Melihat Alam Lain Part 3

Tapi karna keseringan lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan mereka bahkan aku menganggap mereka tetanggaku, maklum aku belum tau apa apa tentang hantu. Waktu demi waktu berlalu, akhirnya nenek dan kakekku membeli rumah lagi yang agak sedikit lebih besar dari rumah yang kami tempati saat itu, tapi jaraknya tidak jauh, rumahnya agak panjang ke belakang, mempunyai empat kamar tidur yang salah satunya ada di dalam dapur.

Halamannya cukup luas untuk di pakai bermain untuk anak seusiaku, aku dan ibuku menempati kamar ketiga pas berdempetan dengan dapur, langit-langit kamarnya ada yang tembus pandang keluar, yah mungkin karna dapurnya bekas direnovasi dan atapnya agak kerendahan dari badan rumahnya. Bahkan aku bisa melihat bintang dan bulan secara langsung dari kamar tidur saat malam hari, di rumah ini aku bahkan semakin sering melihat sosok sosok orang, yah kalau aku pikir sekarang ini mereka pasti bukan manusia.

Karna cuma aku yang bisa mendengarkan dan melihat mereka, suasananya juga tidak jauh beda dari rumah yang kami tempati sebelumnya. Aku sering mendengar suara suara mereka layaknya aktifitas manusia pada umumnya, bedanya kalau di rumah yang lama aku mendengar aktifitas mereka dari atas pohon tapi kalau di rumah kami ini di dapur kami sendiri. Bahkan bukan hanya sekali aku terbangun dan kaget melihat ada orang di dalam kamar kami.

Pernah suatu malam aku terbangun, yah apalgi yang bikin anak anak sepertiku terbangun tengah malam kalau bukan kebelet buang air kecil. Aku membangunkan mamaku yang sedang tidur disampingku “in, in, in” panggilku pada mamaku. “apa ning?” tanya mamaku kepadaku karna keluargaku sering memanggilku dengan sebutan “naning” nama sayang sayang kata orang. “Aku mau pipis minta ditemani” kataku dan mamaku bangun lalu kami pun siap siap untuk keluar kamar.

Kami masing masing mencari sandal kami untuk di pakai keluar, tapi tiba tiba pas mau buka pintu kamar aku melihat ada dua orang di depan pintu. Kalau diperhatikan dari penampilan mereka sepertinya laki laki, mereka dua orang berdiri pas di daun pintu dengan wajah menunduk. Tapi aku masih ingat jelas rambut mereka agak panjang, acak acakan kayak tidak pernah di keramas, aku hanya diam saja dan melihat mereka tapi tidak aku bilang sama mamaku.

Mereka berdiri berdempetan dan berusaha sebaik mungkin agar tubuh mereka berdua bisa muat di daun pintu itu karna pintunya memang agak sedikit kecil sih, tanpa ragu dan takut aku buka pintu itu meskipun dalam hati bertanya tanya “ngapain mereka disini dan kenapa mereka mau menyiksakan diri seperti itu dengan berdiri berdempetan dan berusaha agar tubuh mereka tidak keluar dari batas pintu dan kayaknya berusaha untuk menutupi muka mereka” pikirku heran.

loading...
loading...