Mimpi Semalam Part 4

Cerita sebelumnya mimpi semalam part 3. Aku tidak peduli dengan ucapan nurul. Namun aku masih bingung untuk bertindak secepatnya. Dan ingin sekali bercerita pada teman yang lain. Karena ini tidak bisa dibiarkan, tapi aku harus mulai dari mana?

“*Argh” jeritku kesal memikirkan semua itu. Aku sedang duduk menyendiri dipinggir danau yang letaknya agak jauh diseberang taman. Sambil melempar sesuatu yang berada didekatku. Entah itu bunga-bunga kecil atau kerikil (ya pokoknya apa saja yang aku peganglah, bila perlu sendalmu? *Hehe, iya sendalmu yang lagi baca, *hihi). Nah, saat lagi asyik lempar-lemparan sambil melamun galau (*hehe). Tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku.

“Sendirian saja? Biasanya berkumpul bareng temanmu” kata suara itu. Sontak aku menoleh kebelakang dan melihat ada seorang laki-laki tinggi ganteng gagah memakai seragam satpol PP (*hmm, semoga dia gak senyum-senyum bacanya, *hehe. Gubrak). Dia adalah kak john, lalu mendekat dengan gaya tangan disembunyikan disaku celana samping kanan kirinya. (*Wih cool habis deh, *hehe) awas ya kak john jangan *GR. Ini cuma mimpi lho, *hihi. Aku hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaannya dan mengalihkan pandangan kearah danau lagi.

“Boleh aku duduk?” katanya dengan lembut.
“Silahkan” kataku biasa tanpa ekspresi alias masih gegana, *hehe.
“*Hmm, sepertinya kamu ada masalah, kamu tidak apa-apa?” katanya memulai obrolan.

Aku hanya menghela nafas dan berusaha tidak menceritakan.

“Aku tidak apa-apa kak, hanya saja ingin menyendiri” kataku biasa.
“Jangan bohong, aku tahu kamu punya masalah yang berat. Coba ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa membantu” kata kak john dengan nada yang sama.

Sontak aku menoleh kearahnya dan sekarang aku menatap matanya. Jadi saling pandang memandang nih ceritanya. (*Ciye, hayo dwi demit inget lu, *hehe, eh alur cerita mimpinya memang begitu. Jadi kalau dihilangkan sayang kan, *hehe). Setelah beberapa menit aku langsung membuang muka (eh jangan jauh-jauh wi, *hehe). Enggak cuman melihat kedepan lagi kok, *hehe.

Lalu aku bercerita pada kak john tentang kejadian dari awal hingga akhir episode. Eh bukan, maksudnya dari awal kesini dan tadi diresto, *hehe. (Jangan grogi wi, mentang-mentang ditemanin kak john, *hihi) hust. Lalu kak john mengerti dan dia akan berusaha bertindak mencari bukti. (*Ciye jadi detektif nih ceritanya, *hehe). Setelah kak john memberi saran dan *bla, bla, bla. Akhirnya aku sedikit tenang dan bersikap seperti biasanya.

Singkat cerita. Aku dan teman-teman yang lain beserta para member KCH berkumpul diresto. Untuk makan gan, tapi anehnya ditempat asing ini kagak malam-malam ya, alias gak punya malam, *hehe. Jadi sehari itu nampak waktu panjang banget. Nah kami duduk dibangku yang berisi 7 orang (aku, agata, bismi, yain, weni, bayu, andi).

Karena diundang oleh yandi dan nurul tadi, jadi kami berangkat saja. Terlebih lagi dapat makanan gratis, pikir mereka (bukan pikiranku ya, *hehe). Dan menu yang ditunggu-tunggu, yaitu soto lamongan berbahan daging datang menghampiri kami, yang dibawakan oleh nurul dan yandi. Nurul menatapku dengan tersenyum, dan aku menatapnya dengan ekspresi biasa, malah tanpa berkedip (hey, awas kesambet wi, *hehe). Lalu mereka berdua pergi, karena masih melayani member lain. Bismi, weni dan agata, seperti biasa mereka tidak sabar menyantap makanan. Aku hanya diam saja tanpa ekspresi, lalu bayu menatapku.

“Ada apa wi? Kenapa kamu tidak makan?” tanya bayu.
“Aku belum lapar yu” kataku.

Lalu dibangku belakangku/sebelah kami ada 2 laki-laki. Mereka sedang berbicara tentang penculikan 2 orang bocah dan 1 orang hilang. Aku hanya terbelalak sambil mendengarkan pembicaraannya. Dan ternyata yang aku tahu mereka bernama vidoy dan marly. Mereka adalah polisi berseragam preman/menyamar. Lalu aku melihat sekeliling diresto itu, aku melihat kak john dan zaenal dibangku lain. Kak john melambaikan tangannya membentuk kode jempol diatas dan jari mengepal kearahku (macam top gitulah).

Lalu dia menunjuk arah kebangku lain, yang diisi 1 orang. Dia adalah adymas magetan. Dia juga seorang polisi namun berjaket hitam tebal. Aku hanya tersenyum lega. “Akhirnya kak john membantuku” gumamku dalam hati. Bayu yang sejak tadi memperhatikanku mulai curiga.

“Ada apa wi? Kamu kenal mereka?” kata bayu.

loading...

Aku kaget dengan ucapan bayu yang tidak kusadari ternyata dia memperhatikanku.

“Iya, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan mereka ditaman” kataku biasa saja.
“Eh, eh, kalian dengar gak sih cerita yang tentang penculikan” kata bismi yang membuyarkan kecurigaan bayu padaku.
“Eh iya benar mi, barusan 2 orang disebelah kita lagi ngomongin tuh” kata yain sambil makan makanannya.
“Eh soto dagingnya enak ya?” kata weni yang melenceng pembicaraan.

Aku sudah gak tahan dengan semua ini, lalu aku bercerita kepada mereka.

“Hei sudah-sudah, jangan dimakan lagi, aku muak dan mau muntah” kataku *sompral.

Sontak mereka melotot kearahku.

“Kenapa wi?” kata bayu.
“Bukankah ini lezat” kata bayu, dengan wajah sinis.
“Asal kalian tahu, yang kalian makan itu adalah daging manusia!” kataku dengan nada agak tinggi.

Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Baca cerita selanjutnya di mimpi semalam part 5.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts