Mba, Lihat deh itu Apaan?

Hai sobat KCH. Ketemu lagi sama aku ami. Kisah ini aku alami bersama dengan adikku nenda pada saat pulang mudik lebaran tahun 2004. Langsung di simak ya ceritanya. Setelah 10 hari berada di kampung halaman, tiba waktunya untuk kembali ke Jakarta. Perasaan sedih dan malas pun menghinggapi aku dan kedua adikku. Awal mula perjalanan balik kami ke jakarta biasa-biasa saja. Tidak ada yang berbeda.

Dengan wajah yang murung kami tak banyak berbicara. Namun semuanya terasa lain ketika papaku memutuskan untuk berhenti di salah satu masjid di daerah brebes untuk beristirahat. Dengan enggan kami pun turun. Aku dan adik perempuanku nenda memutuskan untuk membeli minuman hangat. Dengan di temani 2 gelas teh manis hangat dan 2 pop mie, kami berdua ngobrol.

Aku merasa tak nyaman, entah kenapa aku merasa hawanya sangat dingin. Nenda pun merasakan hal yang sama. Lalu nenda mengajakku untuk ke kamar mandi. Kami berdua pun beranjak untuk ke kamar mandi yang terletak paling ujung dan di belakang, tentunya setelah membayar makanan dan minuman yang tadi kami makan. Mulai dari sini kami harus melewati lapangan kosong untuk menuju ke kamar mandi.

Tepat di tengah-tengah lapangan itu ada bangku panjang. Aku dan adikku hanya saling melirik heran. Kok ada bangku di tengah lapangan ya? Kami pun buru-buru berjalan ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi, kami ingin cepat-cepat kembali ke mobil. Pada saat berjalan balik entah kenapa aku dan adikku merasakan hembusan angin yang begitu kuat. Dan kami merasa berjalan cepat tapi gak sampai-sampai.

loading...

Sampai akhirnya adikku menoleh ke arah bangku panjang yang ada di tengah lapangan. Mba, lihat deh itu apaan? Aku pun menoleh ke arah yang adikku tunjuk. Kami sama-sama melihat seorang wanita dengan rambut panjang, berbaju putih sedang duduk dengan menundukan kepalanya. Kami berdua terpaku melihat sosok itu. Gemetar, keringat dingin dan ingin menangis bercampur jadi satu.

Kami tidak dapat bergerak, sampai akhirnya kami berdua melihat wanita itu berdiri lalu menunjukan wajahnya yang pucat lalu terbang menghilang entah kemana. Setelah itu kami berdua pun bisa bergerak dan berlari sambil menangis menuju mobil. Dengan perasaan yang kacau balau, kami berdua di tenangkan oleh kedua orang tua juga adik laki-lakiku. Mama dan adik laki-lakiku yang indigo berkata bahwa kuntilanak tadi mau kenalan sama aku dan nenda. Kami berdua pun berteriak. “Gak mau”.

KCH

wieke cory arfiami

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

wieke cory arfiami has write 2,704 posts

Please vote Mba, Lihat deh itu Apaan?
Mba, Lihat deh itu Apaan?
Rate this post