Mimpi Semalam Part 2

Assalamualaikum reader KCH. Salam sejahtera bagi non muslim. *Hadeh aku kira ceritanya tidak masuk, cause waktu itu gagal-gagal mulu. Alhasil sudah diceritain digrup, *hehe. Tapi gak apa-apa lah, lagian belum kelar ceritanya. Karena kagak muat (maklum lewat ponsel sih, *hehe). Ok mungkin lanjutannya agak sedikit beda dengan digrup. Cause digrup kebanyakan dibumbui comedi biar kagak bosan yang baca, *hehe. Lanjutan cerita dari “mimpi semalam“.

Nurul yang tiba-tiba berubah sikap menjadi gembira seolah-olah habis ketiban rejeki sekarung pun merengek padaku. Dia akan memperkenalkanku dengan seseorang.

loading...

“Siapa rul?” kataku penasaran.
“Ya makanya ayo ikut aku, nanti kamu pasti kenal” kata nurul sambil menarik-narik tanganku.

Saat sudah sampai ditempat yang dituju nurul, yaitu ditempat kami duduk istirahat tadi. Tiba-tiba wajah nurul kecewa, karena orang yang akan diperkenalkan oleh nurul sudah pergi. Lalu dia bertanya kepada agata, bismi dan weni yang masih duduk disitu.

“Lho, kemana kak yandi?” kata nurul.
“Oh, dia kearah sana kak, sedang menerima telepon” kata bismi dan weni.
“Eh kak, tadi tuh yang namanya kak yandi ganteng banget ya, mirip gaston mantan jupe” kata bismi sambil tersenyum kagum.
“Iya bis” jawab weni dan agata.
“Pantasan kak nurul sampai tergila-gila, aku saja sampai ngefans” kata bismi lagi.

Nurul yang sejak tadi berdiri dengaku merasa tersipu malu sambil tersenyum. Sedangkan aku malah semakin penasaran.

“Masa iya ada keturunan bule ditempat seperti ini” kataku seolah tak percaya.
“Makanya, dari tadi jangan ngeluyur saja, jadi bisa tahu penghuni sini” kata nurul sambil mengejekku.

Lalu tiba-tiba, ada seorang laki-laki mirip bule gaston datang dan menyapa kami. Tapi logat bahasanya fasih indo, bahkan seperti orang indo biasa. “Hay semua” kata gaston KW. Lalu semua menjawab “hai” padanya, kecuali aku.

“Nah, ini dia yang tadi akan aku kenalin kekamu wi” kata nurul dengan wajah sumringah/gembira.
“Hai, namaku yandi temannya nurul” kata gaston KW sambil mengulurkan tangannya padaku.
“Hai juga, namaku dwi, sahabatnya nurul” kataku biasa saja.
“Oh, sahabatnya nurul, senang berkenalan denganmu” kata gaston KW (yandi).

Sambil memegang tangan nurul, seolah-olah mereka sudah saling kenal dan akrab sejak lama. Aku tidak habis pikir, kenapa nurul bisa secepat itu akrab dengan laki-laki yang baru saja dikenalnya. Sehingga pikiran ini membuatku menjadi melamun. Lalu, “hey, kenapa melamun lagi sih, aku pergi dulu ya? Di ajak yandi kesana” kata nurul yang tiba-tiba mengagetkanku sambil menunjuk arah.

“Oh, ya sudah, terserah kamulah” kataku cuek.
“*Ciye, selamat bersenang-senang ya kak nurul” kata bismi dan weni sedikit meledek.

Nurul hanya membalas dengan senyuman ejekan sambil berlalu dengan yandi yang menggandeng tangannya. Singkat cerita. Cuaca taman lapang ini sangat terik. Dan kami mulai lapar. Aku, agata, weni dan bismi mulai berjalan beberapa meter untuk mencari warung makanan ditempat asing ini. Dan akhirnya ketemu juga tempatnya, itu sebuah tempat makan terbuka dan sangat ramai pengunjungnya.

Tapi anehnya, semua pengunjung dari member dan pembaca KCH. Iya seperti yang aku bilang dicerita sebelumnya.
Dan kami bertemu bayu dan yain disana.

“Hey yu, kemana saja kamu?” kata bismi yang tiba-tiba menepuk bahu bayu.
“Eh kalian, kalian tuh yang kemana saja, kami cariin gak ketemu, akhirnya aku dapat kawan baru nih bernama andi” kata bayu yang memperkenalkan teman barunya.

Setelah berkenalan kami memesan makanan yang katanya terenak disini. Yaitu “soto lamongan” *hehe. “Tadinya sih biasa saja, tapi semenjak ada chef baru, soto ini menjadi enak dan sekarang banyak pengunjung” kata andi menjelaskan. Tapi, agata, bismi dan weni tidak peduli ucapan andi, cause mereka sudah melahap duluan (maklum laper gan, *hehe). Aku yang dari tadi hanya bengong malah tambah bengong melihat tingkah 4 anak kelaparan ini, *hehe.

Sedangkan yain yang sejak tadi diam bersantai, karena sudah selesai makan bersama bayu dan andi pun hanya terkekeh melihat tingkah kami yang datang tiba-tiba dalam keadaan kelaparan, *hihi (tega *nian). Aku penasaran dengan rasa soto ini, lalu aku memulai menyicipinya. Namun sontak aku terkejut, lalu berkata. “Kok rasa sotonya mirip buatan nurul ya” kataku pada mereka.

Sontak, weni, yain bayu dan andi terkejut dengan ucapanku. Lalu mereka saling memandang satu sama lain. Tapi bismi dan agata malah masih sibuk makan, *hehe. Karena penasaran akhirnya sotoku di *embat juga deh oleh mereka. (Padahal kan sudah dijatah masing-masing, *hiks). Setelah isi mangkuk sotoku habis barulah mereka berkomentar. “Iya benar juga ya, mirip buatan nurul” kata yain dan lainnya.

Karena penasaran kami berencana untuk menemui chef dan pemilik resto terbuka ini. Tapi sebelumnya kami bersantai dulu menikmati angin pantai sambil menikmati kopi pesanan sebagai makanan penutup. Lalu akan pergi kedapur utama. Namun apakah yang akan terjadi setelah kami didapur utama? Kita lanjut nanti ya sahabat KCH. *Hehe, cause sudah pegal, maklum mimpi durasinya panjang, *bey-bey. Selanjutnya di mimpi semalam part 3.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts