Menyerupai Kakak Saya

Perkenalkan nama saya muda ismail hasibuan, ini cerita pertama saya, asal saya dari Medan. maaf ya kalau tulisannya berantakan “*hehe”. Kisah ini sudah lama, waktu saya masih duduk di bangku SMP, sekitaran usia saya masih 12 tahun. Oke kita langsung saja masuk ke ceritanya, pada saat itu saya dan keluarga saya lagi makan malam di rumah, dan kebetulan di rumah yang ada cuma saya, mama dan kakak saya.

Papa saya lagi kerja biasanya dia pulang jam 22:00 an gitu, kemudian saya, mama dan kakak, memakan makanan yang sudah tersedia sambil menonton televisi, sekaligus mengobrol dengan kakak dan mama saya. Gak berapa lama kemudian makanan yang di piring kakak saya sudah habis duluan mungkin dia lapar berat “*hehe”, kemudian saya bertanya kepada kakak saya, “kakak gak tambah nasi?”.

loading...

Lalu kakak saya menjawabnya “gak de sudah kenyang” kemudian dia langsung saja menghantar piringnya ke dapur sekaligus mencucinya, kemudian gak berapa lama juga makanan saya pun juga sudah habis, tinggal tersisa mama saya yang masih menyantap hidangan sambil menonton televisi. Tapi saya masih belum kenyang “*hehe” dan saya ingin tambah lagi, lalu saya menuju dapur untuk mengambil nasi.

Tiba-tiba saya melihat bahwa disitu ada kakak saya yang ingin mengambil nasi juga. Saya bingung dan langsung bertanya “loh tapi kakak sudah kenyang kenapa tambah lagi?”. Dan kakak saya itu pun menjawab dengan nada suara pelan “kakak masih lapar”. Ya sudah daripada lama-lama saya ambil nasi duluan dan saya meninggalkan dapur menuju ruang makan.

Kemudian saya terkejut melihat kakak saya yang sedang menonton televisi dengan mama saya. Terus saya bertanya dengan wajah yang penuh kebingungan kepada kakak saya, “bukannya kakak tadi di dapur lagi mengambil nasi barengan aku?”. Terus kakak saya menjawabnya, “gak ada kakak ambil nasi, kan sudah kakak bilang, kakak sudah kenyang jadi gak nambah nasi lagi, lagian selesai antar piring ke dapur kakak ke kamar sebentar habis itu nonton televisi temani mama makan”.

Saya menjawabnya dengan nada tinggi sambil kebingungan, “jadi yang di dapur barengan ambil nasi sama aku tadi itu siapa?!”. Jelas-jelas aku lihat itu tadi kakak yang di sampingku, kemudian mama saya menjawab “kalau itu bukan kakak, soalnya kakak habis ke kamar langsung disini temani mama”. Dan langsung saja wajah saya berubah pucat seketika, kemudian makan pun gak selera lagi, dan setelah itu mama saya menyuruh saya untuk antar piring ke dapur, langsung saja saya menjawab “aku gak berani ke dapur lagi ma”. Sekian cerita saya.

KCH

Muda ismail hasibuan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Muda ismail hasibuan has write 2,694 posts