Misteri Nenek Tua di Pondok Pesantren

Kejadian nya waktu aku masih di pondok pesantren. Kenalkan nama aku Selamet dan aku mau cerita tentang nenek tua yang ada di pondok pesantren, aku asli pasuruan jawa timur, tapi semenjak lulus SD aku mondok di pesantren dijombang. Namanya pesantren pasti memiliki cerita yang menakutkan, malah bisa di bilang seram, langsung aja yah.

Aku beranjak kelas 2 SMA, nah di pesantren rata-rata yang jadi ronda adalah santri itu sendiri. Suatu hari aku kebagian ronda, satu pos ada 3 orang, aku dekat rumah kyai. Nah di sana, pos aku paling pojok dan di kelilingi sama pohon dekat gapura. Aku dan teman-teman lagi asik main catur. Gak kerasa sudah jam 2 malam, tanpa disadari temanku yang satu sudah pulas dengan sarungnya, tinggal aku sama teman aku yang masih bangun.

Nah, akhirnya karena udara dingin, kami semua tidur. Saat aku tidur aku mimpi aneh, pesantren aku di gusur lalu semua tanahnya di jadikan rumah sakit, aku lihat di ujung gapura ada seorang nenek. Lalu, saat aku lihat nenek itu aku bangun, seperti ada yang bangunin aku. Astaga ternyata yang bangunin aku adalah nenek yang aku mimpiin tadi.

loading...

Dia lalu berkata, “Maaf bangunin cu, nenek cuman mau nyari cucu nenek. Kamu lihat?”. Aku yang kaget, langsung keluar keringat dingin. Lalu aku menjawab, “Gak nek, memang kemana? kok cucu nenek hilang malam-malam gini?” sambil mataku lihat jam, astaga, baru jam 2 (perasaan aku tidur jam 2). Si nenek lalu geleng-geleng kepala, tersenyum dan pergi.

Saat pergi tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri. Aku lihat jam, mendadak jam berubah jam 3. Aku lihat si nenek masih jalan pelan banget, mau aku tuntun, tapi tiba-tiba si nenek ada di ujung gapura yang jaraknya sekitar 200 meter di depan, lalu menoleh, dan astaghfirulah si nenek ternyata kepalanya mendadak putus dan dia menyeret seorang anak kecil yang sedang membawa boneka, dan berbicara, “Sudah ketemu cu, nih anaknya” sambil menunjuk anak yang di seretnya, dan hilang di ujung gapura tanpa tahu kemana perginya nenek itu.

Aku cuman bisa terdiam dan bergetar, tanpa bisa berkata apapun. Saat itu juga aku bangunkan teman-temanku, dan aku langsung cerita sama mereka kejadian barusan. Teman aku kaget, lalu dia cerita kemarin bahwa yang lain juga lihat, tapi nenek itu sekedar nanya cucunya, dan hilang di ujung gapura itu. Aku diam tanpa berkata apapun. Esok harinya aku sakit dan anehnya lagi, si nenek aku lihat suka ada di kamar aku di rawat, sambil tersenyum sinis. Misteri si nenek belum terbongkar sampai aku lulus dari pesantren.

Share This: