Mimpi Buruk Lagi

Pada hari kamis, aku mengikuti sebuah kegiatan di sekolah. Karena sesuatu hal, ketua dari panitia yang mengadakan kegiatan tidak dapat hadir dan menjadikan peserta kegiatan harus pulang kerumah masing-masing. Karena aku masih memiliki tugas yang cukup banyak, aku menyempatkan diri untuk mengerjakan tugas tersebut. “Dari pada aku pulang dan dirumah sepi, mendingan aku ngerjain tugas dulu” kataku sambil berjalan menuju kelasku.

Kenapa tiba-tiba suhu ruangan menjadi berbeda dari sebelumnya. Mungkin ini hanya pikiranku yang mengada-ngada saja. Setelah 15 menit berlalu, tiba-tiba lampu dikelas mati. “*Pyar” suara itu membuatku sedikit merinding. Karena rasa penasaran yang cukup tinggi, akhirnya aku pun mencari tahu apa yang sedang terjadi. “Kenapa suasana di sekolah ini tiba-tiba menyeramkan ya?” tanyaku dalam kesendirian.

“Hei, sedang apa kau disana?” tiba-tiba ada yang memanggilku dari belakang. Aku pun segera menoleh kebelakang dan ternyata yang memanggil adalah pak Arman. Pak Arman adalah orang yang menjaga sekolahku setiap malam dan orang yang sangat pemberani. Kata beliau, jam 5 sore anak-anak yang ada di sekolah harus segera pulang untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Ini pak, tadi saya mendengar ada benda jatuh dan saya mencari tahu, pak!” jawabku dengan terbata-bata.
“Bapak peringatkan kepada kamu ya! Kamu harus pulang kerumah sekarang juga. Bapak tidak ingin mendengar kabar buruk tentang anak-anak di sekolah” kata pak Arman memperingatkanku untuk pulang.

loading...

“Memangnya apa yang terjadi di sekolah ini, pak?” tanyaku penasaran.
“Kalau kamu memang penasaran dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, nanti malam kamu ikut bapak untuk jurit malam keliling sekolah!” pinta pak Arman.
“Iya pak, saya mau kok” jawab dengan tegas.

Tidak terasa waktu yang aku tunggu-tunggu telah tiba. Sebelum kami berangkat untuk jurit malam, kami berdua makan dan shalat dahulu. Setelah itu, pak Arman memberiku senter.

“Bawa senter ini dan jaga baik-baik ya!” pinta pak Arman.
“Iya pak, saya akan menjaganya dengan baik” jawabku.

Setelah itu, kami berdua menyusuri parkiran sepeda. Sedikit demi sedikit, bulu kudukku mulai berdiri. Setelah lama berjalan, akhirnya kami sampai ditempat yang katanya menyeramkan. Kata teman-temanku, ditempat ini sering terjadi kejadian kesurupan secara massal dan kejadian tersebut terjadi pada siang hari.

“Pak, apa benar tempat ini menyeramkan?” tanyaku kepada pak Arman. Tetapi, kenapa pak Arman tidak membalas pertanyaanku. Dengan perasaan yang takut, aku menoleh kebelakang dan “*boom” serasa dibom atom oleh sekutu. “Pak. Pak. Pak Arman” teriakku dengan kencang memanggil pak Arman. Tiba-tiba suara lolongan serigala yang menyeramkan terdengar dari kejauhan yang membuatku tambah merinding dan ditambah lagi ada sesosok wanita yang sedang bergelantungan dipohon.

“*Argh” dengan tergesa-gesa dan tanpa pikir panjang, aku langsung berlari sekuat tenaga dan “*bruk” aku terjatuh dan tidak sadarkan diri. “*Kring” suara alarm yang berbunyi kencang membangunkan tidurku. “Alhamdulillah ternyata itu semua hanya mimpi” kataku sambil berjalan keluar kamar. Setelah bermimpi seperti itu, aku berjanji untuk selalu berdoa sebelum tidur agar aku dilindungi dari mimpi buruk. Tamat.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 94 posts