Marlina Part 3

Cerita sebelumnya Marlina part 2. Aku eka dan rina mulai memikirkan omongan ibunya rina kemarin. Kami tidak habis pikir, Marlina yang kemarin terakhir kami lihat telah berpulang membawa banyak kenangan. Semua murid kelasku merasa kehilangan, terutama sahabatnya. Tapi yang kulihat malah dani yang lebih sedih, dani adalah murid baru, dan baru 1 bulan masuk disekolahku. Tapi ternyata dia menyimpan rasa pada marlina, setelah marlina pergi dia tidak pernah masuk sekolah/keluar.

Dia beragama kristen, tapi aku bahkan semua murid cewek suka padanya karena dia ganteng (*huh). Dia duduk dibelakangku. Di cerita “dia suka di bangku belakang“. Aku kira dia bakal cinta sama temanku dewi, karena paling cantik, akan tetapi pikiranku meleset, dia lebih menyukai marlina. Dan aku melihat waktu mereka bercanda didepanku, mungkin itulah kesan dari dani yang membuahkan cinta.

loading...

Tepat hari pemakaman marlina, kami semua murid meninggalkan kelas menuju rumahnya. 2 mobil angkot kami *sater (maaf bukan angkot yain). Saat sudah sampai, alangkah *waow, itulah gambaran yang pantas ketika melihatnya. Rumah marlina penuh dengan orang-orang bertakziah, terutama penuh dengan siswa/i sekolahnya. Tidak lupa teman dari sekolah lain yang tiba-tiba terisak-isak sejak datang.

Waktu kami bersalaman dengan keluarga marlina, kami melihat nova hanya menundukan kepalanya. Dia duduk disamping jasad marlina, ketika kami bersalaman pun dia tetap menundukan kepalanya (mungkin menyembunyikan air mata). Kenapa sih, setiap yang aku suka malah suka dengan marlina? Bahkan aku lupa dengan inisial L yang aku kagumi sejak dulu (gara-gara puput).

“Ah terserahlah, lagian saya belum boleh pacaran, dan harus fokus pelajaran” pikirku. “Aku lebih mencintai sahabat-sahabatku dari pada laki-laki” gumamku dalam hati. Setelah usai melamun, tibalah pemakaman marlina dan menambah pecah isak tangis keluarga serta sahabatnya. Aku berusaha menyimpan air mata ini, karena aku teringat masa-masa perkenalan kita. Dan ternyata aku tidak bisa membendungnya, aku tidak kuat.

Maafkan aku marlina, aku tidak sanggup mengantarmu diperistirahatan terakhirmu. Tapi aku berjanji akan selalu ingat kenangan kita dan mendoakanmu. Sejak kepergiannya, kami bersekolah seperti biasa, namun masih terasa lemas, terutama dani, dia semakin murung. Tepat 3 hari setelah meninggalnya, aku didatangi marlina dalam mimpiku. Dia sangat cantik memakai baju seragam putih biru, dia datang hanya tersenyum padaku.

Mungkin itu adalah salam perpisahan darinya. Tapi pembicaraan terakhir kita masih terngiang didalam benakku, hingga sekarang. Rasa sesal masih menyelimutiku ketika aku membiarkanmu lebih memilih cinta dari pada ibadah. Hari ke-4, aku dan yang lainnya duduk dibelakang ruangan kantor. Ada yuni, yuli yang rumahnya satu desa dengan marlina. Dia bertanya pada kami, apakah ada yang didatangi marlina? Sontak kami yang mendengarnya pun terkejut, lalu satu-persatu mengaku.

Septy, aku, winarni dan yuni yang didatangi oleh marlina dalam mimpi, dan anehnya ceritanya sama. Oh Marlina, semoga engkau bahagia disana. Dan sejak saat itu, aku dan eka sering kerumah yuli, yuni, eli, dan ke-3 sahabat marlina yang beragama hindu. Ketika ada acara tertentu atau sekedar main, walaupun rumahnya jauh-jauh. Kami mulai akrab, terlebih lagi dengan non muslim. Karena posisi rumahnya melewati desaku, dan lebih dekat jaraknya.

Sehingga ketika lebaran hindu, kami diundang untuk datang. Kami menghormatinya dan juga meneruskan silaturahim marlina. Tidak jarang kami saling berbagi ilmu pengetahuan tentang agama masing-masing. Hingga kami semua lulus sekolah. Dan nama marlina tetap tersimpan dalam hati kami, meski kami sudah tidak membahasnya. Sekian.

Maaf jika tidak begitu menarik. Dan terima kasih buat kak john, jika dibaca atau dipublish. Buat para member yang menyapa, terima kasih banyak, terutama member dan penulis yang merespon kiriman dari saya sampai segitunya. (Iya, beginilah aku, kalau lagi serius ya serius, kalau lagi kumat ceriwis ya seperti beo, kalau lagi eror ya seperti yang kalian baca banyak yang nyeleneh/lebay ala bajay. Kalau lagi marah, wih jangan heran deh. Semua bisa dibanting, terutama hatimu. Iya hatimu, *hehe. Ngarep), kok banyak amat ya sifatnya? *Hehe. Iya begitulah (kata sahabatku saja dwi susah ditebak).

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya… :D
by:
penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts

Please vote Marlina Part 3
Marlina Part 3
4.5 (90%) 2 votes