Menginjak Muka Pocong

Hai semua ketemu lagi sama saya, ini ke 4 kalinya saya kirim cerita. Ceritanya gini, sehabis pulang mengaji saya bersama 4 sahabat dan 5 sama saya. Kami masih main-main di jalan (nongkrong), setelah jam 10 ke atas kami akan ke markas kami, *hehe. Itu sudah kewajiban kami setiap malam gitu. Siangnya kami sekolah, sekolah kami beda-beda, saya sekolah di SMP Negeri, mereka swasta.

Pulang sekolah kami langsung kumpul lagi. Aku ini orang yang paling setia kawan. Mereka berantem pasti aku ada paling depan, siapapun musuhnya sekalipun sepupuku sendiri. Sekalipun aku sakit, aku gak bakal tidur dirumah, sakit kayak apa pun itu. Persahabatan kami jalani selama 2 tahun, aduh kok jadi cerita sahabat sih. Ok langsung saja, seperti biasa kami tidur di rumah orang.

loading...

Tapi gak pindah-pindah, nah itu orang yang punya rumah bercerita hantu. Karena kami sampai malam gak tidur main bakar-bakaran di depan rumahnya sambil ketawa. Urusan hantu cuma aku yang paling berani dibanding mereka, tapi aku gak berani-berani amatlah. Nah pas itu tuan rumah cerita, dia bilang gini “siapa yang berani pergi ke rumahnya, pulang dulu malam ini” dia bilang.

Aku yang merasa tertantang langsung aku nyahut. “Aku, boss. Imbalannya apa?” aku nanya. “Rokok geo mild satu bungkus” dia bilang. Tapi dia minta bukti foto rumah, memastikan kalau aku benar-benar sampai dirumah. Rumahku gak terlalu jauh dari rumahnya, cuma kami orang desa otomatis penerangan jarang dan masih banyak kuburan di pinggir jalan kecil. Itu pun banyak pepohonan kayak hutan, rumah orang itu ada dibawah dan otomatis kalau aku pulang, aku harus mendaki jalan.

Temanku itu bilang “gak usah. Nanti ada hantu” tapi saya ngeyel, saya bilang “kalau ada hantu saya injak mukanya”. Mereka bilang “eh jangan nantangin setan”. Serah lu dah, aku bilang yang jelas ini rejeki nomplok, dengan modal penerangan lampu nokia c3 saya jalan sendirian. Saya gak takut sama sekali karena di pikiranku waktu itu “rokok satu bungkus lumayan buat join sama sahabat”.

Nah pas lagi mendaki jalan di belakang rumahnya itu orang. Ada bunyi kayak mangga jatuh, karena memang lagi musim mangga, Saya endus tuh sambil jalan ke arah suara tadi, memang saya mencium bau mangga. Pas saya buka dedaunan ada pocong yang lagi tidur terlentang. Matanya hitam kayak di kasih celak. Saya sedikit teriak bilang. “Eh pocong kampr*t” langsung saya injak mukanya. Anehnya dia kayak ngerasa sakit gitu, dia teriak kayak layaknya manusia yang kesakitan.

Saya lari sambil bilang “mampus lu”. Sudah sampai diatas jalan normal, kali ini tantangannya di tepi kuburan. Sebenarnya ada jalur lain tapi saya takut jalan satunya, takut sama ular. Sudah sampai di kuburan saya bilang gini
“Assalamualaikum ya ahli kubur”. Saya dengar kayak ada yang bilang gini dari kuburan itu “waalaikum salam”. Saya baca gitu karena bapak yang ngajarin.

Tapi saya gak hiraukan itu. Akhirnya saya sampai dirumah dan langsung ambil foto. Terus langsung balik lagi ke teman-temanku tadi. Aku mau kasih itu buktinya mau gak mau aku dikasih imbalan tadi. Kami pun tidur, pas pagi hari saya bangun, saya lihat teman saya (bukan sahabat saya) tapi dia tidur disana juga. Saya lihat mata kirinya merah kayak memar. Saya berpikir gini, ini orang kayak pocong yang aku injak semalam.

Aku nanya ke dia “lu semalam nakutin aku ya”. Dia bilang “bukan, semalam gak disini” sambil nahan bau mulutnya saya menjauh sambil mikir-mikir itu orang memang yang saya injak semalam. Tapi saya gak terlalu mikirin itu, akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing, mandi dan pergi ke sekolah. Saya bawa itu rokok ke sekolah tapi gak saya habisin.

Karena aku lihat mulut temanku gak merokok. Pas sudah lama kira-kira sudah satu minggu lebih, eh si tuan rumahnya ngaku kalau memang benar yang aku injak bukan pocong. Sengaja ditakut-takuti jadi pocong, biar saya gagal. Tapi untung mentalku masih kuat. Selang berapa minggu lagi, semua sahabatku tinggalkan aku yang lagi terpuruk.

Aku frustasi sampai lari ke malaysia dan aku masih ingat perlakuan mereka sampai sekarang. Meskipun itu sudah lama terjadi. Mohon maaf kalau ceritanya ngelantur, yang mau berteman.
pin 7B1EB736

KCH

ahmad naufal

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

ahmad naufal has write 2,694 posts