Misteri Kost Gerbang Kuning Yogyakarta

Sebelumnya perkenalkan nama saya “Nurfa”. Cerita ini terjadi sekitar Tahun 2009-2014. Ketika masih aktif menjadi mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Yogyakarta. Bukan tentang kisah seram yang saya alami di kampus atau tempat umum di Jogja, tapi semua pengalaman horor yang saya alami di tempat kost gerbang kuning. semua hal yang bersifat tak kasat mata terus menerus datang di kehidupan saya.

Pertengahan tahun 2009 untuk kesekian kalinya menginjakan kaki di kota Yogyakarta. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini dengan tujuan mulia dalam hidup, yaitu menimba ilmu di salah satu PTN. Singkat cerita saya mendapatkan sebuah kost di daerah Seturan, dekat selokan Mataram, atau lebih tepatnya di sekitaran Goeboex Coffee (orang jogja atau indekost di jogja pasti tau daerah ini).

*Skip. Oh ya, tempat kost yang saya tempati berlantai 2 (dua) yang terbagi menjadi 18 kamar. Hal yang saya sukai dari kost ini adalah harga yang murah dan peraturan kost dibuat sendiri dengan catatan tidak mengganggu anak kost lainnya. Panas terik udara siang hari menyelimuti kota jogja. Siang itu adalah hari pertama menempati kamar kost, membereskan dan menata kamar membuat tubuh ini memaksa untuk beristirahat.

Dalam keadaan tertidur saya didatangi oleh sesosok wanita berpakaian putih, melayang mendekati dengan rambut yang sebagian menutupi wajahnya sambil menunjukkan mimik senyuman yang datar tanpa ada sepatah kata pun yang di ucapkan. berjarak sekitar 2 meter sesosok wanita berpakain putih ini berhenti dan terus memandangi saya. (Allahu Akbar, Allahu Akbar), suara adzan maghrib membangunkanku dari tidur waktu itu.

Sempat berfikir itu hanya mimpi atau mungkin itu pertanda tidak boleh tidur menjelang waktu shalat maghrib atau mungkin lagi itu penunggu kost tak kasat mata yang ingin berkenalan karena saya adalah anak kost baru. “Masa bodoh” satu hal yang terpikirkan dalam benakku saat itu, toh mungkin itu hanya sebuah bunga tidur. Hari-hari berikutnya saya alami begitu wajar sebagaimana kehidupan anak-anak kost pada umumnya.

Pernah suatu ketika saat saya sudah kenal akrab dengan sebagian penghuni kost, saya bercerita tentang mimpi di datangi oleh sesosok wanita berpakaian putih. Alih-alih bukan jawaban yang memuaskan malahan jadi bahan bercandaan (maklum sebagian dari penghuni kost berasal dari daerah luar pulau jawa), tetapi ada beberapa teman kost yang hanya tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu (kemungkinan mereka juga pernah mengalami kejadian seperti saya ditemui oleh salah satu penghuni kost atau mengalami hal seram).

Sebut saja namanya mas Adi, dia berasal dari daerah Plat R, lebih tepat kotanya saya lupa. Selang setelah bercerita saya kembali ke kamar, disusul oleh mas Adi sambil ngomong “kalau ada kejadian yang diluar nalar kamu diam saja, takut anak-anak yang lain ketakutan dan jangan lupa kalau memasuki suatu tempat dibiasakan mengucap salam. Oh ya, sebagai gambaran kost saya itu campur alias laki-laki dan perempuan, yang lebih tepatnya disebut kost bebas”.

Namun semakin lama ada hal yang tidak wajar yang saya rasakan, bermula dari bulu kuduk yang tiba-tiba berdiri sendiri, ada sekelebat bayangan hitam atau putih yang lewat di depan pintu kamar kost, seperti ada yang mengikuti kalau berjalan padahal di belakang tidak ada orang sama sekali, tercium aroma bau bunga melati, aroma amis yang cukup menusuk hidung, bahkan ada salah satu bau yang menjadi pertanda bahwa akan terjadi sesuatu di tempat kost yang saya tempati, dan masih banyak lagi.

loading...

Awal tahun 2010 terjadi kasus besar yang melibatkan beberapa penghuni kost sehingga menyebabkan kost harus di kosongkan sampai jangka waktu yang tidak ditentukan. Semua berawal dari kejadian pengosongan kost ini, existensi mereka semakin sering dan tak mengenal waktu siang maupun malam. Singkat cerita saya dipercaya oleh yang punya indekost untuk menjadi orang terakhir yang keluar dari kost di karenakan masih banyak barang-barang yang ditinggal oleh penghuni yang pada kabur entah kemana.

Mungkin karena orang baru dan berkelakuan baik saya dipercaya dengan imbalan sejumlah uang tentunya. Alhasil menempati kost itu tinggal bertiga, saya sendirian dilantai atas dan ada 2 teman di lantai bawah, si kembar biasa saya menyebutnya. Malam pertama tidak ada kejadian sama sekali di lantai atas yang terasa hanya suasana yang berbeda, suasana yang biasanya ramai kini berubah menjadi sunyi, yang terdengar hanyalah suara televisi di kamar dan deru suara kendaraan bermotor yang lewat.

Sekitar waktu tengah malam terdengar suara benda jatuh *bruk, suaranya cukup keras. Hp kesayangan waktu itu merk nokia 5310 express music pun berbunyi, tanda ada pesan masuk. (Cepat kamu turun ke bawah) begitulah isi pesan dari si kembar. Buru-buru saya turun ke lantai bawah karena takut terjadi sesuatu pada si kembar. Setelah ketemu si kembar pun bercerita “kamu dengar tidak suara benda jatuh tadi” (iya dengar, memang apaan yang jatuh).

“Suaranya keras dari arah parkiran motor tapi sudah di cek tidak ada barang yang jatuh” (ah itu paling suara dari sebelah), si kembar tetap ngotot kalau mereka gak salah dengar. Ketika kami masih mendebatkan asal mula suara jatuh tiba-tiba terdengar suara anak-anak kecil yang tertawa cekikikan dari arah parkiran motor. Kami pun hanya saling bertatapan sambil ngomong dengar gak suara orang tertawa, suasana menjadi begitu hening.

Akhirnya saya pamit balik lagi ke kamar atas, sambil menyalakan sebatang rokok untuk mengusir rasa takut. Pas naik tangga pun ada kejadian yang membuat kaget, sekelebat bayangan putih lewat pas di tangga menuju ke lorong arah kamar mandi, ah biarin yang penting disini saya tidak mengganggu mereka ‘batin saya’. Setelah sampai kamar, perasaan sebelum ke bawah nemuin si kembar lampu kamar sama televisi hidup, saya cek saklar lampu pun dalam keadaan On.

Setelah mencoba beberapa kali di on/off akhirnya lampu bisa hidup kembali. Saya kemudian cek televisi dalam keadaan standby. Kejadian ini membuat bingung, akan tetapi logika lampu sama televisi mati masih bisa diterima akal sehat. Masih ada kelanjutanya, bagaimana kejadian si kembar langsung pergi meninggalkan kost, dan disusul saya beberapa hari kemudian. Bersambung.

KCH

A.Nurfa

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

A.Nurfa has write 2,704 posts

Please vote Misteri Kost Gerbang Kuning Yogyakarta
Misteri Kost Gerbang Kuning Yogyakarta
Rate this post