Masker Penutup Mulut

Hai teman-teman, kembali lagi bersama saya. Kali ini saya akan cerita yang berjudul hantu Masker. Disuatu asrama yang sangat besar hidup seorang anak gadis bernama Lieza, ia adalah gadis yang murah hati, pintar, cantik, dan baik hati. Dia duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Disuatu hari kedatangan teman baru yang bernama Tika tetapi Tika bersikap sangat aneh. Dia selalu memakai masker penutup mulut saat ada orang bertanya, ia hanya diam saja. Lieza penasaran apa yang telah terjadi padanya, suatu malam Lieza berencana akan mengikuti Tika.

Malam pun tiba, Lieza baring di atas ranjangnya. Saat semua telah tidur Lieza melihat arah jarum jam, saat itu jam menunjukkan pukul 12 malam. Tetapi tidak ada reaksi dari Tika sedikit pun. Lieza memutuskan untuk menunggu. Sampai akhirnya terdengar seseorang membuka pintu. Lieza pun terbangun ia melihat arah jarum jam yang sedang menunjuk pukul dua dini hari. Tika berjalan dengan cepat tetapi pelan. Lieza pun keluar kamar dan mengikuti dengan mengendap-mengendap.

Sampai akhirnya Tika pun masuk dalam kamar mandi, karena Tika tidak menutup pintu kamar mandi dengan rapat Lieza pun dapat melihat walaupun tidak jelas. Setelah menunggu 5 menit. Muncul seorang wanita paruh baya dengan membawa seorang bayi perempuan yang baru lahir. Perlahan-lahan Tika membuka maskernya tetapi sayangnya Tika membelakangi Lieza sehingga Lieza tidak dapat melihat Tika dengan jelas. Wanita paruh baya itu memberikan bayi kepada Tika.

Tika langsung mengambil bayinya dan mendekatkannya ke arah mulut, darah mengalir deras memenuhi kamar mandi, dan darah tersebut memenuhi tubuh tika. Lieza merasa ketakutan dan segera pergi kembali ke ranjangnya. Keesokan harinya Lieza mengunjungi warnet dekat asrama, ia menyelidiki apa yang telah terjadi kemarin malam. Sebuah artikel muncul yang mengatakan bahwa dia sebenarnya sudah mati, tetapi karena ada orang yang menginginkan dia tetap hidup orang itu membawa Tika ke dukun.

loading...

Tika dapat kembali hidup dengan satu syarat yaitu memakan bayi perempuan setiap malam jumat kliwon. Setelah membaca artikel tersebut Lieza ketakutan. Malam jumat kliwon datang, Lieza membuat rencana lagi, kali ini dia akan merekamnya. Malamnya ia mengikuti Tika yang akhirnya berhenti di sebuah halaman pohon mangga dekat asrama. Lieza bersembunyi di belakang pintu gudang yang terbuka tetapi sepertinya pintu gudang sengaja dibuka oleh seseorang, dan Lieza tidak memperdulikanya.

Dia menunggu wanita paruh baya datang tetapi wanita itu tak kunjung datang. Sampai akhirnya Tika melihat Lieza dengan tajam, Lieza pun mundur perlahan-lahan, dan tiba-tiba pintu terbanting keras dan muncul sosok wanita paruh baya yang membawa pisau di tangan kanannya, terlintas ide di benak Lieza untuk melarikan diri. Dia pun segera membuka jendela, tetapi muncul sosok wajah yang ia kenal, Tika.

Tika membuka maskernya perlahan. Terlihat mulutnya yang hancur dibalik masker, Lieza hanya dapat mematung melihatnya. Saat itu juga wanita paruh baya tanpa berpikir panjang langsung menusukkan pisau kepunggung Lieza dan Tika pun tersenyum kecil pada wanita itu, wanita itu berkata “tidak ada yang akan mengetahui rahasia kita nak”.

Share This: