Misteri Nama Fradah Part 2

Cerita sebelumya misteri nama fradah. Ya langsung saja aku sambung ceritanya. Jadi setelah aku melihat semua nama keluarga besar dan aku analisis, seperti ada yang aneh di nama-nama keluarga besarku (semua nama keluarga aku tulis, yang sudah meninggal maupun yang masih hidup). Ada beberapa nama yang tidak menggunakan nama Fradah di belakang nama mereka, tapi yang telah aku analisis dan aku gali informasinya, yang gak menggunakan nama Fradah semuanya pada sudah meninggal. Apa maksudnya?

Aku semakin bingung dan terus bingung. Semua saudara papa (adik dan kakak papa) saat aku berusaha menggali info dari mereka, mereka malah sedikit marah kepadaku dan menyuruhku untuk tidak melakukan tindakan konyol ini lagi. Jadi aku hanya mendapatkan sedikit info saja. Ini saja tidaklah cukup untuk bisa membuktikan keanehan nama keluarga ini.

Aku kemudian pergi ke salah satu rumah temanku di Rantau Parapat, karena mau sekalian berkunjung dan menenangkan diri disana. Kami yang berangkat ada 4 orang (aku dan ke tiga teman kampus). Singkat cerita beberapa hari kemudian, disana aku bertemu dengan seorang kakek yang tiba-tiba memanggil aku “Nak! Nak, kesini. Ayo kesini”. Aku sangat asing melihat kakek itu. Belum pernah ku lihat dia sebelumnya.

Kakek itu siapa? Mau ngapain manggil-manggil aku? Akhirnya aku mendekatinya dan bertanya dengan sedikit bingung. “Kakek ini siapa? Ada perlu apa memanggil saya?” kakek itu hanya tersenyum melihatku dan kakek itu bilang “pasti kau cucunya si Fuji, kan?”. Mendengar kakek itu menyebutkan nama alm kakekku, aku semakin heran. Ternyata setelah di jelaskan kakek itu, lalu kakek itu adalah saudara dari kakekku maksudnya bukanlah saudara kandung, tapi buyutku mengangkatnya menjadi anak pada umur 5 tahun.

Kakekku dan ke 3 saudaranya itu sudah menganggap kakek ini sebagai saudara kandungnya. Di sinilah aku pertama kali bertemu dengan kek To’i. Ya, nama kakek ini kek To’i. Di ceritaku “salah sangka” kek To’i ini yang pernah aku bilang, dia yang membersihkan tubuhku dari jin yang suka sama aku dan di cerita “pengalaman pertama kak Aldan” kakek ini yang mengajari aku bagaimana cara membuka mata batin orang lain.

Di cerita pengalaman pertama kak Aldan, kan aku sudah janji akan menceritakan bagaimana aku bisa bertemu dengan beliau. Di sinilah aku kasih tahu. Aku lanjut saja ya. Beliau selain sangat dekat dengan alm kakek dan saudara-saudara kakek, beliau juga di percaya sebagai orang yang mengurus lahan pertanian buyut kala itu. Jadi setelah *ba-bi-bu, kek To’i mengajak aku untuk main ke rumahnya sekalian akan di perkenalkan dengan istri dan kedua anaknya.

Setelah sampai ke rumah beliau, keadaan rumahnya sangatlah besar, dengan halaman yang luas yang penuh berbagai jenis bunga kesenangan sang istri. Kemudian aku di perkenalkan pada istri dan kedua anaknya yang sudah pada menikah. “Kapan nyusul?” kata nenek tiba-tiba. “Ah nenek. Saya masih kuliah. Belum kepikiran menikah”. Sambil cengangas-cengengesan aku menjawabnya. Setelah perkenalan, ngobrol segala macam dan makan siang, aku dan kek To’i kemudian berbicara 4 mata di ruang tamu.

Tiba-tiba kek To’i bertanya “kenapa bingung? Kenapa kamu mencari tahu nama keluarga besarmu?” *W-o-w. Wow! dari mana kek To’i bisa tahu ya? Padahal aku sama sekali gak pernah memberitahukan ini padanya dan juga pertemuan kami ini tanpa di sengaja. Setelah ku tanya ternyata kek To’i ini sama kayak aku dan alm kakek. Bedanya dia ini bisa memprediksi tempa-tempat yang akan di kunjungi dan orang-orang yang akan bertemu dengannya, alias tahu kejadian yang akan datang.

loading...

Tapi kek To’i ini gak tahu masa lalu dari orang yang belum di kenalnya. Pantasan, belum apa-apa, beliau sudah menerka masalahku. Beliau ini ternyata kenal dengan papa serta semua saudara papa. Beliau menganggap papa dan saudara papa adalah anaknya sendiri. Sebenarnya papa dan saudara saudaranya sering banget mengunjungi kek To’i sewaktu kak Al kecil dan aku belum lahir ya.

Tapi semenjak kesibukan masing-masing, akhirnya hanya sesekali mereka dapat berkunjung. Beliau ini baik banget sama aku, selain orangnya ramah dan *hambel, beliau juga merupakan seorang kakek yang penyayang. Ia sangat menyayangi cucu-cucunya. Ya, setelah kek To’i bertanya seperti itu, mau gak mau aku harus bilang masalahku semuanya. Dari A sampai Z aku ceritakan.

Mendengar ceritaku, kek To’i hanya tersenyum dan mengangguk saja kemudian kek To’i mulai menceritakan sejarah nama Fradah dan kenapa kalau tidak menggunakan nama Fradah/Sam Fradah (nama keluarga) di belakang nama seseorang (misal Sezgina saja tidak pakai Fradah), menyebabkan orang itu bisa terjadi hal-hal yang tak di kehendaki bahkan bisa menyebabkan kematian. Jadi ini adalah cerita dari beliau yang akan aku persingkat saja. Ceritanya di mulai ketika. Penasaran? Ikuti ya ceritaku yang bersambung di misteri nama Fradah part 3.

loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Time,Love,Family,Myself "Life,Love,Laugh"

All post by:

Sezgina Fradah has write 79 posts