Misteri Penginapan Kuno

Hai pembaca KCH, ini aku Rana Hinaryanto ingin membagi pengalaman yang aku alami. Setahun aku dan suami menikah dan tepat ulang tahunku, dia memberi aku hadiah yaitu tiket berlibur berdua saja. Hitung-hitung bulan madu kami yang baru bisa terlaksana. Dan setelah hampir 6 jam perjalanan, kami sampai disebuah penginapan yang sudah kami pesan satu paket dengan paket tempat tempat liburan.

Dalam perjalanan kami juga ada 1 pasang suami istri yang sedang berbulan madu. 6 jam perjalanan tidak terasa karena kami berempat saling berkenalan dan berbincang bincang seru bahkan suami terasa akrab dengan mereka. Ketika memasuki tempat penginapan tersebut jam ditangan sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Penat menyerang tapi perut terasa keroncongan setelah kami menerima kunci kamar kami berpisah masuk kamar masing-masing.

Pembawa tas kami berbicara “makan malam akan siap dalam 1 jam”, diharap kami segera menuju ruang makan setelah 1 jam. Karena lapar akhirnya aku dan suami mandi dan siap-siap untuk makan malam. Di meja makan sudah ada beberapa orang termasuk yang seperjalanan dengan kami tadi. Setelah makan, tiba-tiba ada seorang wanita mengumumkan sesuatu.

“Mohon perhatian! Saya sebagai pemilik penginapan ingin memberikan hadiah pada 2 pasangan yang beruntung kali ini”. Beliau mengeluarkan amplop dan kunci. “Amplop ini akan saya serahkan pada nyonya Hinaryanto dan nyonya Dhana, amplop ini adalah voucher belanja, dan kunci motor ini adalah fasilitas selama mereka berada dipenginapan ini”.

Tak terasa acara makan malam kali ini sudah mencapai pukul 23.50 WIB. Kami balik kekamar masing-masing untuk istirahat, tapi saat berjalan kekamar aku merasa hal yang tidak enak. Seperti ada yang mengikuti dan terasa bau bunga yang aneh. Biasanya jika ada hal yang ganjil aku akan terasa dan yang ada dalam diri aku pasti bereaksi. Aku konsultasi dengan suami dan ternyata dia juga merasakan hal yang sama. Akhirnya kami semalaman tidak tidur karena merasa ada hal yang membuat kami harus waspada. Setelah subuh baru aku dan suami sedikit tertidur tapi kami kaget karena ada dering telepon.

“Hallo tuan dan nyonya Hinaryanto, sudah waktunya makan pagi.”
“Iya pak segera kami kesana, apa sarapan kami bisa diantar dikamar saja pak?” karena aku masih terasa ngantuk.
“Anda ingin makan pagi apa nyonya?”
“Roti bakar, susu, kopi dan nasi goreng saja.”
“Baik nyonya.”

Kami akhirnya menikmati sarapan yang sudah datang, dan berencana belanja sekitar pukul 11 siang. Sepeda yang kami dapat sebagai fasilitas akhirnya kami pakai, dan ternyata tuan dan nyonya dhana juga mau berangkat tapi mereka sudah didepan kami.

“Kami duluan ya” kata mereka.
“Oke” kata suamiku.

Saat kami keluar gerbang aku tak sengaja melihat spion dan betapa terkejutnya aku. Penginapan itu berubah menjadi bangunan kuno yang penuh dengan kerusakan sana sini seperti habis kebakaran dan sekitar penginapan itu adalah makam. Aku langsung menepuk pundak suami.

“Sayang coba lihat penginapan itu lewat spion!”
“Astaghfirullah, kok bisa?” suamiku tercengang.

Sayank coba telepon bu dhana, aku rasa ada yang tidak beres. Saat aku menyambungkan telepon, betapa terkejutnya aku bahwa telepon yang aku dengar adalah suara cewek bukan suara bu dhana. Suara itu adalah “kunti”. Segera suamiku bilang bacakan Al fatihah, An naas, Al-falaq dan Al-ikhlas dan bacaan “kulhuwallahuahad, kun faya kun, masya Allah qodiron abadan abadaa, laa khaula walla quwwata illa billa ‘aliyil adzim”. Suara ponsel diseberang adalah kunti yang berteriak-teriak, baru ada nada sambung tapi saat aku bilang.

loading...

“Hallo bu dhana.”
“Bu hinaryanto, tolong.”

Lalu hening, dan saat kami 5 menit perjalanan ternyata depan kami ada gerombolan orang-orang yang ternyata kecelakaan. Dan yang aku lihat adalah bapak ibu dhana yang mengalami kecelakaan tersebut dan mereka meninggal ditempat. Tapi diantara gerombolan mereka aku melihat 2 sosok mereka berjalan tanpa ekspresi kearah penginapan yang kami inapi. Aku dan suami mengikuti mereka dan ternyata penginapan yang kami lihat semalam benar-benar berubah menjadi penginapan kuno yang rusak, penuh tempat bekas kebakaran dan banyak sekali makam-makam disekitarnya.

Serta ada tas kami yang berada diatas salah satu makam. Saat kami bertanya pada toko seberang penginapan kuno tersebut, kami mendapat info sejelas-jelasnya. Yaitu memang penginapan tersebut pemiliknya adalah pelaku ritual pesugihan dan sudah 15 tahun terbakar dengan hampir 35 orang terkunci disalah satu ruangan, yang dugaannya adalah mereka sengaja dikunci dan dibakar sebagai tumbal, dan sampai sekarang penginapan tersebut masih sering mencari tumbal.

Maaf ceritanya tidak tersusun rapi tapi ini nyata untuk kota dan tempatnya maaf tidak saya sebut, karena setelah kejadian yang kami alami saya dan suami harus membantu beberapa arwah yang ingin meminta bantuan, supaya mereka bisa tenang. Bahkan sampai sekarang mereka terkadang muncul dirumahku dengan banyak cerita-cerita seputar misteri penginapan kuno tersebut.

KCH

Rana Hinaryanto

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rana Hinaryanto has write 2,670 posts