Manusia Gunung

Lagi lagi saya akan post cerita dari sahabatku tentang manusia gunung, dari pada banyak basa-basi, langsung saja kecerita. Simak baik-baik, mengisi waktu liburan, aku menemani mama mengurusi tanah nenek yang ingin dikelola menjadi kebun teh didaerah gunung Talang, Solok. Selama dua hari aku selalu mengikuti kemanapun mama pergi. Tapi hari ini, aku lebih memilih tinggal di villa nenek yang menjadi tempat tinggal kami selama disini, sendirian.

Ternyata aku membuat keputusan yang salah. Beberapa menit yang lalu mama menelepon, mengecek keadaanku yang sebenarnya baik-baik saja. Lalu terlontarlah, “Zi mau mutar-mutar ya ma”. Mendengar itu, mama melarangku dengan keras untuk keluar rumah dengan berbagai alasan. Pertama, takut aku nyasar. Yang kedua, hawa diluar bukan main dinginnya dan mama takut aku kena flu. Alasan ketiga, villa tidak aman ditinggal, karena memang tidak ada pembantu atau penjaga rumah. Dan yang keempat adalah para manusia gunung.

Baru saja mama menelepon, pintu rumah sudah diketuk seseorang. Segera aku berlari membukanya, dengan sedikit takut. Ternyata apa yang mama bilang benar, lelaki berjaket hitam dan bertopi gunung itu datang. Seketika bulu kudukku merinding. Sebelum sempat lelaki itu berbalik badan dan memperlihatkan wajahnya, aku banting pintu kembali tertutup dan menguncinya.

Ketakutanku bertambah saat tersadar kalau aku sendirian di villa nenek ini. Tiba-tiba pintu diketuk lagi. Terbirit-birit aku menjauh dari ruang tamu, berlari menuju kamar dan meringkuk dibawah selimut hingga mama pulang. Apa benar cerita “khayalan” mama itu. Mulanya aku mengira mama hanya menakut-nakutiku. Mama sempat bercerita tentang manusia gunung.

Mereka bukan sembarang manusia. Manusia-manusia gunung adalah mereka yang terjebak dan mati didalam hutan, karena tersesat, karena hewan buas, karena hawa dingin, karena kelaparan, dan karena kelelahan. Mama bilang, mereka suka keluar tidak tentu waktu untuk mencari sosok teman yang akan dibawa kedalam hutan. Mereka susah dikenali karena pakaiannya sama dengan para pendaki gunung biasanya. Jaket, topi gunung, tas ransel.

Saat mendengar mama bercerita, seketika aku bergidik ngeri. Aku harap itu bukan kisah nyata karena aku tengah sendiri disini. Di balik selimut aku tidak henti-hentinya membaca doa. Tubuhku masih gemetaran ketakutan. Tiba-tiba aku mendengar pintu rumah diketuk lagi setelah setengah jam hening. Jantungku langsung berhenti berdetak. Mulutku kembali komat-kamit. Pintu itu diketuk lagi. Makin keras, makin emosi. Aku makin membenamkan kepalaku dibalik bantal, sama sekali tidak berminat mendengarkan ketukan itu.

“*Rrgghh” ponselku bergetar. Aku singkirkan bantal dan selimut meraih ponselku. Dari mama.
“Mama dimana? Cepat pulang! Zi takut!” ucapku emosi.
“Gimana mama mau cepat pulang?! Dari tadi pintu Mama ketukin nggak dibuka!” jawab mama nggak kalah emosi.

Aku sedikit lega setelah tahu bahwa yang dari tadi mengetuk pintu itu mama.

“Ma, tadi manusia gunung itu datang!” *repetku langsung ketika mama melangkah masuk.
“Benar? Kok bisa ketemu? Keluar ya kamu? Kan sudah mama bilang kalau diluar itu” belum sempat mama melanjutkan kalimat, aku lanjut bicara.
“Nggak ma. *Boro-boro. Habis dengar cerita mama. Manusia gunung itu kesini, ma. Mengetuk pintu”.

“*Haha” mama cuma berdecak menanggapi ucapanku.
“Kok cuma haha?”.
“Kagum saja. Hantu ternyata tahu sopan santun. Kalau didalam film-film kan nyelonong saja” jawab mama asal. Aku jadi *keki.

“Ma, sebenarnya cerita mama itu benaran nggak sih ma? Tadi itu, habis mama telepon aku, ada laki-laki datang. Pakai jaket, pakai sepatu boat, pakai topi gunung. Ya persis kayak manusia gunung yang mama ceritakan itu. Aku serius ma”.

loading...

Aku meyakinkan Mama dengan ceritaku tentang kejadian menyeramkan barusan. Mama menatapku agak serius. Jadi takut. “Ya ampun Zi Kamu itu sudah besar. Masih percaya sama cerita begituan. Sayang itu semua fiktif. Not real. Jangan terlalu lugu gitu *dong. Mungkin saja itu tetangga kita. Mama mandi dulu. Sebentar lagi relasi mama datang. Oh iya, mama lupa. Di dalam mobil ada nasi kotak. Kamu ambil, terus makan. Nggak usah tunggu mama”. Kemudian mama berlalu. Bersambung ke manusia gunung part 2.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Manusia Gunung
Manusia Gunung
Rate this post