Mas, Boleh Minta Tolong Gak?

Kejadian ini aku alami sekitar 4 tahun yang lalu, ketika aku masih kuliah semester 2 jurusan teknik elektro di salah satu universitas swasta di jalan suci bandung. Kejadian ini terjadi ketika aku sedang mengerjakan tugas sampai larut malam dirumah temanku. Waktu itu malam rabu, singkat cerita tugas pun selesai dan aku harus pulang ke rumahku di daerah citarip.

Kulihat jam di handphoneku sekitar jam 11:30 malam, temanku menyarankan untuk menginap dirumahnya. Tapi karena aku tidak membawa buku dan alat tulis lainnya untuk kuliah besok jadi aku memutuskan untuk pulang saja malam itu. Aku pun menjalankan motorku, dan motorku melaju sangat kencang dijalanan maklum karena sudah larut malam beberapa ruas jalan tampak sepi. Aku pun masuk komplek perumahan yang sepi dan biasanya kalo pagi disini macetnya minta ampun, tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari handphoneku.

Aku merogoh saku dan memeriksanya sambil terus melajukan motorku. Ternyata itu dari temanku yang lain, akhirnya aku tidak berhenti sms an sambil mengendarai motor untuk mengumpulkan tugas pada besok harinya. Kali ini motorku melaju agak lambat, tak lama aku memasuki daerah lapangan. Handphoneku berbunyi menerima sms lagi, karena sms cukup panjang lalu aku pun menghentikan laju motor untuk membacanya.

Aku berhenti disamping kanan didekat taman tepat pada pohon ketiga, aku berhenti disana dan membalas sms temanku tanpa mematikan mesin motor. Malam itu suasana sangat dingin, karena tadi memang hujan besar. Ketika selesai membalas sms, tiba-tiba terdengar suara wanita dari arah taman itu.

“Mas, boleh minta tolong gak?”.

Reflek aku melihat sambil mencari-cari asal suara itu, aku pun keheranan sambil melihat kedalam taman yang gelap tanpa penerangan itu. Aku pun tidak sadar kalo ini sudah tengah malam dan.

“Mas, boleh minta tolong gak?”.

Suara wanita itu terdengar lagi, dan kali ini lebih jelas. Aku semakin penasaran, aku melihat lebih detail lagi di setiap sudut taman itu. Lalu tiba-tiba, ada yang melempar batu kerikil ke arahku dari atas tempatku berdiri dan ketika aku melihat ke atas.

“Mas, boleh minta tolong gak?. hihihi”.

Astaga, tepat diatas pohon tempatku berdiri terlihat seorang wanita bergaun putih. Rambutnya semrawut dan panjang hingga sampai pada kakinya. Sekeliling matanya hitam dan wajahnya sangat pucat dan dia menyeringai sambil terus tertawa cekikikan. Wanita itu cekikikan dengan nada yang sangat keras sambil melihatku dan menggerak-gerakan kepalanya.

Aku sampai tidak bisa bergerak, dalam hati dengan sekuat tenaga aku coba berdoa. Aku panik ditambah ketakutan yang luar biasa tapi aku tidak bisa lari. Ada bisikan dihati yang bilang, “Jangan takut” lalu aku mengambil satu batu kerikil yang agak besar dan melempar batu ke arah sosok wanita itu dan dia pun lenyap, terbang menjadi sebuah kain putih.

loading...

Dia menghilang masuk kedalam area taman itu, setelah kejadian dengan rasa gemetar aku pun pulang. Tanpa mencuci kaki dan tangan, aku beranjak ke tempat tidur. Aku berusaha untuk tidur, namun entah kenapa wajah wanita itu masih terbayang-bayang dalam pikiranku. Mukanya yang pucat, rambutnya yang sangat panjang, serta matanya yang menatap ke arahku dengan lingkaran hitam disekitar matanya.

Jantungku kali ini berdegup kencang, dan menjadi sesak seperti terhimpit sesuatu yang besar dan terasa sebuah hawa dingin sangat menusuk badanku. Seketika bulu kuduk semua berdiri, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aku merasa merinding yang sangat hebat dan astaga dari getaran tanganku, aku bisa merasakan sesuatu menyentuhku. Ini rambut, namun teksturnya sangat kasar.

Pelan-pelan aku memberanikan diri untuk melihatnya dan lalu sosok seorang wanita sudah berada melayang diatasku. Badanku benar-benar tidak bisa digerakan sama sekali. Wajah wanita itu semakin mendekat, kali ini tepat didepanku dan dia berkata.

“Mas, boleh minta tolong gak?”.

Itulah hal terakhir yang aku ingat, ketika terbangun aku merasakan badanku sangat pegal. Dan esok harinya aku menceritakan kepada sekitar orang-orang di komplek. Mereka pun tersenyum sambil tertawa karena satu-persatu dari mereka pernah diganggu kuntilanak tersebut dan di ikuti sampai dirumah.

Sejak kejadian itu, ketika pulang malam aku mencoba untuk memberanikan diri berhenti di pohon yang sama tepat di mana aku berhenti. Pada jam yang sama dan sampai sekarang sosok kuntilanak itu tidak pernah muncul lagi, aku jadi penasaran. Pesan apa yang ingin makhluk itu sampaikan, kenapa dan bantuan apa yang mereka inginkan.

loading...