Melihat 2 Kuntilanak

Hai ketemu lagi sama Mawar! Cerita ini masih seputar kejadian di pesantrenku. Okeh langsung saja cekidot! Siang itu jam satu, setelah makan siang bersama, aku dan ke 4 temanku duduk di bangku bambu di sebelah tumpukan kayu bakar di kebun halaman belakang. 2 temanku Umi dan Ica (nama samaran) sedang Nderes (menghafal Qur’an), sedang aku, Umeng dan Rina (nama samaran) karena sedang berhalangan shalat dan nderes kami bertiga hanya duduk sambil bercanda.

Siang itu langit mendung gelap banget, dan angin berhembus kencang. Seperti akan turun hujan badai. Lalu jam 2 siang setelah memastikan toilet yang khusus mandi sudah lenggang dari antrian panjang, Umi dan Ica mandi terlebih dahulu. Lalu aku, Umeng dan Rina pindah tempat duduk di dekat toilet di bebatuan yang diapit kolam hijau lumutan di kiri dan kanan.

Di belakang bebatuan, sekitar jarak 5 meter adalah pagar bambu pembatas antara pesantren dan kebun bambu. Di luar pagar (kebun bambu) ada sumur tua yang di tutupi lempengan kayu bundar. Singkat cerita, setelah Umi dan Ica selesai mandi, mereka berdua lalu wudhu di tempat cuci baju. Aku segera mengambil peralatan tempurku dan mengajak Rina dan Umeng untuk mandi sebelum turun hujan.

Lalu saat akan menghampiri Ica yang sedang membasuh kaki dengan tergesa-gesa, aku baru saja akan mengatakan “minta sampo” tiba-tiba Ica langsung lari dan menarik tangan Umi yang sedang menunggu Ica. Lalu sambil lari Ica teriak “mba cepetan mandinya jangan kelamaan”. Aku hanya tersenyum karena tak jadi meminta sampo. Lalu Rina masuk ke bilik kamar mandi no 1.

Saat aku akan masuk ke bilik no 2 tiba-tiba tangan ku dicekal oleh umeng. Aku melihat wajah umeng terlihat sedikit pucat dan gelisah. Tangannya yang memegang tanganku gemetar. Lalu aku bertanya padanya.
Aku : ono opo tah? (Ada apakah?).
Umeng : anu mba. Aku.

Umeng tampak ragu untuk berkata, lalu memalingkan wajah ke sebelah kanan, (deretan bilik kamar mandi) lalu menunduk masih memegangi tanganku. Tiba-tiba angin berhembus kencang membuatku merinding. Di toilet hanya ada kita bertiga, santri yang tadi mencuci baju sudah selesai. Tiba-tiba aku merasa takut untuk mandi sendirian di dalam bilik. Lalu aku menawari umeng untuk mandi dalam 1 bilik.

Umeng mengangguk cepat dan terlihat sedikit lega. Saat sedang mandi tiba-tiba hujan turun deras disertai angin kencang dan petir. Kami bertiga bergegas menyelesaikan mandi dan berganti pakaian. Tapi sayangnya kami terjebak hujan di kamar mandi. Sambil menunggu hujan reda kami bertiga tetap berada di dalam kamar mandi dengan rina yang masuk ke bilik tempatku dan umeng berada.

Sambil menunggu hujan reda tak ada satupun dari kami yang bicara. Saat angin berhembus aku mencium bau amis yang menyengat, tapi karena 2 temanku diam saja, aku pun tak menghiraukan. Aku melihat umeng memejamkan mata seperti sedang konsentrasi pada sesuatu. Hingga 1 jam lebih hujan tak kunjung reda sedangkan hari beranjak gelap, kami bertiga memutuskan untuk menerjang hujan dengan handuk menutupi badan masing-masing. Sampai di kamar asrama aku melihat ica dan umi sedang berbisik, wajahnya terlihat cemas.

Setelah aku mengganti rok, dan duduk di depan ica, lalu ica bicara sedikit memarahiku.
Ica : mba kok mandinya lama sih? Ini sudah 1 setengah jam. Aku kan tadi bilang jangan lama-lama mandinya!
Aku : Lah gimana gak lama cha? Wong hujannya deras masa kami mau hujan-hujanan?
Ica : aku lebih baik hujan-hujanan dari pada ‘ndekem nang jeding’! (Berdiam di kamar mandi!).
Rina : njeh mba ica, ojo nesu-nesu lah. Kami juga gak mau kok terjebak dikamar mandi. (Iya mba ica, jangan marah-marahlah).

loading...

Lalu, ica bicara “aku tadi waktu wudhu, selesai membasuh muka, aku melihat kuntilanak berdiri di atas sumur tua”. Aku dan rina langsung kaget, lalu umeng menyambung “aku juga iya mba, aku juga lihat yang diatas sumur. Dan 1 lagi di pojok depan bilik toilet no 11. Makanya waktu mba mawar ngajak mandi 1 bilik aku lega karena gak sendirian walaupun bertiga”.

Setelah mendengar cerita ini badanku langsung dingin semua. Aku tak menceritakan apa yang aku rasakan saat di toilet. Sekian dulu ya. Kapan-kapan sambung lagi. Merinding nih, di kamar sendirian. Dadah.

KCH

mawar

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

mawar has write 2,702 posts

Please vote Melihat 2 Kuntilanak
Melihat 2 Kuntilanak
Rate this post