Mimpi Semalam Part 3

Cerita sebelumnya mimpi semalam part 2. Setelah puas melihat pemandangan pesisir pantai. Kami pun mulai bersiap-siap akan pergi kedapur utama untuk mencari tahu siapa chef dan pemilik resto terbuka ini. Tapi tiba-tiba ada 2 anak kecil berlarian dan menghampiri kami. Lalu yain dan weni malah mengajaknya mengobrol sebentar. Namanya adalah marsya dan nenk putri, usianya berkisar 5 tahun. Lalu mereka diajak bercanda dengan yang lainnya.

Sedangkan aku, aku tidak begitu peduli, karena pikiranku sudah sangat penasaran dengan chef misterius itu. Setelah selesai bercanda ria, lalu 2 anak itu pergi berlarian meninggalkan kami. Mereka menuju tangga kusam ditaman bawah. Kami hanya memandangnya, kemudian bergegas pergi kedapur utama. Setelah sampai, alangkah terkejutnya kami. Kami melihat nurul yang sedang sibuk memotong daging didapur yang terbuka, seperti taman sebelumnya. Sontak kami terkejut lalu mendekatinya.

“Nurul? Kenapa kamu disini dan ngapain?” kata yain yang juga penasaran.
“Eh kalian, kenapa kesini? Aku kerja disini” kata nurul sambil tersenyum.
“Apa? Kamu dari daerah jauh-jauh malah bekerja disini?” kata bayu dan andi yang juga terkejut.

Lalu nurul sebelum menjawabnya, yandi datang sambil mengelap tangannya. Sepertinya dia selesai mencuci tangannya.

“Eh kalian disini? Sejak kapan?” kata yandi (si bule gaston KW).
“Eh anu, kami tadi makan soto, karena rasanya enak, jadi kami penasaran sama chef dan pemiliknya, siapa tahu dikasih resep, *hehe” kata andi sambil terbata-bata sambil diselingi bercanda.
“Oh, jadi tadi kalian sudah makan siang disini?” kata yandi yang kemudian mengajak ngobrol mereka keluar area dapur.

Dan karena yandi memberikan makan siang secara gratis pada kami, (karena kami temannya nurul). Akhirnya mereka tidak canggung lagi untuk mengobrol dan berbual sambil berlalu. Aku dan nurul hanya tersenyum melihat mereka yang meninggalkan kami berdua diruang dapur utama.

“Jadi, kamu bekerja disini dan resto ini milik yandi?” kataku memulai obrolan dengan nurul.
“Iya, aku bekerja disini, dan kami berencana membuka resto bersama, lalu setelah itu menikah” jawab nurul dengan santai sambil tersenyum penuh arti.
“Apa? Kenapa secepat itu? Kenapa kamu memutuskan tanpa mengetahui siapa itu yandi?” kataku sedikit protes.

Karena biasanya si nurul selalu curhat padaku, dan selalu minta pendapatku, tapi kali ini dia lain, dia memutuskan sendiri tanpa memberitahuku terlebih dulu.

“Sudahlah wi, ini hidupku, kamu gak usah ikut campur, lagian aku sudah kenal jauh tentang yandi, dan dia sangat baik padaku” kata nurul dengan santai, seolah-olah tidak perduli dengan protesanku.
“Oh, ok, jika itu maumu, terserah, yang penting kamu bahagia” kataku pasrah.

Lalu aku terdiam memperhatikan nurul yang sedang sibuk memotong daging. Tapi tunggu dulu! Daging apa itu? Warna dan bentuknya beda. Dan itu membuatku mengernyitkan dahi dan penasaran.

“Nurul, daging apa ini? Dan untuk masak apa?” kataku.
“Oh ini, tadi aku kehabisan ayam untuk bahan soto lamongan buatanku, karena resto masih ramai, jadi yandi memberi ide untuk soto berbahan daging” jawab nurul dengan santai.
“Oh begitu, bagus juga ide yandi” kataku.
“Eh tapi daging apa yang kalian pakai? Kenapa bentuk dan warnanya seperti ini?” kataku lagi.

Sontak nurul menghentikan pekerjaannya, lalu dia menatapku dan menjawabnya. Aku terkejut dengan jawaban nurul. Aku sedikit marah atas perubahan nurul sejak kenal yandi dan sekarang, aku lebih syok dan geram. Aku tidak percaya nurul melakukan ini.

“Jadi? Tadi yang aku makan adalah soto dari daging ini?” kataku dengan nada terkejut.
“Oh tenang wi, kalian makan dengan bahan daging ayam, yang kebetulan masih tersisa” kata nurul sambil tersenyum tenang.
“Tapi nanti kalian bisa mencicipi menu masakan baru kami kok, gratis juga, hitung-hitung buat promo” kata nurul sambil tersenyum tanpa salah.
“Ah tidak! Aku tidak sudi memakan daging itu! Aku akan membongkar perbuatanmu dan yandi” kataku sedikit kesal.
“Oh, jika kamu berani menceritakan ini pada yang lain, aku tidak akan memaafkanmu, dan kamu akan menjadi menu berikutnya” kata nurul sambil tersenyum sinis mengancam.

loading...

Aku hanya terdiam, memikirkan persahabatan dan kekejaman.

“Apa kamu tahu 2 anak kecil tadi? Itulah daging itu” kata nurul tersenyum sambil mendekatkan mukanya kemukaku. Sehingga mata kami saling bertatapan. Sontak aku terbelalak dan marah.
“Apa kau bilang? Maksudmu marsya dan putri? Si gadis kecil tadi yang bersama kami? Apa-apaan kamu? Kenapa kamu sangat tega dan berubah seperti ini?” kataku sambil mendorong bahu nurul.

Nurul hanya terkekeh tak berdosa.

“Aku tidak habis pikir, karena cinta kau berubah total, bahkan aku tidak mengenalmu sekarang, kau bukan nurul seperti dulu” kataku sambil mundur meninggalkan nurul.

Nurul yang mengejarku sambil berkata “hei tunggu, jangan lupa nanti makan disini bersama yang lain, dan ingat kata-kataku” kata nurul sambil tersenyum biasa.

Aku tidak menghiraukannya dan terus berlalu pergi meninggalkan teman yang lain juga. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Baca cerita selanjutnya di mimpi semalam part 4.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts