah, percuma saja aku menelan beberapa makanan manis. Padahal aku belum manis juga. Eh? Greek” Lesu anak gendut teman kakak ku itu sambil mengambil sesuatu di giginya.

“Hah, akhirnya benda bodoh ini sudah tak menyangkut di gigiku. Bye, dek” Kata si gendut itu sambil lari ke sekolah. Aku melihat benda yang menyangkut di giginya yang baru ia lempar tak jauh dari sini dan aku terbelalak kaget saat melihat benda tersebut karana itu adalah cincin milik kakak ku “Jadi yang dia maksud sebagai makanan manis itu”.

By: eddgher

Share This: