Misteri Kematian Evi Part 4

Cerita sebelumnya misteri kematian Evi part 3. Hallo guys aku hendry, yang pastinya lu pada sudah tahu ceritaku yaitu misteri kematian evi, part 2, part 3 pada tahun 2016 lalu. Dan aku sekarang bakalan lanjutkan cerita tentang misteri kematian evi part 4. Besok harinya aku dan Janfung (panggil saja afung) berangkat ke sekolah dan kami ketemu sama kelvin dan zaki. Lalu kami selalu ke kelas barengan (kalau ketemu). Sesampainya di kelas kami masih bingung tentang kematian evi yang begitu tragis.

Zaki: bro aku bingung deh soal kematian Evi.
Hendry: iya aku juga bingung, masa hantu pegang pisau dan gak mungkin kalau hantu yang bunuh evi itu ke dapur mengambil pisau.
Kelvin: bisa jadi sih, tapi kita jangan pikir yang aneh-aneh dulu. Kita pecahkan masalah-masalah yang buat kita bingung.

Afung: dari pada bertiga bingung mulu, mending entar malam kita ke sekolah saja?
Hendry: ok, jangan lupa bawa pen, kertas, jelangkung dan jangan lupa juga ajak li kyan, meliana, dan sufie. Karena mereka sahabat si Eviphasiko (nama ejekan).
Kelvin: ok, aku ajak li kyan.

Afung: aku ajak meliana.
Zaki: aku ajak sufie.
Hendry: k*mpr*t, pasangan semua. Cuma aku sendiri.
Kelvin, afung, zaki: *haha

Akhirnya malam pun tiba dan kami bertujuh sudah ada di depan gerbang SMP kami. Dengan perasaan yang tegang, takut, dan penasaran. Kami pun membuka gerbang sekolah dan tiba-tiba, kami di kagetkan dengan sebuah penampakan sosok kuntilanak di lantai 2 kelas 7A. Lalu tanpa berlama-lama kami pun langsung dengan cepat berlari mengejar sosok kuntilanak itu tadi.

Sesampainya dia atas, aku (Hendry), afung, zaki dan kelvin mendobrak pintu itu. Dan setelah di dobrak pintu pun terbuka dan kami tidak melihat ada sosok kuntilanak. Melainkan melihat asap tebal yang berwarna biru. Asap itu adalah tanda atau hilangnya sosok kuntilanak tadi. Lalu kami keluar meninggalkan kelas itu dan segera pergi ke sumur tua itu. Tanpa kami sadari tiba-tiba li kyan di rasuki oleh sosok seorang nenek yang menghuni disitu. Dan kami bertanya dengan sosok nenek itu.

Zaki: assalamualaikum.
Li kyan (Nenek): waalaikumsalam.
Hendry: dengan siapa ini?
Nenek: nenek Tini.
Hendry: sudah berapa lama nenek tinggal disini?
Nenek: lama.

Hendry: kami ingin bertanya tentang soal sumur itu. Apakah nenek tahu? Jika nenek tahu bisa tolong jelaskan.
Nenek: iya saya tahu, sumur itu dihuni oleh sosok kuntilanak.
Hendry: katanya di sumur itu penunggunya namanya Mita. Apa nenek kenal?
Nenek: saya tidak tahu soal itu.
Hendry: terima kasih atas informasinya nek, silahkan Nenek keluar dari tubuh ini.

Kemudian nenek tadi yang merasuki li kyan pun keluar dari tubuhnya li kyan. Dan li kyan ingin tahu apa yang terjadi.

Li kyan: aku kenapa tadi?
Kelvin: lo kerasukan tadi.
Li kyan: kerasukan?
Kelvin: iya, tadi lo di rasuki sama sesosok nenek.

Li kyan: oh (sambil minum).
Afung: kalau gitu kita lanjut saja ke sumur tua itu.
Zaki: iya bro.
Hendry: aku bingung deh, kata nenek tadi dia kenal sama nengsih. Tapi gak kenal sama Mita, tapi kata bu guru ada yang meninggal disitu namanya mita, uang benar yang mana?

Kelvin: iya aku juga bingung.
Afung: bingung melulu, entar saja urusin itu. Sekarang kita ke sumur saja.
Zaki: iya tuh, bingung mulu.
Hendry: *zzz. Afung sama Zaki kayak abang adik ya. Kompak mulu.
Kelvin: iya. Abang adek sama saja, *haha.

loading...

Kemudian kami pun sampai di sumur tua itu. Tanpa lama-lama kami segera mengeluarkan jelangkung yang kami bawa. Dan sedangkan meliana, sufie, li kyan membantu menyiapkan pen dan kertas. Lalu jelangkung mulai bergerak dengan ganas dan cepat. Tanpa berlama-lama kami kemudian bertanya.

Kelvin: dengan siapa ini?
Jelangkung (menulis): Nengsih
kelvin: Nengsih penghuni di sini?
Jelangkung: iya.
Kelvin: Nengsih kenal dengan Mita?
Jelangkung: tidak.
Kelvin: terima kasih atas informasinya silahkan anda keluar dari jelangkung ini.

Lalu sosok yang masuk jelangkung dan merasuki badan li kyan juga tidak tahu soal Mita. Kemudian kami membereskan barang-barang untuk pulang.

Afung: kita sudahan saja, pulang ke rumah masing-masing. Soal Mita besok kita tanya ke guru yang waktu itu kita tanya.
Kami semua: Ok! Kami semua pun pulang.

Keesokan harinya aku dan afung ke kelas duluan sambil menunggu Zaki, Kelvin, Meliana, Li kyan, Sufie datang ke sekolah. Kemudian Kelvin dan Zaki sampai di kelas. Lalu di susul oleh ketiga cewek *lebay yaitu Li kyan (cengeng), Meliana (Lebay), Sufie (ketawa kayak Mak Lampir). Kami kemudian berkumpul dan segera ke ruang guru untuk bertanya dengan guru yang kami tanya waktu itu.

Meliana: Bu.
Guru: iya?
Sufie: bu guru tahu gak soal sumur tua itu?
Guru: tahu, memangnya kenapa?
Li kyan: kita mau tanya-tanya soal sumur itu bolehkan?
Guru: boleh.

Li kyan: kata bu guru waktu itu ada yang meninggal di sumur namanya Mita apa benar?
Guru: oh iya, maaf anak-anak ibu baru ingat. Sebenarnya ibu salah kasih tahu kalian. Sebenarnya ibu pikir kalian tanya soal sumur yang ada di SMP 1 soalnya disana kan juga ada sumur tua dan ada seorang anak yang meninggal namanya Mita. Kalau di SMP kita ini gak ada yang meninggal di sumur ini, kecuali waktu zaman dulu sama Evi yang meninggal itu.

Zaki, Kelvin, Afung, Hendry: *zzz.
Li kyan: terima kasih bu informasinya. Kami ke kelas dulu.
Guru: iya, sama-sama.

Ok guys. Sampai disini dulu ceritanya. Kalau mau baca cerita pertama, 2, 3 baca saja. Misteri kematian Evi part 1, 2, 3 search saja di atas langsung di google. Next time aku bakalan kirim lagi MKE (misteri kematian Evi part 5). Thanks yang sudah baca. See you next time.

Pin: D148A423
Fb: Hendry Prakusya
Line id: hendrykill123

KCH

Hendry

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Hendry has write 2,694 posts