Menantang Pocong

Hai semua, saya Rizaldi Fitrawan mau cerita kembali. Kejadian ini saya yang alami sendiri dan bahkan saya yang membuat kejadian ini terjadi *hehe. Langsung saja kecerita. Sore itu, waktu saya masih kecil dan berumur 16 tahun. Hari, tanggal, bulan, dan tahunnya lupa. Soalnya cerita ini sudah cukup lama, sekarang kan saya sudah 22 tahun *hehe.

Sore itu sekitar jam 7 malam, saya dan teman teman saya berkumpul (nongkrong). Seperti biasa, tidak ada yang bisa kita lakukan ataupun tidak ada kerjaan yang bisa dikerjakan, kamipun hanya bercerita-cerita. Awal cerita hanya hal-hal yang lucu, tapi semua berubah menjadi hal-hal yang seram dan menegangkan. Semua teman-temanku bercerita tentang hal yang menyeramkan dan aku pun hanya mendengarkan.

Tapi ditengah temanku asik bercerita, aku pun menyela dan berkata “setan, memang ada ya? Coba saya mau lihat, mau saya ajak ngopi *hehe. Lagipula ngapain takut sama hal begituan”. Mendengar hal itu, temanku tidak menyukainya dan berkata “hati-hati kamu Zal, jaga omongan, nanti didatangin loh”. Aku yang menganggap remeh dan berkata “biarkan saja, saya juga gak percaya dan gak takut sama begituan, kalaupun disamperin, sekalian aku juga mau lihat seperti apa bentuknya *hehe” ucapku yang penuh menantang.

Semua terdiam mendengar ucapanku, walaupun akhirnya biasa lagi dan lanjut bercerita. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 1 pagi, kamipun mulai berjalan pulang satu per satu. Saat aku berjalan pulang melewati jalan biasa, dari kejauhan aku melihat sesuatu berwarna putih didepan rumahku. Semakin aku dekati semakin jelas bentuknya, ternyata itu adalah pocong yang seakan menungguku dan melihatku dengan melotot penuh amarah.

Aku yang baru pertama kali melihat begituan, merasa takut dan merinding disekujur tubuhku. Dengan perasaan seperti itu, aku pun lari melewati rumah dan pocong itu, tanpa mengetahui arah aku lari sampai menuju mushola dibelakang rumahku. Tanpa berpikir panjang, aku masuk kedalam mushola mengambil Al Quran dan membacanya langsung tanpa mengambil air wudhu.

loading...

Saat aku mau memulai membaca, aku memberanikan diri melihat kearah luar mushola. Terkejutnya diriku saat aku melihat pocong itu masih menungguku dan melihatku tepat didepan pintu mushola. Aku terus membaca dan membaca sambil sesekali aku melihat keluar, dan tentu saja pocong itupun masih menungguku. Sampailah pada waktu subuh, saat ustad pemilik mushola datang.

Dia melihatku yang sedang mengaji dengan tersenyum dan berkata “Zal? Tumben sudah di mushola duluan?” ucap Ustad. “Tidak ada apa-apa ustad” jawabku dengan kebohongan. Saat itu aku pun melihat keluar dan ternyata pocongnya pun sudah tidak ada. Dengan hati yang sudah tenang, akhirnya aku pun mengambil air wudhu dan mulailah aku adzan subuh. Setelah selesai shalat, aku pun pulang tanpa menceritakan kepada siapa-siapa. Selesai *hehe.

Cerita ini asli aku alami sendiri dan tanpa rekayasa. Untuk semua pembaca, hati-hati ya saat ingin mengucap sesuatu, mungkin saat kita mengucapkan sesuatu, bukan hanya manusia yang merasa tersinggung, bahkan makhluk lainpun mungkin bisa merasa tersinggung atas ucapan kita.

Saya pun tersadar sejak kejadian itu, aku meminta maaf untuk semua yang merasa tersinggung atas semua ucapanku. Mulai saat itu, aku mulai hati-hati dalam mengucapkan sesuatu. Terima kasih untuk yang sudah membaca ceritaku dan terima kasih untuk kak john yang sudah mempublish cerita ini *hehe. Salam untuk semua *hehe.

Rizaldi Fitrawan

Rizaldi Fitrawan

Senang dengan hal hal Mistis dan Misteri yang Menegangkan.

All post by:

Rizaldi Fitrawan has write 5 posts