Melihat Alam Lain Part 5

Setiap hari aku merasakan dan mengalami hal yang tidak jauh beda dari sebelumnya. Akhirnya aku merasa mereka sudah menjadi bagian dalam hidupku, dan sudah berdampingan dengan dunia mereka. Tapi aku sering sekali sakit bahkan aku sempat tertinggal di kelas 3 karna sering sekali sakit. Bahkan ada yang dalam sebulan hanya 2 kali masuk sekolah, hingga ada suatu kejadian yang tak akan terlupakan olehku.

Malam itu entah kenapa aku tidak membangunkan mamaku untuk menemani aku keluar. Karna waktu itu aku lihat mamaku tertidur pulas dan malas untuk membangunkan nya. Aku keluar sendirian tapi aku lebih memilih buang air kecil di pintu depan pas di halaman rumah kami, di depan pintu kami ada lampu pijar 5 watt yang digantung sekedar menerangi depan rumah kami dan di sebelah rumah tetanggaku mereka juga memakai lampu di depan pintu mereka jadi cahayanya agak barcampur padu dengan lampu kami.

Pas aku mau keluar alangkah kagetnya aku melihat banyak sekali capung depan rumah kami bahkan sampai di depan rumah tetanggaku. Aku melanjutkan langkahku keluar, pas lagi duduk buang air kecil aku melihat seekor burung besar warna coklat melintas di halaman rumah kami “kayaknya aku mau sakit lagi ini” gumamku dalam hati. Karna memang seperti itu, setiap kali aku sakit aku pasti melihat burung kayak itu terbang melintas sambil mengeluarkan suara “kwakk!!”.

Selesai buang air kecil aku masuk, pas mau tutup pintu aku melihat seekor capung yang dari arah jalan terbang datang dan tiba tiba menyambar mulutku “apalagi ini, entah dari mana capung capung ini datang padahal di tengah malam begini” ujarku. Kemudian aku masuk lagi dan tidur, keesokan paginya aku terbangun dengan tubuh yang lemah dan bibirku perih serta pecah pecah, dugaanku semalam benar benar terjadi, aku sakit lagi.

Entah ada apa lagi denganku malam itu, aku tidak mau tidur dekat dinding “in aku tidur disebelah situ aja tempat tidur in” kataku. “nanti kamu jatuh, disitu aja dekat dinding takutnya kalo kamu balik badan jatuh ntar” jawab mamaku, “nggak mau pokoknya aku tidur disitu tukaran tempat kita, ayo” jawabku memaksa. Akhirnya mamaku mengalah juga, malam semakin larut dan entah kenapa tiba tiba aku terjaga dari tidurku. Aku membuka mataku pelan pelan, karna aku merasa seperti ada cahaya yang seperti lampu sorot masuk dari langit langit kamar kami.

Aku membuka mataku pelan pelan, “hah..” alangkah kagetnya aku didepan tempat tidur ada seorang nenek nenek sedang menari nari, mulutnya tersenyum menyeringai memandangiku “ah apa mungkin ini hanya halusinasi saja karna demamku lagi tinggi” Aku memejamkan mataku dan membukanya kembali dengan berharap mudah mudahan nenek itu sudah tidak ada lagi. Tapi ternyata dia masih didepanku, ternyata yang kulihat benar benar nyata. Nenek itu menari dengan lidi yang dipotong menjadi empat bagian dan diselipkan diantara jari jarinya.

Masing masing tangan mendapat dua potongan, aku terdiam saja sambil memandangi nenek itu. Di sekeliling terlihat sangat gelap, sorotan cahaya cuma tertuju kepada nenek tersebut. Dia menari nari berputar di depanku sambil kakinya diangkat secara bergantian, giginya tinggal dua dan hanya tersisa gigi depannya saja. Matanya terus memandangiku seolah olah dia sedang mengadakan pertunjukan khusus hanya buat aku. Aku diam membisu bahkan tidak merasa takut sama sekali karena aku berpikir dia hanya seorang nenek yang sedang menari.

Mungkin menghibur aku yang sedang sakit, pikirku saat itu seperti itu. Cukup lama dia menari nari di depanku akhirnya aku tersenyum senyum melihat ada nenek menari nari, lucu juga pikirku saat itu. Selang berapa lama akhirnya aku tertidur juga, keesokan paginya aku cerita sama keluargaku tentang apa yang aku lihat semalam, mereka mulai menanyaiku bgaimana rupa nenek itu ,sepertinya mereka mencurigai tetangga kami yang menganut ilmu hitam. Karna kebetulan juga di tetangga kami ada sepasang suami istri yang belajar ilmu hitam, mereka nenek dan kakek bahkan ilmu mereka itu diturunkan juga sama anak anaknya. Bahkan pernah mamahku mengintip dari balik dinding salah satu anaknya sedang menari menghadap bulan purnama.

loading...

Bukan cuma sampai disitu saja bahkan aku pernah di datangi dua orang laki laki seusiaku, waktu itu aku lagi sakit tiba tiba aku melihat mereka berdua sedang melihat ke dalam kamarku. Karena aku lagi demam jadi agak sensitif. Aku marah marah sama mereka berdua, aku menuduh mereka mau menggodai aku, tapi mereka hanya melihat dan tersenyum melihatku. Anehnya awalnya mereka berdiri di satu sisi pintu yang lain tiba tiba sudah pindah lagi disisi pintu lainnya, sedangkan aku sama sekali tidak melihat mereka lewat pindah ke satu sisi yang lainnya lagi.

Hari demi hari berlalu, aku masih terus mengalami hal hal yang aneh. Hingga saat aku mau naik kelas 4, aku sudah mulai tau dari cerita cerita orang tentang hantu. Hingga akhirnya aku tau kalo yang selama ini yang kulihat itu bukanlah manusia yang selama ini aku kira tetapi mereka. Dan pada saat aku sudah mulai sadar, aku sudah tidak pernah lagi mengalami hal itu. aku berhenti melihat dan mendengar hal hal aneh itu pas aku sudah duduk di kelas 4 SD.

Share This: