Misteri Hantu Parakang

Siapa yang tidak kenal mengenai sosok Parakang ini, dia merupakan manusia jadi-jadian yang konon setengah manusia dan setengah hantu. Urban legend berikut ini sangat dikenal oleh orang-orang bugis pada umumnya, Parakang adalah orang yang menganut ilmu namun dalam kenyataan nya ada sebuah pantangan yang harus dihadapi, dan jika pantangan itu dilanggar maka hasilnya adalah menjadi sosok parakang selama hidupnya, sangat menarik untuk diketahui seperti apa kisah legenda ini, selamat membaca kisah misteri hantu parakang.

Hari yang paling menyenangkan bagi anak-anak sekolah, ialah waktu hari libur tiba. Libur selama sebulan, dan semua anak-anak asrama pulang ke rumahnya masing-masing, ada yang tinggal di perkampungan dan ada yang tinggal di Kota. Yusuf salah satu anak SMP yang tinggal di Kota, yang jauh dari perkampungan. Yusuf berharap libur kali ini memberi makna dan manfaat kepada Yusuf. Rasa gembira di hati Yusuf masih berkobar-kobar karena Ibu Yusuf sedang hamil delapan bulan dan tinggal menunggu beberapa minggu saja lagi, Ibu Yusuf akan melahirkan.

Ibu Yusuf bernama Siti, Yusuf adalah anak pertama yang sudah lama menunggu adik. Ibu Yusuf sudah tiga belas tahun tidak mengandung. Yusuf pulang ke kampungnya tidak sendirian tapi bersama sahabat-sahabatnya yang tinggal di kota, sahabat Yusuf yang bernama Samsul dan Andi. Samsul dan Andi tidak pernah ke kampung karena keluarga dan saudara-saudara mereka semua tinggal di kota besar. Jadi ini kesempatan Yusuf untuk membawa sahabat-sahabatnya merasakan hidup di perkampungan yang jauh dari Kota.

Perjalanan dari kota ke kampung mengambil waktu 10 jam. Jadi Yusuf dan sahabat-sahabatnya naik bus yang mempunyai Fasilitas mewah agar tidak membosankan. Yang membuat Yusuf khawatir adalah sahabat-sahabatnya tidak pernah hidup di perkampungan, apakah sahabat-sahabat Yusuf akan terbiasa? Tetapi Yusuf merasa gembira karena bisa bersama-sama berlibur dalam kehidupan perkampungan dengan sahabatnya. Sebelum pulang kampung Yusuf, Samsul dan Andi sibuk mengemasi barang-barang keperluan mereka masing-masing.

Kepulangan Yusuf ke kampungnya tidak di ketahui oleh orang tuanya, Yusuf sengaja tidak ingin memberitahu tentang liburan kali ini. Karena Yusuf ingin memberi kejutan kepada orang tuanya dengan membawa dua orang sahabatnya. Ayah Yusuf adalah seorang petani, namanya Basri. Dan dari hasil bertanilah Yusuf bisa sekolah. Karena ayahnya tidak mau Yusuf hidup seperti ayahnya, hanya seorang petani seumur hidup. Jadi ayah Yusuf rela bekerja seharian demi anaknya, dengan harapan suatu hari nanti Yusuf bisa mengubah nasib keluarganya. Kehidupan keluarga Yusuf di kampung serba kekurangan, kadang makan saja susah apalagi sekolah.

Di kampung Yusuf hanya ada sekolah TK, dengan di kelilingi hutan rimba yang jauh dari kota. Setelah tamat TK, Yusuf sempat tidak bersekolah selama satu tahun karena ayah dan ibu Yusuf bingung harus mencari sekolah dasar (SD) yang terdekat dengan kampung mereka. Dan akhirnya ayah Yusuf terpaksa membawa Yusuf ke kampung sebelah, sekaligus kampung paling dekat dengan kampungnya. Perjalanan dari kampung Yusuf ke kampung sebelah menghabiskan masa 3 jam untuk sampai.

loading...

Sesampainya di kampung Polewali, Yusuf merasa ada yang aneh dengan kampung tersebut. Perkampungan yang sangat sunyi dan menyeramkan. Saat itu Yusuf masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba Yusuf melihat seorang nenek tua, lalu Yusuf menanyakan hal tersebut kepada ayahnya.

“Ayah, lihat tidak nenek tua itu?” tanya Yusuf dengan rasa ingin tahu.
“Mana? Ayah tidak lihat!”, jawab ayahnya dengan rasa keheranan.
“Itu, nenek tua itu memanggil Yusuf, ayah!”.
“Ah, kamu ini Yusuf ada-ada saja, mungkin itu hanya halusinasi kamu saja!”.

Yusuf merasa sangat heran kenapa ayahnya tidak bisa melihat apa yang ia lihat. Tiba-tiba Nenek tua tersebut menghilang, dan Yusuf merasa sangat kaget dan heran. Lalu ia pun menanyakan lagi hal tersebut pada ayahnya.

“Ayah.. ayah, mana Nenek tua yang tadi ada di situ?”.
“Nenek yang mana? Dari tadi ayah tidak melihat siapapun disana termasuk nenek tua yang kamu katakan.” Jawab ayah Yusuf dengan suara yang agak lantang.
“Tapi tadi…” belum sempat Yusuf melanjutkan kata-katanya, ayah Yusuf langsung memotong apa yang Yusuf ingin katakan.
“Sudahlah, ayah kan sudah katakan itu hanya halusinasi kamu saja. Begini saja, nanti ayah tanya sama paman Saiful, adakah nenek tua yang tinggal di kampung ini. Sekarang sudah larut malam, kita harus bergegas sampai di rumah paman Saiful” Kata pak Basri sambil mempercepat langkahnya.

Sekitar jam 9 malam mereka sampai ke rumah paman Saiful. Paman Saiful adalah adik ayah Yusuf, dan paman Saiful baru saja kehilangan istrinya. Kematian istri paman Saiful masih menjadi misteri sampai sekarang. Istri paman Saiful mati dengan sangat mengenaskan dan sampai sekarang masih jadi teka-teki bagi orang kampung karena kematian istri paman Saiful terjadi ketika mau melahirkan anak pertama.

Paman Saiful tinggal bersama istrinya, dan setiap rumah berjarak 10 km dengan rumah yang lainnya. Ketika istri paman Saiful mau melahirkan kira-kira sekitar jam 12 tengah malam, keadaan saat itu sangat panik karena ini adalah pertama kalinya paman Saiful mengalami hal ini. Lalu paman Saiful meninggalkan istrinya di rumah seorang diri, paman Saiful bergegas pergi ke rumah dukun kira-kira jaraknya 15 km. Sesampainya paman Saiful di rumah dukun tersebut, paman Saiful langsung mengetuk pintu sekuat mungkin.

“tok, tok, tok.. nek Kiah.. nek Kiah” Paman Saiful berteriak sekeras-kerasnya.
“Ada apa nak Saipul? mengapa malam-malam seperti ini kerumah nenek wajah kamu pun panik lagi, ada apa nak?” kata nenek Kiah.
“Nek Kiah tolong istri saya nek, istri saya mau melahirkan..” jawab paman Saiful dengan wajah serius dan panik.
“Astaga!, mengapa kamu tinggalkan istri mu sendiri nak?” nenek Kiah merasa khawatir.
“Nek Kiah, cepat! Kita sudah tidak punya waktu lagi” Kata paman Saiful pada nek Kiah.

Paman Saiful pun berjalan secepat mungkin, diikuti dan disusul oleh nek Kiah yang sudah tua dengan nafas terengah-engah. Sesampainya, paman Saiful dan nek Kiah di depan rumah, terdengar suara orang menjerit. Dan ternyata orang itu adalah istri paman Saiful. Paman Saiful dan nek Kiah pun langsung berlari masuk kerumah paman Saiful. Sesampai di dalam rumah, ternyata pintu kamar terkunci, lalu paman Saiful pun mendobrak pintu kamar sehingga pintu pun terbuka dan paman Saiful melihat seorang sosok yang berbaju putih di penuhi darah, lalu paman Saiful pun segera berlari ke dapur untuk mengambil parang.

Lalu mengejar dan melempar parang tersebut ke arah orang yang berbaju putih tadi, parang tersebut mengenai kaki kiri orang tersebut. Setelah itu, orang tersebut terbang dan menghilang. Paman Saiful dan nek Kiah pun langsung berlari melihat keadaan istri paman Saiful. Tetapi sudah terlambat, istri paman Saiful sudah mati dan keadaannya sangat mengenaskan. Perutnya terobek-robek seperti di robek binatang buas. Istri dan anak paman Saiful tidak terselamatkan. Setelah kejadian tersebut banyak orang yang mengatakan bahwa yang paman Saiful dan nek Kiah lihat itu adalah hantu Parakang.

Parakang adalah manusia jadi-jadian, separuh manusia dan separuh hantu dan jika mereka menjadi parakang semua itu di luar kesadaran orang itu. Hal itu terjadi diakibatkan oleh orang-orang yang mengamalkan ilmu hitam, lalu melanggar pantangan ilmu hitam tersebut. Jadi sebagai perjanjian mereka harus menjadi separuh manusia dan separuh hantu. Siang menjadi manusia dan di malam hari menjadi parakang yang memburu mangsa. Parakang lebih suka ibu-ibu yang sedang hamil dan bayi yang baru lahir. Parakang bisa mencium darah dari jarak jauh sekalipun. Itulah kerja parakang setiap harinya.

Sulit untuk di percaya tapi itulah banyak kisah tentang hantu tersebut, misteri hantu parakang menjadi buah bibir penduduk kampung paman Saiful pada waktu itu. Banyak orang yang mengatakan bahwa nenek Ida lah yang menjadi parakang tersebut. Karena setelah kematian istri paman Saiful, nenek Ida tidak pernah keluar rumah. Dan cucu nenek Ida bilang kaki kiri nenek Ida terluka karena itulah nenek Ida tidak pernah keluar rumah lagi. Jadi paman Saiful teringat waktu dia melemparkan parang itu, terkena kaki kirinya juga. Paman Saiful tidak bisa berbuat apa-apa, bisa dipercaya bisa tidak mungkin sudah ajal, istrinya.

Tidak semudah itu dimaafkan kejadian-kejadian aneh sering terjadi, setelah kematian istri paman Saiful, anak baru lahir mati yang mengenaskan ketika ada bekas tangan di leher dan badan berwarna biru-biru banyak yang mengatakan ini kelakuan parakang, tapi antara percaya atau tidak percaya. Nenek ida sekitar berumur 70-an pernah memberitahu cerita hidupnya ketika masih muda, nenek ida mengaku pernah mengamalkan ilmu hitam tujuannya ialah untuk memikat lelaki yang dia cintai dan cepat kaya raya, tetapi dengan perjanjian kalau dia melanggar peraturan-peraturan yang diberi, dia akan berubah menjadi manusia jadi-jadian seumur hidup. Tetapi apa yang berlaku di luar kesadaran nenek ida. Dia sama sekali tidak merasa apa-apa ketika menjadi parakang.

Selama enam tahun Yusuf tinggal bersama paman Saipul, bermacam-macam kejadian aneh yang terjadi, karena Yusuf masih anak (SD) jadi Yusuf tidak terlalu berpikir tentang misteri hantu parakang. Apa yang membuatkan Yusuf merasa kebingungan karena, pada suatu hari, apa bila Yusuf dan paman Saiful pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah Yusuf melihat nenek ida yang sedang duduk di dalam masjid berada di baris depan. Yusuf berkata kepada paman Saiful “paman, kenapa hantu bisa masuk masjid sih?”.

“Yusuf, kamu jangan sembarangan kalau berbicara, nenek ida itu juga manusia seperti kita, kita tidak ada hak untuk menghakimi orang dan kalau memang nenek ida itu hantu mana mungkin bisa masuk masjid. Kita sebagai manusia harus saling menghormati satu dengan yang lain, yah! Kalau memang nenek ida itu benar-benar hantu parakang seperti yang kamu bicarakan tadi, itu semua terjadi di luar kesadaran nya”. Jawab paman Saiful dengan penuh penjelasan. Tunggu kisah urban legend misteri hantu parakang (2) selanjutnya.

Share This: