“Mereka” Kembali

Hai sahabat KCH, sesuai janjiku di cerita sebelumnya. Akan ku ceritakan kisah seram sebuah rumah yang kami tinggali dan kini telah menjadi showroom sepeda motor. Ingat! Jangan baca ini sendirian. Akhir tahun 2003 menjadi tahun terakhir keluarga kami menjadi warga Cirebon, karena di tahun berikutnya dan hingga saat ini kami menjadi warga kabupaten Bandung. Ini semua di karenakan bapak kami yang mulai sakit-sakitan. Alhasil rumah kami yang sempat berhantu itu di beli oleh seorang pengusaha showroom motor.

Mungkin pembaca yang tidak mengikuti kisahku akan binggung kenapa di bilang rumahnya sempat berhantu. ya, karena di cerita terakhir saya, hantu yang mendiami rumah kami sempat mengamuk dan pindah. Ok selesai penjelasannya, kita lanjut ke cerita. Setahun kami pindah dari Cirebon atau lebih tepatnya saat hari kedua Idul Fitri, saya memutuskan untuk silaturahmi dengan para tetangga di sekitar rumah.

Sebelum masuk ke rumah tetangga, saya sempat berdiri di depan trotoar bekas rumah saya yang telah berubah bentuk menjadi showroom. Setelah lama memperhatikan showroom itu, ada yang memanggil nama saya “Mas miftah”, terlihat olehku ternyata yang memanggil itu bi mia. Di ajaklah saya masuk ke rumah beliau dan di suguhi berbagai macam makanan sambil berbincang-bincang dengan bi mia dan anggota keluarga lainnya.

Cuma ada satu orang yang sembari tadi memperhatikanku tapi dia tidak berbicara denganku. Dia lah kak mulyati atau biasa dipanggil kak mul olehku. Sepertinya ada sesuatu yang dia mau tanyakan kepadaku tapi dia segan. Tidak berselang lama, dia menarik tanganku untuk mengobrol di tempat lain dan ternyata dugaanku tidak meleset. Dia kemudian bertanya.

loading...

“Mas, dulu di rumah mas ada apa?” tanya kak mul. Karena masih suasana lebaran, ya saya jawab dengan bercanda. “Ada saya, ada kakak saya, ada ibu dan ada bapak *hehe” jawabku.
“Ih mas serius nih, kakak tanya” tanya kak mul.
“Memang ada apa kak mul?” tanyaku heran.

“Seminggu yang lalu saat kakak gak bisa tidur, kakak dengar suara truk besar berhenti depan showroom. Awalnya kakak pikir ada motor yang akan diturunkan malam itu! Tapi pas kakak intip, tidak ada motor yang di turunkan, yang ada suara riuh banyak orang yang menurunkan barang barang dari truk seperti orang yang menurunkan lemari, ranjang, perabot rumah dan yang anehnya hanya suara yang terdengar tanpa wujud!” jawab kak mul.

Sesaat saya terdiam sambil menelan ludah dan kemudian saya jawab “mereka kembali, kak”.
“Kembali? Siapa yang kembali, mas?” tanya kak mul penasaran.
“Hantu penunggu rumah itu, kak” jawabku.
“Oh pantas, beberapa hari yang lalu. Ada yang tidur di showroom itu lari terbirit-birit sambil bilang kuntilanak” kata kak mul.

“Ada juga satpam yang jaga, melihat motor yang di situ hidup semua mesinnya padahal tidak ada orang stand by di dalam showroom itu” tambah kak mul. Dari situ saya tak bisa berkata-kata lagi dan saya mengucap syukur karena telah pindah dari rumah berhantu itu. Sekian.

KCH

Miftah Rizqi

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Miftah Rizqi has write 2,704 posts

Please vote “Mereka” Kembali
“Mereka” Kembali
Rate this post