Mimpi Badut Sedih

Sebuah kisah menyeramkan tentang sebuah mimpi yang aneh dialami beberapa orang, dikejar oleh seorang badut di jalan yang sunyi. Cerita ini berasal dari Jepang dan konon jika kau membaca ini, badut sedih itu akan muncul dalam mimpimu. Beberapa hari yang lalu, aku bermimpi mimpi yang sangat aneh. Aku berdiri di sebuah jalan menuju ke sekolah.

Jalan itu sangat panjang, sempit, dan anehnya sangat sepi. Tiada angin yang bertiup, burung-burung tak ada yang berkicau, serta tiada bunyi-bunyian serangga seperti biasanya. Jalan itu benar-benar kosong dan tak seorang pun berada di sana. Aku lalu mulai melangkahkan kakiku. Tak lama kemudian, perasaanku tidak enak. Seseorang sepertinya tengah mengamatiku. Melihat dari balik pundakku, aku menemukan figur kecil seseorang dari kejauhan. Sosok itu seperti berlari dengan kecepatan penuh.

Aku terus berjalan, tapi tiap menoleh ke belakang, sosok itu kian mendekat. Seluruh kejadian itu membuatku tak nyaman, sosok itu terus berusaha mendekatiku, makin dekat dan tambah dekat. Di satu titik, aku menghentikan langkahku dan melihat ke belakang. Sosok itu ikut berhenti. Dia hanya berdiri di tengah jalan, menatapiku. Ketika aku mulai melangkahkan kakiku lagi, sosok itu mulai mengejarku. Tiba-tiba, sosoknya berada cukup dekat denganku hingga aku bisa melihat wajahnya.

Dia seorang badut. Seorang badut yang biasa kamu lihat di sebuah lukisan. Dia mengenakan sebuah topi yang compang-camping serta mantel yang lusuh, persis seperti seorang pekerja serabutan. Caranya menatapku benar-benar menakutkan dan untuk sesaat aku berpikir, “Jika dia menyerangku, dia pasti membunuhku”.

Aku ingin berlari, tapi entah mengapa aku tak sanggup. Kakiku terasa berat dan aku tak kuasa mengangkatnya. Yang bisa kulakukan hanya maju dengan kecepatan yang sama. Badut itu kian dekat dan makin dekat. Kali berikut aku menoleh, aku bisa melihat matanya. Dia sedang menangis. Aku melihat sekolahku dari kejauhan, dan ada sebuah perasaan lega mengucuriku. Sesuatu memberitahu diriku jika aku bisa tiba di sana sebelum dia menangkapku, aku pasti akan selamat.

Ketika merengkuh gerbang utama sekolah, aku menoleh untuk terakhir kalinya. Badut itu sudah tepat di belakangku. Tangannya meremas pundakku dan mencengkeramku. Yang paling menakutkan wajahnya. Dia tidak tampak marah sama sekali, melainkan putus asa. Tampak ketakutan. Air mata mengalir turun di pipinya yang terlukis cat. Lalu, secara mengejutkan, dia hanya melepas dan membiarkanku pergi.

Aku berdiri di sana dengan kebingungan. “Mengapa aku bisa begitu bodoh?” Aku sudah ditakut-takuti tanpa alasan. Aku mulai menertawai diriku. Badut itu kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik. Mengambil sebuah pisau berkarat dari sakunya dan mengangkat benda itu ke wajahnya. “Kali kedua aku menangkapmu, aku harus memotongmu.” katanya. “Kali ketiga, aku harus membunuhmu.. Sampai jumpa”.

Setelah itu, badut itu menyeka airmata dari wajahnya dan berjalan menjauhiku. Aku terbangun dengan keringat dingin. Sejak memimpikan hal itu, aku benar-benar takut untuk tidur. Selama beberapa hari, aku sudah meminum banyak kopi dan kola, mencoba membuat diriku tetap terjaga. Aku tidak punya nyali untuk menutup mataku, bahkan untuk beberapa saat. Aku takut aku bisa ketiduran dan jika aku bermimpi, aku tahu badut itu akan ada di sana menungguku.

loading...

Share This: