Melihat Alam Lain

Hallo perkenalkan namaku mariani, tapi orang orang biasa memanggilku marla sesuai dengan nama lengkapku. Cerita ini tentang melihat alam lain berdasarkan kisah nyata yang aku alami sewaktu kecil, dulu kami sekeluarga tinggal dalam rumah, anggota keluarga kami cukup banyaklah dibandingkan dengan keluarga lain pada umumnya, aku tinggal bersama nenek dan kakekku, kedua pamanku yang belum menikah, dua orang tante tapi mereka sudah punya keluarga yang satunya punya anak satu cowok dan yang satunya punya anak dua cewek dan cowok dan juga ibuku.

loading...

Sudah bisa dibayangin lah betapa ramenya rumah itu, kejadian ini sebenarnya sudah saya alami sejak kami masih tinggal dirumah kami yang satunya lagi. Tidak jauh sih dari rumah kami yang sekarang, rumah kami yang dulu itu ditempati oleh petugas kehutanan dijadikan pos untuk memantau mobil yang lewat yang barangkali membawa kayu hasil dari hutan lindung karna rumah kami itu cukup strategis dan cocok dengan mereka.

Karna masih dekat dengan hutan lindung dan juga dekat jalan raya perlu diketahui rumah kami itu di ujung kampung dan agak berjauhan dengan tetangga yang lain, kami tempati rumah itu lagi sejak sudah abis masa kontrakan dengan petugas kehutanan. Dirumah itu aku selalu mengalami hal hal yang aneh tapi maklum karna aku masih kecil dan belum tau hantu jadi aku anggap itu hal yang biasa biasa aja.

Aku tidur dengan nenek dan kakekku tapi aku biasa memanggil mereka dengan sebutan mama papa, karena dari semenjak kecil aku tahu mereka orang tua kandungku, karna ibuku sibuk jualan di pasar dan kadang-kadang sekali bersamaku, aku hanya bisa melihat ibuku kalo sudah malam. Pas ibuku sudah pulang, nanti aku tau kalo dia ibuku waktu aku sudah cukup besar dan paham.

Lagi lagi seperti malam sebelum sebelumya aku susah tidur karna mendengar suara suara yang sangat bising, makin tengah malam malah bikin bising, aku mendengar seperti orang orang berbicara pokoknya suara orang tua sampai suara anak anak, aku berpikir mereka pasti keluarga besar seperti keluargaku, pikirku. Mereka saling berbincang, suara anak anak bermain bahkan berantem pokoknya mirip dengan suasana rumah.

Sehari hari yang aku alami dengan keluargaku tapi sayangnya mereka bicara dalam bahasa yang tidak aku mengerti sama sekali, cuma suasananya aja yang bisa aku mengerti dan suara suara itu terdengar dari sebuah pohon besar dari seberang jalan. Orang orang kampung menamainya pohon tuhap, aku nggak tau kalo di tempat lain apa nama pohon itu, usia pohonnya sudah cukup tua, besar, daunnya lebar, tinggi dan banyak sekali cabangnya, konon katanya dulu tempat dibawah pohon itu ada lubang besar yang dijadikan kuburan masal waktu masih zaman penjajahan.

Semua mayat di buang kesitu, setiap malam aku selalu mendengar suara suara dari pohon itu. Sampai suatu malam aku kebelet ingin buang air kecil dan minta ditemani ibuku untuk keluar rumah karena waktu itu kami belum punya toilet dan kamar mandi, cuma biasanya ke sungai yang agak lumayan jauh juga sih dari rumah harus melewati persawahan di sebrang jalan, ibuku menemani aku keluar rumah dan aku buang air kecil pas menghadap ke arah pohon yang diseberang jalan itu, yang sedari tadi bisingnya minta ampun sampai pas mau buka pintu aja masih terdengar ributnya mereka itu tapi anehnya cuma aku yang bisa mendengar suara mereka.

Share This: