Meninggalnya Adikku

Assalamualaikum wr, wb. berjumpa lagi dengan aku disini, ini ceritaku yang keenam. Lanjut saja ya, kisah ini bermula waktu aku kelas 2 SMK tahun 2007. Waktu itu mamaku sedang mengandung adikku yang ke-2. Mungkin karena mamaku kecapekan terlalu sering bekerja mengakibatkan kandungan mamaku bermasalah. Akhirnya mamaku periksa ke bidan terdekat. Setelah diperiksa ternyata gerak bayinya sudah tidak ada lagi, akhirnya kami sekeluarga membawa mamaku kerumah sakit untuk operasi mengeluarkan bayinya.

loading...

Rasanya saat itu aku sedih sekali melihat mamaku terbaring tak berdaya. Adikku pun sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Aku lupa malam apa itu, jadi uncu-ku (adik mamaku) berinisiatif membawa jenazah adikku malam itu juga dengan menggunakan sepeda motor bersama wawa-ku. Karena besok harinya akan segera dikebumikan. Jadi saat malam itu uncuku sebelum berangkat pulang ada seorang pria mendekati uncuku. Dia bilang “nanti kalau ada jumpa apapun dijalan, apapun itu suara atau apa, jangan sekali-kali lihat kebelakang”. Uncuku pun mengiyakan, tiba-tiba pria itu menghilang. Dari situ uncuku sudah merinding, apalagi yang dibawa mayat.

Dengan mengendarai sepeda motor wawaku sama uncuku pulang kerumah. Uncuku menggendong adikku dengan *jarek. Selama diperjalanan masih biasa saja, suasana terasa sepi karena memang sudah tengah malam. Di jalan tidak menjumpai satu orang pun yang lewat. Wawaku terus tancap gas agar cepat sampai karena jarak rumah sakit dengan rumah kami cukup jauh.

Sesampainya disebuah *tengkolan wawaku sama uncuku sudah mulai ada yang aneh karena saat ditengkolan itu pemakaman umum. Tapi mereka cuma bisa diam membisu sepanjang jalan. Di daerah situ pun tidak ada rumah orang yang ada cuma kebun sawit sebuah PT. tidak lama melewati kuburan umum itu wawaku seperti merasa ada yang mengikuti, tapi dia tak peduli dan terus melaju.

Karena sudah diingatkan uncuku kalau ada apa-apa jangan lihat kebelakang. Tiba-tiba “*byur” seakan ada yang menyiram dengan air dari atas. Mereka pun kebasahan tapi tidak berani melihat kemana-mana hanya fokus kedepan. Pokoknya kata wawaku selama diperjalanan hawanya gak enak. Tidak lama mereka pun sampai dirumah, wawaku malam itu juga pulang kerumahnya.

Selama diperjalanan menuju rumahnya kata dia biasa saja, tapi saat dia sampai rumah baru dia merasa merinding. Tidak berani lihat kebelakang. Itulah ceritaku hari ini. Itu kisah nyata yang dialami uncu sama wawaku selama diperjalanan membawa jenazah adikku yang meninggal didalam kandungan. Terima kasih sudah membaca. Wassalam.
Facebook: Lia pioneer

Lia Pioneer

lia

Aku suka baca kisah misteri tapi aku tak mau jumpa apapun yang berbau misteri…
fb.lia pioneer

All post by:

lia has write 13 posts

Please vote Meninggalnya Adikku
Meninggalnya Adikku
Rate this post