Misteri Nama Fradah Part 3

Cerita sebelumnya misteri nama Fradah part 2. Hai sobat KCH, sebelumnya aku mau kasih tahu, kalau kisah ini tidak ada rekasaya yaitu reka-reka suka-suka saya alias reka-yasa dan ini benar adanya. Ok langsung saja aku sambung. Ceritanya di mulai ketika ayah buyutku menikah dengan seorang wanita keturunan belanda (ayah Belanda dan ibu Indonesia). Mereka saling mencintai. Sampai cincin pernikahan mereka saja setengahnya terbuat dari darah mereka sendiri, (pada saat itu apabila cincin terbuat dari setetes atau setengah dari darah kedua pasangan, maka pernikahan mereka akan abadi sampai mati).

loading...

Nama wanita itu kakek gak tahu, tapi wanita itu selalu di panggil dengan nama Fradah dan ayah buyutku ini selalu di panggil Samsul oleh orang-orang setempat, tapi depan nama ayah buyutku itu juga huruf F, tapi karena kek To’i lupa dan hanya ingat nama panggilannya saja. Kakek juga kurang tahu nama dari ayah buyutku, tapi kakek hanya mengingat nama panggilannya saja.

Ya setelah ayah buyutku (samsul) dan Fradah menikah, mereka di karuniai anak lelaki tampan bernama Fander Saputra Sam Fradah. Fander itu nama pemberian ibunya dan Saputra nama pemberian ayahnya, sedangkan Sam Fradah itu gabungan nama keduanya yang berarti Samsul dan Fradah di singkat Sam Fradah. Fander itu adalah nama buyutku dan ia adalah satu satunya anak dari Samsul dan Fradah.

Karena sewaktu berencana ingin memiliki anak yang ke 2, Fradah di diagnosis dokter mengalami penyakit kanker rahim yang mengakibatkan rahimnya harus di angkat agar tidak menyebabkan kematian. Jadilah buyutku anak mereka satu-satunya. Dan singkat ceritanya, karena sang ayah (buyutku) ingin sekali memiliki anak perempuan dan melihat istrinya tidak dapat hamil lagi, maka sang suami memutuskan untuk menikah lagi agar dapat memiliki anak perempuan.

Sang isteri tidak terima dan tidak mengijinkannya, tapi ayah buyutku tetap memilih menikah dan setelah menikah, ayah buyutku dan istri keduanya di karuniai seorang anak perempuan. Sang suami (ayah buyutku) sangat menyayangi anak perempuannya itu melebihi rasa sayangnya kepada buyutku. Buyutku dan ibunya (Fradah) sangat cemburu dengan kebahagiaan istri kedua dan anak perempuan ayah buyutku.

Karena ayah buyutku lebih menyayangi mereka dan menelantarkan Fradah dan buyutku. Karena gak sanggup melihat semua kesenangan mereka di rebut oleh istri kedua dan anak perempuan ayah buyutku, akhirnya Fradah memutuskan untuk membunuh istri kedua dan anak perempuan ayah buyutku (Samsul). Sebelum membunuh mereka, Fradah sempat membuat sebuah surat untuk buyutku yang isinya (kurang lebih).

“Kita sudah tidak bisa bersama lagi nak, karena ayahmu memecah kebahagiaan keluarga ini. Keluarga kita sudah hancur berkeping-keping. Agar kita semuanya hancur dan tak ada kebahagiaan, aku akan membunuh istri ke 2 ayahmu (menyebutkan nama) dan juga anak yang di sayanginya. Agar kita hancur bersama-sama. Dan aku minta sama kamu nak, agar kelak kau sudah dewasa, turunkanlah namaku (Fradah) selalu ke keturunanmu sampai bila kiamat, jika tidak (di beri) berarti mereka tidak menghargaiku sama sekali dan mereka juga ingin mati sama sepertiku”.

Itulah kurang lebih isi surat terakhir yang di tinggalkan Fradah sebelum dia mati gantung diri. Setelah buyutku membaca surat itu, ia kemudian mencari ibunya. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat ibunya sudah tak bernyawa di pelosok belakang rumah dengan leher tercekik dengan wajah membiru, lidah menjulur dan mata melotot. Ya singkat cerita, setelah kematian Fradah yang sungguh tragis, sang ayah (Samsul) menjadi depresi dan akhirnya mengalami gangguan jiwa karena kedua istrinya (Fradah dan X) serta sang anak perempuan tersayangnya meninggal dunia.

Nasib buyutku menjadi tak karuan. Dia harus bisa hidup meski keadaannya sangatlah sulit. Dia harus mencari pekerjaan agar dapat membeli obat untuk sang ayah. Semua pekerjaan ia kerjakan, apapun itu. Dan ketika buyutku telah beranjak dewasa, ayahnya kemudian meninggal. Tinggallah buyut hidup sebatang kara, tanpa sang ayah. Buyut lebih gigih lagi bekerja dan pantang semangat, karena dia sadar kalau dia itu sudah tak ada orang tua lagi.

Sampai suatu ketika, buyutku yang di pekerjakan oleh orang jepang (saat itu masih penjajahan jepang) karena buyutku pernah menolong seorang dari jepang yang tertembak dan buyutku memberikan ramuan tradisional, akhirnya buyutku dekat dengan orang jepang itu dan mereka menjalin pertemanan. Kemudian buyutku banyak di ajarkan cara menggunakan senjata, beternak (olahan ternak), berkebun (budidaya) dan lain sebagainya.

Entah bagaimana ceritanya, dari situlah kata kek To’i, buyutku itu bisa menjadi orang (kaya). Kemudian dia menikah dengan seorang wanita indonesia bernama Suparti dan hasil pernikahan buyutku dengan buyut Suparti di karuniai 4 orang anak yang semuanya berjenis kelamin laki-laki bernama Fuji, Fadlan, Fahmi dan Fajar (di belakang nama mereka selalu ada Sam Fradah atau Fradah).

Hanya kakekku lah yang di beri nama seperti orang jepang yaitu Fuji, karena nama teman buyutku yang orang jepang itu namanya Fuji dan dia (orang jepang si Fuji Mamoto) meminta agar anak pertamanya di beri namanya, Fuji. Ya setelah beberapa tahun kemudian, barulah buyutku ini mengangkat kek To’i sebagai anaknya karena kek To’ i ini sedari kecil sudah yatim piatu dan karena buyut merasa nasibnya serupa dengan kek To’i dan beliau gak mau sampai ini terjadi untuk yang kedua kali, akhirnya di angkatlah kek To’i.

Dari kecil sampai dewasa kek To’i, alm kakekku dan saudara-saudaranya selalu main bersama dan kemana-mana selalu sama. Sampai akhirnya ibu mereka (Suparti) meninggal akibat kecelakaan dan tinggallah mereka dan buyutku. Sebelum buyutku meninggal, beliau sudah membuat surat wasiat untuk anak-anaknya dan juga surat terakhir yaitu “kalian anak-anak kandungku, jangan pernah menghapus nama Fradah dari nama anak-anak dan cucu kalian nanti, karena itu nama nenek kalian. Bila kalian tidak menggunakan nama itu, kalian bakal tahu nanti akibatnya. Harus kalian hargai nenek kalian”.

Selang beberapa hari setelah menulis surat, sang ayah meninggal karena sakit kanker otak yang sudah lama di rahasiakannya. Alm kakek yang menjadi kakak tertua selalu memperingatkan surat wasiat ayahnya yang terakhir kepada saudara-saudaranya yang akan menikah dan harus mengikuti nasihat sang ayah. Pada saat tibalah.

Kalian sudah bosan? Apa masih ada yang penasaran bagaimana kisah selanjutnya. Ya ikuti kisahku berikutnya yang terakhir (the end). Di cerita ini adalah sejarah nama Fradah dan di cerita selanjutnya akan menceritakan kejadian aneh bahkan sampai memakan korban apabila tidak menggunakan nama Fradah. Penasaran? Ikuti ceritaku (the end) yaitu misteri nama Fradah part 4.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts