Misteri Lintah

Ini cerita kedua ku. Sebelumnya guling angker yup sekarang misteri lintah. Ini cerita bukan aku yang alami tapi ini cerita sumbernya dari kakek ku. Dahulu kala kakek selagi masih ABG. Atau remaja dia demen gadis sekampungnya tiap kali kakek ketemu tuh gadis, dia gara-gara mulu kerjaannya. Malu sendiri salah tingkah katanya. Pas kakek ke warung, dia harap tuh gadis yang jaga warung ternyata bukan.

Semingu berlalu kakek juga gak nemuin tuh gadis. Mungkin sakit, kakek beranikan diri nanyain tuh gadis ke emak nya. Kata emak nya dia lagi liburan ke rumah neneknya besok juga pulang. Lega hati kakek ku. Memang kenapa? Tanya emak gadis itu penuh heran? Kakek jawab secara profesional, gak heran aja kan biasanya ada jaga warung jawab kakek rasional. Keesokan harinya kakek semangat belanja ke warung alhasil ada tuh gadis. Neng kemana aja? Tanya kakek.

Bang, neng habis di rumah nenek. Jawab si gadis penuh senyuman. Tak lama berbincang kakek pun pulang. Keesokan harinya biasa kakek pergi ke warung si gadis, ditemuinya sang gadis pucat pasi sambil muntah-muntah mual. Kenapa neng tanya kakek, gak bang mungkin neng masuk angin mungkin karna kemarin di perjalanan pulang. Oh ya sudah istirahat neng sahut kakek. Semejak kejadian itu kakek kembali tak temui gadis pujaannya gak seminggu sekarang malah lebih dari itu berbulan-bulan.

Kemana di gerangan bukan kakek. Tak henti rasa penasaran kakek. Dia nekat temui emak tuh gadis dan menanyakan keberadaan tuh gadis pujaan hati. Mak si neng kenapa lama gak nongol? Emak termenung tak jawab dia malah menangis, kenapa mak kok emak nangis? Maaf mak kalo saya salah. Tegas kakek. Gak kok de, emak nangis sedih. Entah apa yang di derita si neng sampai perutnya buncit.

loading...

Tengok dia di kamarnya tapi kamu jangan bilang-bilang ke semua orang tentang keadaan si neng. Ok mak ok. Lalu kakek pergi menemui si neng di kamarnya. Terbelalak si kakek lihat si neng dia berubah pucat pasi badannya kurus kering tapi kok perutnya buncit kayak yang hamil 8 bulan. Kakek beranikan diri dekatin tuh gadis dan bertanya tentang keadaan yang sebenarnya. Si gadis menangis, dia bercerita. Bang tolong aku bang, aku gak hamil aku gak pernah melakukan hal itu aku bersumpah.

Loh kalo gak hamil kenapa perut mu neng? Gak tau bang? Emak gadis menghampiri kami berdua. Si neng sepulang dari rumah neneknya dia langsung jatuh sakit, dia mual-mual dan muntah sama gejalanya seperti ibu hamil. Beberapa bulan perutnya pun membesar. Emak sudah coba ke dokter? Tanya kakek? Sudah de, dokter jawab mungkin gejala hamil. Ya seperti itu obrolan mereka si gadis tetap tak mengakuinya.

Iya dia tak merasa melakukan hal kotor yang menyebabkan kehamilan. Dokter pun bilang itu tanda kehamilan, kami pun percaya itu maklum dokter dulu gak kayak sekarang, dulu dokter prediksi keadaan si tubuh dan perkembangannya. Gak ada USG ataupun Ronsen pada saat itu biar pun ada itu jauh-jauh sekali mesti ke luar kota ya di Jakarta kota besar, kata kakek.

Seminggu kemudian tetangga pun mencium keadaan si gadis, mereka bergosip ke sana kemari. Tanpa tau kebenarannya. Si gadis tercemar di vonis hamil tanpa suami. Hancur hati kakek tapi apa daya kata nasib. Tak lama si gadis meninggal dengan keadaan perut besar. Kakek terkejut lalu menghampiri rumah gadis pujaannya sembari melayat dan ikut mengsholatkan nya. Si gadis pun di kubur. Keesokan harinya kakek berkunjung ke makam si gadis bermaksud mendoakan si gadis.

Tak lama berdoa di atas makam tuh gadis, si kakek menabur bunga dan air terkejutlah kakek melihat gumpalan hitam menggeliat keluar dari makam gadis itu. Kakek terperanjat mundur dan tersungkruk jatuh, kakek berlari kencang tak hiraukan keadaan sekitar dia temui emak tuh gadis. Tok tok tok. Emak tolong emak. Ada apa de? Mak ayo kita ke makan si neng mak. Ada apa dengan makam anak ku tanya penuh heran si emak. Tenang de tenang. Ada apa ayo ceritakan.

Emak aku lihat ada hitam menggeliat ke luar dari makam anak emak. Astagfirulloh. De apa itu benar? Ayo emak kita lihat. Kakek berserta emak dan warga berkumpul menuju makam si gadis. Tak lama tibalah mereka di tempat pemakaman alhasil mencengangkan. Masyarakat melihat hitam menggeliat keluar dari makam si neng dengan ukuran besar-besar hitam. Di atas tanah merah apa itu geragan. Alhasil lintah dengan ukuran raksasa sebesar pisang ambon.

Terdapat empat ekor lintah dengan ukuran yang sama. Karna penasaran kuburan si neng di gali. Astagfirullah orang-orang kaget, ternyata lintah keluar dari perut si neng, gadis pujaan kakek. Bukan bayi di perut si neng selama ini ternyata lintah tumbuh subur dengan ukuran besar. Lintah keluar karna tubuh manusia yang mati sudah tak menghasilkan darah segar lagi. Menjerit-jerit si emak sembari berteriak “lihat-lihat bukan bayi. Kalian salah kalian telah berdosa menfitnah anak mak telah melakukan hal yang tidak senonoh”.

Termasuk emak yang tak percaya ucapan si neng. Dia bersumpah tak melakukan hal kotor. Ternyata benar emak menyesal neng emak nyesal teriakan si emak pun berubah jadi tangisan. Semua orang merasa bersalah. Termasuk kakek, kakek menyesal tak coba percaya ucapan gadis pujaannya. Makam gadis pun di kuburkan kembali. Seperti semestinya. Lintah-lintah itupun di musnahkan warga. Si kakek masih penasaran kenapa lintah bisa masuk perut manusia.

Ternyata nenek tuh gadis bercerita saat seminggu si gadis di rumah neneknya, kerap kali dia mandi di kali. Terus memakan kangkung hasil petikannya di kali, entah lintah itu masuk dari makanan yang gadis telan entah lintah itu masuk ketika saat mandi. Lintah itu tumbuh terus menerus menjadi besar dan beranak di dalam tubuh si gadis. Yup terimakasih ini cerita kakek ku, mau percaya apa tidak terserah pembaca saja yang penting tujuan saya menghibur.

Share This: