Misteri Anak Kecil Penunggu Sekolah

Namaku Hendra, aku kuliah disalah satu universitas negri di bandung. Kali ini aku ingin berbagi pengalaman yang mungkin tidak banyak orang akan mengalaminya dalam hidup. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sekitar tahun 2006 yang lalu. Ketika itu aku tinggal di asrama, namun aku sering bermalam di mushola atau aula. Ini bukanlah kejadian pertama yang aku alami disana, namun kejadian ini hal yang aku anggap paling menyeramkan.

Ketika itu tepat saat perayaan hari besar agama, malam jumat dan biasa jika diasrama selalu ada perayaan untuk menyambutnya. Saat itu aku dengan salah satu teman sekamarku, yang biasa dipanggil dengan memet untuk menunggu dimulainya acara. Kebetulan pelaksanaannya di aula sekolah yang letaknya tidak jauh dari asrama. Aku menunggu acara dimulai, duduk disebuah kelas di lantai 2. Saat itu semua lampu padam, suasana disana sudah ramai oleh anak kecil, remaja dan orang tua karena acara itu sudah lumrah didalam lingkungan kita.

Dan tidak lama acara pun akan dimulai, ketika kami beranjak mau turun tiba-tiba ada suara aneh diruang kelas sebelah. Terdengar suara anak kecil yang sedang asyik bermain sambil lari-lari. Serentak langkahku pun berhenti dan melihat keruangan itu, ketika aku lihat ternyata ada seorang anak kecil yang tidak aku kenal. Karena gelap aku tidak begitu jelas melihatnya, temanku memet sudah turun duluan. Namun aku masih diatas melihat anak kecil yang berdiri diujung lorong. Anak itu diam dan sepertinya menatapku.

“De, ayo turun kebawah karena acaranya sudah mau mulai”.

Dia hanya terdiam dan malah tertawa sambil berlari menghilang dari pandanganku, aku pun lari dan turun kebawah. Aku langsung masuk dan mengikuti acara itu sampai selesai, sesampainya didalam aku pun langsung bercerita kepada warga yang berada disampingku dan ternyata disana memang sering terlihat sosok anak kecil. Aku bukan orang pertama yang melihatnya, sudah banyak warga yang melihat dari kebisingan ruang kelas itu.

Singkat cerita acara itu pun selesai dengan diakhiri makan bersama, ketika itu aku melihat jam menunjukan hampir jam 11 malam. Selesai makan, aku dan yang lainnya menuju asrama untuk berganti baju dan entah kenapa kejadian tadi membuat aku merasa takut. Sepanjang jalan terasa sering ada yang memperhatikanku, aku juga merasa melihat bayangan sosok anak kecil sampai terdengar suara seseorang memanggilku. Terdengar jelas dari arah kebun bambu, namun aku tidak menjawab dan dengan rasa penasaran aku pun melihat kearah bambu.

loading...

Dan ternyata tidak ada siapa-siapa, aku pun langsung bergegas ke asrama karena takut. Sesampainya diasrama aku pun menghampiri kamarnya memet dan aku lihat dia sedang tertidur pulas. Aku tidak membangunkannya, aku sedikit cepat berjalan keluar asrama dan sedikit cepat menuju aula dan entah kenapa aku berpikir untuk tidur disana karena biasanya banyak orang.

Hampir sampai di aula, terdengar suara dari dalam aula. Aku pikir ada orang dan aku berjalan santai lalu setiba dipintu depan belum sempat aku buka pintunya, aku melihat sesosok wanita dengan rambut panjang sedang menulis di papan tulis. Dengan segera aku membuka pintu dan masuk, tapi tidak ada siapapun. Aku menyalakan lampu aula disana, dan aula benar-benar kosong. Tidak ada satu orangpun kecuali aku, bulu kuduk pun merinding seketika dan tiba-tiba ada angin yang berhembus.

Aku melihat ke jam tangan dan arah jam sudah menunjukan 12:15 malam. Karena sudah mengantuk, aku pun malas untuk kembali ke asrama dan akhirnya memutuskan untuk tidur di aula. Aku bergegas menyiapkan tempat tidur dan aku mulai memejamkan mata, hingga tidak lama kemudian. Astaga, ada seseorang yang membelai rambutku dan tangannya agak kasar. Perlahan-lahan dan tak lama terdengar suara seorang wanita bersenandung dan tiba-tiba aku merasakan kakiku kali ini seperti tertindih sesuatu yang berat dan sangat berat.

Terdengar pula suara anak kecil, badanku tidak bisa bergerak dan suara-suara yang aku dengar seakan mengitariku. Aku memberanikan diri membuka mata dan diatas kakiku duduk jongkok sesosok anak kecil yang melihat ke arahku dan ketika aku menengadahkan kepalaku, didekat kepalaku ada seorang wanita yang sedang membelai-belai rambutku.

Wajahnya pucat dan rambutnya sangat panjang, aku sama sekali tidak bisa bergerak bahkan untuk berteriakpun tidak bisa. Badanku benar-benar kaku dan aku merinding, gemetaran lalu keringat dingin membasahi dahiku. Aku coba berdoa dalam hati, dan tidak lama kemudian suara anak kecil dan suara senandung wanita itu pun menghilang.

Kepalaku mendadak pusing dan badanku sangat lemas, tidak lama setelah itu aku pun tertidur dan tidak terasa terdengar suara adzan awal lalu seorang penjaga membangunkanku. Dia tampak keheranan melihatku bajuku yang basah karena keringat dan wajahku nampak pucat. Dengan suara yang gemetaran aku pun mulai menceritakan semuanya, ternyata disana memang sudah tidak aneh.

Aku pun hanya mendengarkan cerita dengan semua penjelasan darinya, dulu sebelum tempat ini dijadikan aula. Awalnya adalah sebuah kebun yang diwakafkan, konon katanya pernah ada seorang pengantin wanita yang mati gantung diri di pohon mangga yang sekarang sudah rata menjadi aula. Wanita itu meninggal, bunuh diri karena ditinggal oleh suaminya yang meninggal karena insiden dan itu mungkin sosok wanita yang aku lihat. Aku jadi bertanya-tanya sendiri, kalo begitu sosok anak kecil yang aku lihat semalam dari mana asalnya. Apa mungkin masih ada satu misteri lagi tentang anak kecil yang ada disekolahku itu.

Share This: