Misskun Penunggu Tower Signal

Hello, hallo hay, dwi lagi yang nongol nih. Semoga kagak pada muram *durja ya, *hehe. Buat yang suka exist di group KCH yang makin hari seperti beo (*ops nanti mereka bully diriku, *hihi). Astri mustika weni, bismi jasein, yandi lalu, andi putra nariswara, vidoy R sambora, marifatul ardillah drew, nurul chayang ifand, adymas magetan/art, yain bidadari angkot, marwan marley nurrohman, abd wahid syam, ika bundanya all, sabar santoso, agata dan lain-lain. Sorry (gak muat jika disebutin semua, *hehe).

Salam juga buat para pembaca dan member KCH yang suka menyapa saya disini (sorry lupa siapa saja namanya, *hehe). Semuanya tanpa terkecuali deh. Khususnya si admin yang paling ganteng kak john, semoga sampai oleh-olehnya, *hihi.

Di tulisan ke-89 kali ini dwi akan bercerita tentang misskun (miss kuntin) penunggu tower signal dikelurahan desa Simbarwaringin. Dulu sewaktu dwi masih tinggal disana, dwi mendapat cerita dari narasumber yang rumahnya dekat tower signal itu. Banyak cerita yang melihat misskun sedang exsist, dia sedang asyik duduk diatas tower sambil bersantai ria.

Ada juga yang pernah melihat, misskun sedang terbang-terbang disekitar tower. Mungkin dia tungguin tower kali ya, biar signalnya selalu kuat dan lancar, *hihi. Sebelum adanya cerita ini, narasumber bercerita padaku, bahwa sebelumnya ada seorang sepasang pasutri baru menikah. Dan akan dikaruniai seorang bayi. Mereka membuat rumah baru dekat/samping tower (tepatnya dibawah tower signal yang dimaksud).

loading...

Nah rumahnya sudah jadi dan siap dihuni, tapi kata orang tua zaman dulu. Kalau pindahan rumah disaat istri sedang hamil tidak boleh. Jadi mereka bersabar menunggu persalinan baru akan tempati rumahnya. Tapi sayang takdir berkata lain. Ketika usia kandungan 8 bulan sang istri meninggal dunia dalam keadaan masih hamil tua.

Dan karena sang istri sewaktu masih hidup ingin sekali tempatin rumah barunya yang belum terlaksana. Sehingga ketika jasadnya sebelum dimakamkan, terlebih dulu jasadnya digendong/bopong dalam keadaan sudah dibungkus kain kafan, lalu diputarin keseluruh ruangan rumah baru itu oleh keluarganya. Dan barulah dimakamkan.

Nah sejak itu, banyak cerita seram disekitar area tower signal itu. Terutama dirumah itu, apalagi rumah baru itu dibiarkan kosong beberapa tahun. Bahkan jika dikontrakan tidak ada yang berminat, karena katanya ada yang mengganggu (mungkin penunggunya belum rela). Tapi sekarang, sudah dihuni lama.

Dan sejak dihuni oleh orang ke-2 ini tidak ada rumor tentang cerita seram lagi. Apalagi didalam area towernya sudah bersih, tanpa ilalang yang tinggi. Sekian dan maaf jika tidak seram atau menarik jantung kalian, *hehe.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts