Menyapa Teman yang Sudah Mati

Hallo semua perkenalkan nama saya irfan, saya tinggal dikota Bandung. Saya mau sedikit berbagi cerita pengalaman saya yang cukup membuat saya penasaran sampai saat ini. Sekitar tahun 2010/2011 saya bekerja sebagai driver (sopir) disebuah perusahaan kecil distributor air mineral. Saya cukup lama bekerja disana sekitar 3 tahunan dan selama itu pula saya sudah sangat akrab dengan teman sepekerjaan yang sama driver (sopir) ditempat saya bekerja.

Pada suatu waktu ada seorang teman kerja saya yang tidak bisa masuk kerja karena sakit. Sudah 5 hari dia tidak masuk kerja namanya ujang, saya dengar dari teman kerja yang lain, ujang punya penyakit paru-paru sudah hampir 2 tahun lebih dia mengidap penyakit itu. Tiba pada hari sabtu yang seperti biasa pengiriman hanya sedikit dan waktu jam kerja pun hanya sampai pukul 13.00 siang.

loading...

Saat waktu pulang kerja sudah tiba, waktu itu teman-teman ditempat kerja saya berencana untuk menjenguk ujang dikostannya, karena saya sudah janji pada istri mau ngajak dia kerumah ibu saya, maka saya hanya menitipkan sedikit uang untuk patungan membeli makanan untuk ujang. Singkat cerita setelah 15 menitan saya dirumah, saya dan istri langsung berangkat kerumah ibu saya menggunakan motor.

Sesampai dirumah ibu, saya bertemu dengan keponakan dan saudara-saudara. Saat serunya ngobrol dan bercanda dengan saudara dan keponakan saya, saya mengeluarkan ponsel untuk mengecek apakah ada telepon/SMS, tapi ponsel saya mati mungkin kehabisan baterai karena memang sejak pagi belum dicharge, jadi saya charge dirumah ibu, dan saya kembali berkumpul dengan saudara saya.

Di tengah obrolan seru saya, orangtua dan saudara. Rokok saya habis dan saya pun pamit sebentar untuk kewarung membeli rokok, ditengah jalan lumayan gelap. Memang disekitar rumah ibu saya masih banyak pohon dan kebun yang seram juga sih, karena jarak antara rumah penduduk disini memang lumayan jauh. Di tengah jalan menuju warung, lumayan tegang karena gelap.

Tepat didepan kebun yang gelap, saya melihat seorang pria sedang diam berdiri menghadap jalan gang, dan saya pun mulai tenang “akhirnya, ada orang juga, lumayan jadi gak terlalu serem” dalam hati. Ketika sudah dekat orang itu saya terkaget karena orang itu memanggil dan menyahut kearah saya. “Fan, fan, mau kemana?” aku sedikit bingung siapa orang ini, dan ternyata dia ujang teman kerja saya yang sedang sakit, dan tadi sore teman-teman kerja saya menjenguk dia, tapi kenapa dia ada disini?

Saya tidak terlalu memikirkan karena ujang langsung menyapa saya lagi. “Kamu mau kemana fan? Kok kamu gak datang kekostan saya?”. Saya pun menjawab “maaf jang, saya ada janji sama ibu bahwa saya mau kerumah ibu”. Ujang pun tak menjawab dan dia langsung berjalan menuju arah kebun yang gelap itu. Lalu saya panggil “jang kamu mau kemana? Ngapain ke kebun malam-malam, aneh kamu”. Saya pun meneruskan jalan kaki kewarung sambil sesekali menengok ujang yang berjalan kearah kebun dan sudah tidak terlihat lagi.

Sepulang dari warung saya langsung mengambil ponsel saya yang lagi dicharge dan langsung menyalakan ponsel. Begitu ponsel menyala ada 17 panggilan tak terjawab dan 8 SMS, hampir semua teman kerja saya menghubungi saya tapi tak terjawab karena memang ponsel saya mati. Saya buka SMS dari semua teman saya dan saya hampir tak percaya dan bingung dengan isinya.

SMS itu memberitahukan bahwa ujang teman saya meninggal ditempat kostnya pada sore tadi. Saya langsung hubungi salah satu teman saya untuk memastikan kebenaran SMS tersebut, dan semua teman yang saya hubungi mengiyakan atas berita tentang ujang itu, dan jenazah almarhum ujang dibawa langsung oleh keluarganya ke Garut. Saya langsung memberitahu istri saya, dan menceritakan sekitar 15 menit yang lalu, saya baru saja bertemu ujang.

Istri saya mungkin sedikit tidak percaya karena memang secara logika kost ujang sangat jauh dari kampung tempat rumah ibu saya. Saat itu pula saya langsung kebingungan sendiri dan gelisah, entah apa yang harus saya lakukan. Sampai saat ini saya masih bingung dengan apa yang saya alami. Sekian cerita saya mohon maaf kalau acak-acakan. Terima kasih, salam KCH.

KCH

irfan

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

irfan has write 2,704 posts

Please vote Menyapa Teman yang Sudah Mati
Menyapa Teman yang Sudah Mati
Rate this post