Melihat Alam Lain Part 4

Aku membuka pintu itu dan anehnya pas pintu dibuka mereka juga ikut terbawa dengan pintu tersebut layaknya seperti baju yang di gantung di belakang pintu jika pintu dibuka bajunya pun ikut serta terbawa oleh pintu, aku pikir mereka pasti terjepit oleh pintu. Tapi, ah bodoh amatlah siapa suruh berdiri disitu pikirku lugu. Aku keluar dari kamar tapi pas mau ke arah pintu dapur disitu aku melihat ada lagi. Tapi kali ini hanya seorang saja dengan badan menempel di pintu dan kayak seperti orang disalib.

loading...

Akhirnya akupun bilang sama mamaku “in, in, ada orang di pintu” kataku. Tapi lagi lagi mamaku tidak mau menakuti aku dan bersikap biasa aja seraya berkata “oh itu baju yang tadi mama gantung disitu” kata mamaku membuat aku supaya tidak takut meskipun mamaku paham betul apa sebenarnya yang aku lihat itu. Lagi lagi aku buka pintu itu dan seperti di pintu kamar sebelumnya dia pun ikut serta dengan dibukanya pintu itu, akupun mulai berpikir pasti didapur aku akan melihat lebih banyak orang lagi karena sejak tadi aku mendengar di dapur seperti banyak orang layaknya aktifitas kami sehari hari.

Aku dengar ada yang lagi cuci piring, ada yang lagi marah marah sama anaknya, kotak perkakas sol sepatu om saya di banting dan dibuka tutup. Ada yang lagi ngobrol tapi seperti yang sebelumnya juga mereka memakai bahasa yang tidak aku mengerti. “Brak..” pintu pun kubuka, kagetnya aku di dapur pas pintunya kubuka sunyi senyap tidak ada suara sama sekali seperti yang kudengar tadi. Aku diam saja dan melanjutkan keluar untuk buang air kecil dan pas aku masuk.

Aku melihat orang orang yang tadi sudah tidak ada lagi dipintu. Aku heran “tadi katanya baju yang digantung sama mama kenapa sekarang sudah tidak ada. Padahal mamakan dari tadi bersamaku, kapan dipindahkan nya yah?” pikirku dalam hati. Tadinya aku mau tanyakan lagi sama mama tapi keburu mama sudah menyuruh aku tidur, yah sudah aku tidur aja. Mau tidur pas pintu ditutup suara suara yang tadi dari dapur sudah mulai terdengar lagi.

Bising sih tapi aku paksain buat tidur, lama lama juga pasti terbiasa pikirku lagian aku kan sudah pernah mengalaminya juga semenjak masih dirumah yang lama yang sering aku dengar dari pohon kataku dalam hati. Setiap malam aku selalu mendengar mereka, bahkan di luar dinding kamar kamipun aku sering dengar ada orang yang kayak lagi pacaran.

Awal awalnya terdengar mesra mesraan tiba tiba berantem habis itu mesra mesraan lagi seperti itulah kedengarannya meskipun aku tidak ngertti bahasa mereka tapi aku tau dari nada bicara mereka kadang lembut kadang kayak lagi marah marah. Bahkan seringkali aku melihat di dinding kamar tidur sering muncul aneka macam kue yang kelihatan nya lezat banget. Namanya juga anak anak aku pasti penasaran mau ambil kue itu tapi pas kue nya mau aku ambil, eh yang kupegang malah tembok dinding dan kuenya hilang tidak bisa di ambil.

Terus muncul lagi di sisi dinding yang lainnya, akhirnya capek sendiri juga jadi aku putuskan buat tidur aja. Bahkan kadang aku melihat mamaku yang lagi tidur kayak bukan mamaku, wajahnya pucat pasi apalagi kalo diterangi sama bulan yang menerobos masuk dari langit langit kamar yang berlubang itu, wajahnya kelihatan seperti bukan mamaku. Bahkan terkadang matanya seakan sedang melototiku, kalo sudah kayak gitu biasanya aku hanya ambil selimut terus menutupi mukaku dan aku tidur, besok pagi semuanya pasti akan normal lagi.

Share This: