Melihat Sosok Hantu Dengan Kacamata Tutup Galon

How are you all? Pasti bosan ya baca cerita keriting yang selalu gagal on horor tapi akhirnya tanpa sengaja masuk horor juga. Kalau saya lihat Lala yang buat cerita setelah saya baca sepertinya dia lebih cocok buat cerita sedih. Oleh karena maka dari itu saya turun gunung untuk menulis kisah yang pasti horor dan seram. Semoga saja itu juga. *Hehe. Seperti biasa saya mau ngucapin terima kasih dan mohon maaf terlebih dahulu sebelum memulai cerita sama kakak admin KCH dan semua kakak sahabat KCH. Setelah itu, begini ceritanya. Saya pernah membaca cerita dengan judul “tolong” selesai membaca saya lihat foto profilnya itu perempuan memakai kacamata.

Tidak pakai basa basi saya kasih rating 100%. Sesudah itu saya membaca lagi cerita berjudul “mesin penggiling” selesai membaca saya lihat lagi foto profilnya itu perempuan yang terlihat s*ksi dan masih memakai kacamata. Saya kasih lagi rating 100%. Tidak sampai disitu saya juga pernah mencari facebook punya kakak bismi jasein dan setelah saya lihat foto profilnya juga memakai kacamata.

Tapi sekarang sudah ganti lagi foto profilnya. Saya juga pernah kirim permintaan pertemanan tapi tidak pernah di konfirm. Mungkin lagi trend kacamata akhirnya saya pun ingin sekali memakai kacamata. Tapi masalahnya saya tidak punya kacamata. Dengan hanya bermodalkan dua tutup galon dan tiga karet gelang. Saya buat sedemikian rupa tutup galon dan karet gelang tersebut sehingga menjadi sebuah kacamata.

Walau kedua tutup galon itu hanya berlubang dan tidak berkaca tapi saya tetap menyebutnya kacamata tutup galon. Setelah memakai kacamata tutup galon “*terereng-teng” saya merasa seperti seorang superhero pembela kebenaran yang berharap bisa melihat sosok hantu dengan kacamata tutup galon. Untuk mengetes kacamata tutup galon ini saya berjalan menuju kamar mandi. Perlahan-lahan saya membuka pintu kamar mandi. Setelah pintu kamar mandinya terbuka jantung saya tiba-tiba berdetak kencang.

“*Dak-dik-duk, dak-dik-duk” kira-kira seperti itu bunyinya. Sepertinya kacamata dari tutup galon ini berfungsi dengan baik karena saya bisa melihat sosok perempuan di kamar mandi. Warna rambutnya berwarna hitam. Tapi wajahnya tidak seram. Terlihat cantik dan manis kalau senyum. Hanya saja yang membuat saya terdiam terpaku itu adalah saya melihat ada busa sabun di tubuh sosok perempuan itu. “*Byur” segayung air menyiram wajah saya sehingga saya sadar kalau sosok itu adalah keponakan saya yang bernama Lala.

“*Brugh” pintu kamar mandinya saya tutup kembali. Kemudian saya kembali berjalan melanjutkan petualangan ke arah bagasi. Setelah sampai di bagasi saya lihat pintu koridor bagasinya terbuka lebar. “*Syurrriuuffhhh” ada tiupan angin yang berhembus dari luar. Angin itu mengejutkan saya yang sedang berdiri di samping mobil yang ada di bagasi. Kekuatan tiupan angin itu berhembus sangat kencang sampai membuat mobil bergerak terdorong. Saya hanya bisa berdiam diri bersama kacamata tutup galon yang saya pakai.

loading...

Tidak lama setelah itu “*meong” ada kucing yang menghampiri saya. Kucing itu berjalan perlahan sampai akhirnya menginjak mobil yang ada di bagasi. “*Hus, hus” seketika saya langsung mengusir kucing itu. Saya jadi sedikit sedih banget karena kucing itu telah menginjak mobil kesayangan saya. Mobil yang saya beli dari hasil menyisihkan uang jajan sewaktu saya masih SD. Mobil itu saya beli dari tukang agar. Saya sangat suka mobil itu karena mobil itu tidak memakai bensin atau pun baterai.

Cukup di tarik mundur kemudian di lepaskan seketika mobil itu akan melaju cepat bagaikan roket. Saya pun mengambil mobil kesayangan saya lalu saya taruh di saku. Kemudian ekspedisi saya lanjutkan dengan berjalan ke arah dapur. Setelah sampai di dapur saya melihat ada sosok perempuan berbaju putih sedang berdiri di dekat tempat cucian piring. Wajahnya tidak terlihat karena tertutup oleh rambutnya yang panjang. Dengan santai saya berjalan menuju meja dapur. Kemudian saya mengambil piring dan gelas yang sudah kotor. Lalu saya berjalan menuju tempat cucian piring dan menaruh gelas dan piring tersebut.

“Mbak tolong di cuci ya gelas sama piringnya” ucap saya sama sosok perempuan itu. Tapi sosok perempuan itu hanya mengangguk. “Yang bersih ya pakai sabun” ucap saya sekali lagi dan sosok itu pun hanya mengangguk. Setelah itu saya berbalik badan dan berjalan. “Sepertinya kacamata tutup galon ini tidak berfungsi” ucap saya dalam hati. Karena saya sudah merasa putus asa dan sudah merasa tidak nyaman memakai kacamata tutup galon akhirnya saya melepaskan kacamata tutup galon tersebut.

Ketika saya menengok ke tempat cucian piring sosok perempuan itu tidak terlihat. “Kemana tuh sosok kok piring sama gelasnya tidak di cuci” ucap saya dalam hati. Sehingga saya memutuskan untuk kembali memakai kacamata tutup galon. Dan hasilnya sosok perempuan berbaju putih dengan wajah tertutup rambut panjang itu kembali terlihat di dekat tempat cucian piring. Tanpa pikir panjang lagi saya pun melepas kembali kacamata tutup galon dan langsung bergegas lari meninggalkan dapur. Dengan sangat merdu sosok kuntilanak perempuan itu tertawa cekikikan “*hi-hi-hi”. See you all

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Melihat Sosok Hantu Dengan Kacamata Tutup Galon
Melihat Sosok Hantu Dengan Kacamata Tutup Galon
4.6 (92%) 5 votes