Misteri Buku Consequence of Carelessness

Aku anak baru disalah satu Universitas dikotaku, aku belum begitu mengenal dosen dan senior disini. Bahkan aku baru punya satu teman, namanya Arin. Aku ngekost didekat kampus karena rumahku jauh dari kampus, dan aku memutuskan untuk mengambil kelas malam. Malam ini kebetulan aku punya kelas bareng Arin, aku dengar dari orang kampus kalau dosen yang mengajar dikelasku malam ini adalah dosen yang ramah.

Karena kelasnya masih lama, aku pergi keperpustakaan dengan Arin. Aku membaca buku disamping rak yang lebih tinggi dariku, tak lama kemudian Arin bilang padaku bahwa dia ingin kekamar kecil, tanpa memperhatikan perginya Arin aku langsung mengiyakan. Sudah sepuluh menit sejak Arin pergi dia belum kembali keperpustakaan. Aku merasa kalau aku harus mencari Arin, saat aku ingin keluar aku tidak sengaja menjatuhkan buku yang disampulnya bertuliskan “Consequence of Carelessness”, aku tidak peduli pada hal itu.

Aku langsung berjalan lagi dan didepan pintu, seorang pustakawan menyapaku dengan ramah dan mengatakan suatu hal, tapi aku tidak begitu menggubrisnya karena aku merasa suatu hal sudah terjadi pada Arin. Ketika aku keluar dari perpustakaan, aku merasa suasananya menjadi hening. Aku berpikir kalau kelas malamku sudah dimulai, jadi aku langsung terburu-buru pergi kedalam kelas dan melupakan tujuan awalku yaitu mencari Arin.

Sesampainya dikelas aku sudah melihat Arin duduk disamping mahasiswa lainnya dan aku tidak melihat dosen dikelas. Aku langsung lega, kukira kelasnya sudah dimulai. Tiba-tiba dosennya masuk kedalam kelas dan memberikan senyuman pada seisi kelas, aku merasa bahwa dosen malam ini tidak seramah yang dibicarakan orang. Selama kelas berlangsung suasananya hening tidak ada yang berbicara sedikitpun kecuali dosen yang ada didepan.

Meskipun dosen itu hanya mengatakan beberapa kalimat saja dan sesekali memberikan senyuman aneh pada seisi kelas. Tiga jam kemudian kelas sudah berakhir, saat aku ingin keluar kelas bersama Arin tiba-tiba dosen itu memanggilku. “Bisakah kau membantuku?”. Saking kagetnya aku langsung menjawab “iya” tanpa mengetahui apa yang harus kulakukan. Aku melihat setumpuk kertas dimeja, pikirku mungkin itu yang harus kubawa, tiba-tiba Arin langsung meninggalkanku.

Aku melihat sekeliling kelas yang tiba-tiba sudah kosong tanpa aku sadari dan hanya ada aku dan dosen itu dikelas. Hawa dingin menyentuh pundakku “ayo ikuti aku” kata dosen itu. Aku langsung mengikuti dosen itu, karena suasananya canggung aku langsung membuka pembicaraan “apa bapak juga tinggal didekat sini? Ah, kalau tidak mau menjawab tidak apa *hehe” kataku, tapi lagi-lagi dosen itu hanya mengeluarkan senyuman aneh.

Seketika angin berhembus kencang, padahal aku dilorong kampus yang tertutup, kertas yang kubawa berhamburan, aku mengambili kertas itu dan ketika aku berdiri dosen itu sudah tidak ada. Aku tidak berpikir macam-macam, aku hanya berpikir bahwa mungkin dosen itu sudah duluan. Tanpa kusadari aku sudah berjalan menuju ruangan yang diatas pintunya bertuliskan “Ruang Dosen…..” tulisan belakangnya sudah agak hilang, tanpa berpikir panjang aku langsung masuk keruang itu.

Di dalam ruang itu hanya ada meja dan kursi yang berdebu, aku meletakkan kertas yang kubawa pada meja yang tak kuketahui pemiliknya itu. Ketika aku membuka pintu dan melangkahkan kakiku keluar aku malah kembali ketempat semula, aku mencobanya berkali kali tapi hasilnya nihil. Aku kehilangan harapan, aku mulai menangis, aku memutuskan untuk tetap duduk diam diruangan itu sampai seseorang menemukanku.

Ketika aku berusaha membuka mataku yang terasa berat, aku melihat sekilas dosen itu tersenyum aneh sambil memegang buku yang familiar dimataku yaitu buku “Consequence of Carelessness”. Tubuhku terasa digoncang-goncangkan, aku membuka mataku dan Arin sudah memelukku erat “kenapa kamu disini? Kamu masuk lewat mana? Kan pintunya dikunci, kamu gak apa-apa kan?” kata Arin penuh kecemasan. “Hah? Kenapa aku disini?” kataku.

loading...

Lalu Arin membawaku ke UKS “ceritakan semua padaku, apapun yang terjadi padamu” pinta Arin padaku. “Oke” setelah aku menceritakan semuanya pada Arin, dia mengatakan kalau aku harus mencari tahu tentang perpustakaan dan gudang kampus ini. Seminggu setelah kejadian itu aku mulai mengingat yang dikatakan pustakawan sore itu, dia mengatakan “kamu tidak mengembalikan buku itu? Kalau tidak kau kembalikan jangan pernah kau mencari ruangan yang tidak kamu ketahui malam ini dikampus”.

Aku baru sadar jika hubungan semua ini bukanlah dari perpustakaan melainkan buku yang aku jatuhkan waktu itu. Aku langsung bergegas keperpustakaan untuk menemui pustakawan itu dan memintanya menceritakan apa yang terjadi pada buku itu. Sesampainya diperpustakaan aku menemui pustakawan itu dan dia bertanya padaku “kau mau menanyakan tentang itu nak?” kata pustakawan itu. “Ah iya” kataku.

Pustakawan itu bercerita bahwa buku yang kujatuhkan waktu itu adalah buku milik seorang dosen yang dibunuh seorang mahasiswa digudang yang dulunya adalah ruangan dosen pembimbing. Dulu ketika seorang mahasiswa yang membuat masalah dipanggil keruang itu untuk diberi bimbingan, tapi mahasiswa itu tidak suka pada dosen itu karena suka menasehatinya.

Akhirnya dosen itu dibunuh oleh mahasiswa itu dan buku Consequence of Carelessness yang saat itu dibawa dosen itu disembunyikan oleh mahasiswa itu diperpustakaan, dan sekarang dosen itu masih sering membawa para mahasiswa yang dengan sengaja maupun tidak sengaja menjatuhkan buku miliknya itu kedunianya.

Jika orang yang menjatuhkan buku Consequence of Carelessness itu mengembalikannya ketempat semula maka dia akan baik-baik saja, tapi jika tidak dikembalikan maka dia akan membawamu kedunianya. Sekian, dan maaf bahasanya berantakan, ini cerita pertama. Mohon dukungannya, terima kasih.

loading...
KCH

kakchuri

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

kakchuri has write 2.797 posts